Selasa, 05 Juli 2022

Anak Nan Jolong Gadang

Sebentar lagi si bontot kami akan melanjutkan studinya di Kudus. Bukan tempat yang biasanya bagi sebagian orang tua. Dan juga bukan tempat yang biasa biasa saja bagi kami selalu orang tuanya dan juga kakak serta abangnya. InsyaAllah yang bontot ini, si cantik kami ini akan melanjutkan pendidikannya di Pondok Tahfiz Riyadhul Quran Kudus. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar, sejak mengikuti seleksi masuk hingga kami survei lokasi akhir bulan Mei lalu. Dhifa senang, kami pun senang. Kami sangat yakin bahwa semuanya atas izin Allah semata. Allah kabulkan apa yang menjadi harapan kami semuanya. 


Dan kemarin adalah waktunya bersama sangat Bundo jalan jalan. Jalan jalan mencari kelengkapan apa yang akan dibawa nanti ke Kudus. Ternyata, pemikiran yang buah hati kami ini mulai dewasa. Ketika bundo menawarkan baju yang pas dengan ukuran badannya, dia minta satu ukuran di atasnya. Padahal ukuran M itu sangat pas. Sangat ideal dia pake. "Bun, aku ini cepat besarnya. Jangan yang ini ya Bunda. L saja", dalihnya. 


Bundanya terpana. Apa yang disampaikan benar adanya. Kemarin masih menganggap dia kecil, ternyata sekarang sudah mulai dewasa, termasuk cara berpikirnya. Akhirnya sang Bundo mengambil tiga gamis buat dia nanti. Dan tadi malam di rumah menjelang tidur, ada lagi satu baju kakak Dhila yang pas di badannya yang akan dia bawa. Wah, wah, takjub saya bukan main. Baju kakaknya yang sudah jadi alumni Gontor, pas di badannya yang akan menjadi santri. Padahal badan kakaknya saja sudah lumayan besar, lumayan tinggi. Tetapi begitulah Dhifa, si bontot kami ini. Pas saja baju kakaknya buat dia. 


Mungkin ini akan menjadi pengikat kasih sayangnya dengan sang kakak, yang sedang merantau di negeri orang melanjutkan studinya. Jauh jarak namun tak memutuskan rasa sayang sama kakak tercinta. Begitu juga dengan sang Kakak. Beberapa waktu yang lalu dia belikan adiknya ini Al Quran yang unik. Al Quran yang tertera nama adiknya di cover depannya, Nadhifah Az Zahra sebagai hadiah ulang tahun adiknya bulan Mei lalu. 


Alhamdulillah, dua anak gadis kami ini sangat akur. Yang kakak sangat sayang sama adiknya ini. Dan adiknya sangat patuh sama kakaknya. Kebersamaan selama kakak selesai pengabdian di Gontor Putri 7 Pekanbaru hingga berangkat ke IIUI Islamabad Pakistan akhir Januari lalu, menambah kedekatan mereka berdua. Apalagi ketika pulang kampung bersama akhir tahun lalu. Kemana mana berdua. Semoga akan selalu begitu hingga nanti mereka punya keluarganya masing masing. 


Yang satu sudah sangat dewasa, dan yang ini mengikuti jejak kakaknya. Anak yang jolong gadang, tetapi sarat pengalaman selama ini. Dia yang melihat dan merasakan bagaimana abang dan kakaknya di pondok kami layani. Dia yang selalu dikutsertakan kalo kami ke pondok melihat abang dan kakaknya. Begitu juga ketika mereka liburan ke rumah, selalu terpenuhi kasih sayang dari kami selalu orang tuanya. Selalu ada kebersamaan dengan mereka. Selalu ada waktu untuk mendengar cerita cerita mereka. Dan yang terpenting ketika mereka libur, selalu pas dengan waktu yang kami miliki. Dan tentu saja ini semua karena kasih dan sayang Allah semata kepada kami. 


Dan pertengahan Juli nanti kami akan jalani waktu berdua saja selaku orang tua. Anak anak kami nan "jolong gadang" kami ikhlaskan mereka belajar di pondok pesantren. Si Kakak di IIUI Islamabad Pakistan, si Abang di Ponorogo Jawa Timur dan si Bontot di Kudus Jawa Tengah. InsyaAllah dengan keikhlasan kami ini anak anak akan betah di sana. Belajar, belajar dan belajar bukan buat dia semata, tetapi untuk tegaknya Dien Allah di muka bumi ini kelak. 


Semoga mereka menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah, yang selalu mendoakan kami selaku orang tuanya, yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Anak anak yang bermanfaat dimana pun kelak nanti mereka berada. InsyaAllah, insyaAllah kami yakin itu. Kami yakin karena Allah yang akan memudahkan segala urusan mereka nantinya. 



Ikhtiar terbaik telah kami lakukan. Doa doa terbaik telah, akan dan senantiasa tercurah buat mereka dalam sujud kami, selalu orang tuanya. InsyaAllah dengan keikhlasan dan keyakinan kami secara totalitas, Allah akan jaga mereka, anak anak kami nan "jolong gadang". InsyaAllah, InsyaAllah kami yakin itu. 


Selasa, 5 Juli 2022

Bintaro 11.30, menjelang rehat siang.

Note: Jolong Gadang bahasa minang, yang artinya menjelang dewasa.

Kamis, 09 Juni 2022

Mempererat Silaturahmi, Menjalin Potensi Alumni

Halal bi Halal IKA Unand Jabodetabek yang diadakan pada hari Minggu, 5 Juni 2022 sangat berkesan. Ada nuansa yang berbeda dibandingkan agenda agenda reuni yang pernah ada sebelumnya di tingkat Universitas Andalas. 



Pagi minggu itu saya memang agak terlambat untuk berhadir dan itu sudah saya kabarkan kepada tim panitia yang telah mengundang saya. Undangan itu pun telah saya teruskan kepada komunitas WAG yang saya miliki. Tentu semuanya yang berkaitan dengan alumni Universitas Andalas, baik dari level angkatan, Jurusan dan Fakultas. Aroma ingin berhadir dalam acara reuni seperti ini sangat dinantikan oleh alumni sejak pandemi Covid ini mulai berakhir. Terkungkung selama hampir tiga tahun, tak ada izin untuk acara yang bersifat massal, tentu menjadi alasan untuk hadir di HbH ini. 


Bundo yang saya bujuk sebelumnya untuk ikut hadir bersama saya ternyata tetap keukeuh tak mau pergi. Alasannya masih sama. Ingin mendampingi dan mempersiapkan tugas si bontot yang belum kelar. Ada banyak yang mesti disiapkan untuk 'Training Day' Dhifa buat esok Senin pagi. One day Training dari pagi hingga sore mesti diikuti oleh Dhifa bersama teman temannya kelas enam nya sebagai agenda kebersamaan mereka sebelum lulus dan wisuda pada tanggal 12 Juni nanti. 



Dengan mengendarai terios saya singgah sejenak di Bintaro. Di samping Living Plaza menunggu Ilsam Muharti dan suaminya yang akan ikut bersama saya. Icha adalah adik kelas saya, alumni Matematika angkatan 2003, yang kebetulan juga pernah menjadi Ketua Umum Komisariat FMIPA kedua setelah Olivia Triyosi dari Kohati. Jadi ada benang hitam hijau nya. 



Bertiga kami menuju Lumere Hotel tempat acara menjelang siang. Alhamdulillah satu jam lebih kurang waktu tempuh, kami pun sampai di lokasi acara. Parkir di basement dan naik tangga ke Lobby Hotel dan di Lobby ini saya bertemu dengan adinda Fuji Fernanda yang kebetulan datang dari Padang. Berempat kami naik ke lantai satu. Di sambut dengan jepretan kamera dari para photograper yang mencoba mendapatkan rezeki dari para alumni. Kami bagaikan artis ataupun pejabat publik. Tak bisa menghindar. Hmmmm. 



Alhamdulillah acara yang baru saja dimulai. Masih terdengar sambutan dari ketua pelaksana saat itu. Mengisi daftar hadir dan menyapa senior dan adik adik yang telah datang lebih dulu yang saya kenal. 


Alhamdulillah ketika masuk tampak ruangannya sangat luas. Sangat representatif buat acara selevel Universitas. Sangat tertata dengan baik. Ada banyak meja bulat dengan kursi yang tertata melingkar. Begitu juga dibagian belakang yang agak terhalang oleh pintu, menjadi tempat yang pas buat kumpul angkatan ataupun sejawat. 


Ada banyak tokoh yang berhadir. Seperti Gubernur Sumatra Barat Buya Mahyeldi yang juga merupakan alumni Fakultas Pertanian, Prof Fasli Jalal mantan wamen Diknas dan sekarang menjadi Rektor Univ. Yarsi Jakarta, Pak Sahrul Ujud yang pernah menjadi Walikota Padang yang dulu sangat dekat dengan mahasiswa, kakanda Dr. Apt. Rustian MKes selaku Ketua Umum DPP IKA Unand yang juga menjabat sebagai salah seorang direktur di BNPB, Prof. Insannul Kamil WR 3, yang mewakili Rektor Unand, Bang Firdaus Hb yang sedangkan menggalang hajat nasional Sinergi Ranah dan Rantau di Ranah Minang dalam waktu dekat ini, serta banyak alumni lainnya, dari lintas angkatan dan lintas fakultas. 


Tak kalah rame juga alumni FMIPA yang hadir yang saya temui. Di antaranya da Kojenk Rozy, da Dasriel Adnan Noeha, da Febrianto da Yunis ni Lina ni Neny Rochyany ni Lin Yendri Surlini SSi serta Jelib Jelib Boy Martin Pch Muhardiman Yuwanita Annie M Donny Abdillah Sabrina Dahlizar Novan dll. 


Berdasarkan info dari ketua IKA Unand Jabodetabek, dokter Mulyadi Muchtiar bahwa ada sekitar 10ribuan alumni Unand yang ada di Ibukota saat ini. Dari sebanyak itu alumni tentu banyak potensi yang tersembunyi, yang belum terekspos dan terdata dengan baik. Inilah yang menjadi inisiasi ke depan bagi Ika Unand Jabodetabek sesuai tema yang diusung yakni "Mempererat Silaturahmi, Menjalin Potensi Alumni". 


Semoga pasca Halal bi Halal ini tema yang sangat baik ini bisa terwujud. Alumni Unand ini terdata dengan baik dan tentu terkoordinasi juga dengan DPP IKA Unand dan pihak Universitas Andalas. Pendataan alumni ini harus diintensifkan lagi, up to date.


Apalagi dengan status Unand yang baru saja berubah menjadi PTNBH, membutuhkan kerjasama yang solid dengan alumninya. Begitu juga sebaliknya, Alumni pun perlu mendukung program program unggulan yang diusung oleh pihak kampus, dalam segala hal. Silaturahmi dan Potensi Alumni harus dalam satu sinergi tak terpisahkan. Harus berkelanjutan. 


Tentu hal ini akan memberikan multiflier effect bagi pembangunan masyarakat Sumatra Barat secara langsung maupun tidak langsung. Untuk pembangunan dan pengembangan pariwisata di Ramah Minang, pak Gubernur mengajak serta seluruh komponen masyarakat. Terbuka bagi siapa saja yang peduli dalam hal ini, termasuk alumni dan pihak kampus Universitas Andalas. 


Bahkan dalam penyampaian pak Gubernur, libur lebaran yang lalu, triliyun uang yang beredar di ranah minang. Ini terdata dari tempat tempat wisata yang berbayar saja. Dan itu belum termasuk lokasi wisata yang gratisan. Namun semuanya sangat berpengaruh terhadap pergerakan roda ekonomi masyarakat yang ada di ranah minang. Banyak uang yang beredar di Sumatera Barat. 


Dan diakhir sambutan pihak Rektor Universitas Andalas dan Gubernur Sumatra Barat, ada tausiah agama yang diisi oleh ustadz 5 Benua, yakni K.H Dr Agus Setiawan Lc MA. Keren banget tausyiahnya. Merangkum apa yang disampaikan oleh para tokoh yang memberi sambutan, memberi energi positif akan penting silaturahmi. 


Selanjutnya acara Ishoma. Sholat dilaksanakan di lantai empat, terpisah tiga tingkat dengan tempat acara. Makan siang nya dengan nasi box yang keren dari Lumere Hotel. Lauknya mantap, buahnya pun ada, kerupuknya tersedia dan air mineral 600ml dalam satu box yang agak besar.


Sambil makan acara masih diisi "sharing" pengalaman dengan alumni Unand yang menjadi Dirut Bank DKI saat ini. Keren kan alumni Unand? 


Terakhir pembagian door price bagi yang hadir, setia hingga penghujung acara. Acara ini disambut dengan antusias, ditunggu tunggu, sembari mendengarkan dendang lagu dari alumni. Namun saya yang jarang menang dalam "Undian Berhadiah" seperti ini, akhirnya pulang jam dua lewat.


Rabu, 8 Juni 20202

Jam 23.15

Pak Samsuri

 Pak Samsuri


Olahan ayam dari dapur kami, Dapur Bundo Nova, selalu dari sini. Dari pak Samsuri yang membuka lapak ayam potong nya yang  tak jauh dari rumah. Beliau sewa lapak di sini dan tinggalnya di Pondok Kacang. 



Yang menjadikan saya suka belanja di sini disebabkan karena jaminan kehalalan dalam pemotongan ayam yang dia lakukan. Ini point pentingnya. Saya sudah saksikan beberapa kali. Selain itu selama bekerja, beliau sering mendengarkan muratol al Quran dari lantunan HP yang beliau bawa. Ketaqwaan tampak dari wajah dan cara beliau bertutur. 


Beliau sangat tenang. Tak ada yang terburu buru dalam cara beliau bekerja maupun melayani pelanggannya. Sabar. Beliau hanya bekerja di sini menjelang tengah hari saja. Boleh dikatakan beliau bekerja setengah hari saja. Dari jam enam pagi hingga maksimal jam 12 siang. Kadang jam 11 beliau sudah pulang. 


Istri beliau guru ngaji di rumah, kadang kadang ada juga yang privat. Kehidupan keluarga mereka seperti orang kebanyakan. Anak anak nya tetap sekolah seperti orang kebanyakan. Ada yang sudah bekerja, yang sulung. Bekerja sejak akhir perkuliahan di Universitas Pembangunan Jaya. Kampus swasta yang terbilang mahal di daerah Tangerang Selatan. Namun dengan prestasi akademik yang tinggi saat sma, anaknya mendapatkan kemudahan untuk kuliah di sana

Alhamdulillah, sekarang sudah lulus. Sudah bekerja di bidang IT. 


Namun kehidupan pak Samsuri ini tetap berjalan sebagaimana biasanya. Sederhana, bersahaja dan tetap bertawakal kepada Allah SWT. Berkah dari rezeki yang Allah tetapkan. Bekerja itu selingan, yang utama itu beribadah menjalankan syariat agama sesuai tuntunan Rasulullah. Syukuri apa yang ada, Allah akan ringankan segalanya. Bekerja untuk akhirat, dunia akan mengikutinya. Toh usia hidup di dunia takkan lama. 

https://youtu.be/ppdsVkhFpNg

Begitu hikmah yang saya dapat dari obrolan selama ini dengan pak Samsuri ini. Langganan kami untuk setiap kebutuhan olahan ayam buat pelanggan #dapurbundonova. Baik itu buat rendang ayam, ayam balado, ayam gulai, ayam patah lado mudo maupun ayam gorengnya. 


InsyaAllah, halal dan toyyiban bahan yang kita gunakan dan pasti sumbernya.

Senin, 30 Mei 2022

Tertahan di Klaten

Dalam perjalanan kemarin pagi dari Kota Kudus, kami menuju Jogjakarta sesuai rencana. Sempat mampir rehat dan sholat sunnah dhuha dan mengisi BBM di Rest Area KM 529 yang sangat indah. Di sini bisa menikmati Kota Semarang dari ketinggian dan alam yang indah sepanjang mata memandang. Kulineran di sini juga enak, komplit. Dan bagi lidah padang, tersedia RM Sederhana yang menunya lengkap dan ada paket murahnya Rp. 18.000 per porsinya, serta tersedia juga sate Padang dan Martabak Mesir. Sekedar info. 



Selepas rest area ini sengaja menelpon da Hendra Farma Johar karena akan melewati Kota Klaten. Dan ternyata si uda lagi di Solo bersama kak Dewi dan Puti. Alhamdulillah dengan takdir Allah kami bertemu secara dadakan di Assalam Hypermart, tak jauh dari pintu keluar tol Kertosuro. Saya dan Hendra sholat jumat disini, dan berlanjut makan siang kami bersama keluarga di RM Suharti. 



Setelah makan siang dan ngobrol sejenak, dari sini kami sama sama menuju Klaten. Saya ada janji silaturahim dengan sang Ketua Hendra Budiman. Teman satu kampus dulu yang beda jurusan. Saya di Kimia dan dia di Farmasi Unand. Kami sama sama angkatan 92 FMIPA Unand, dan juga sama sama aktif sebagai asisten Fisika Dasar hingga sarjana masing masing nya. Uang hasil asistensi ini, bagi kami sangat berarti saat itu. Setiap akhir semester sejatinya uang ini cukup untuk bayar SPP semester berikutnya dan untuk kebutuhan lainnya. Di saat itu teman satu angkatan dengan kami, ada 6 orang semuanya yang jadi asisten Fisika Dasar di Laboratorim Dasar Universitas Andalas. Dan kakanda Hendra FJ ini termasuk satu angkatan juga dengan kami saat penerimaan asisten FD ini, meskipun beliau dari angkatan 90.



Kami sama sama merantau ke tanah Jawa selepas sarjana. Namun dia sukses dengan perusahaan Herbal yang dia dirikan di daerah Klaten dengan "bendera" PT. Tradmed. Sebuah singkatan dari Traditional Medicine. Si Padang yang sukses dengan olahan herbal di tanah Jawa. Berawal dari jamu. Selain seorang pengusaha, dia juga seorang dosen Farmasi di Universitas Muhammadyah Klaten. Jadi usaha yang dia jalani sesuai dengan keilmuan yang dia miliki. 

Alhamdulillah, sore itu kami mampir ke pabriknya yang masih dalam tahap pembangunan dan InsyaAllah sebentar lagi tuntas. Hanya sebentar saja di sini kami selanjutnya diajak ke rumahnya, yang tak jauh dari pabrik dan kantornya itu. 


Sampai di rumah, kami bersilaturahmi dengan keluarga si boss yang sangat humble ini. Dari rumah kami berjalan kaki menikmati tawaran kuliner khas Klaten yang legend. Mi godok kuah dan goreng. Dan emang kuliner yang ditawari ini uenak tenan. Susah mencari tandingannya. Mantul, pokoknya. Begitu juga dengan pilihan minumannya, Teh Jahe. Saya sangat suka sekali. Hujan deras yang menemani sore itu terasa hangat dengan menikmati kulineran legend seperti ini. 


Sholat maghrib kami lakukan berjamaah di rumah Hendra dan selepas itu kami pamit dan lanjut memenuhi tawaran da Hendra untuk menginap di rumah kak Dewi. Rumah besar khas Jawa yang berada di hamparan sawah yang sangat luas. Rumah mewah. Mepet Sawah. Kami menginap semalam di sini. Agenda ke Jogja, tertahan di Klaten. 


Dan sehabis sarapan Sabtu pagi, kami ke luar rumah, menikmati udara pagi yang sejuk. Melihat pekarangan rumah yang luas dan di depannya sawah terbentang. Mentari seakan enggan keluar pagi itu untuk menampakkan kehangatan dirinya. 



Dari rumah ini terlihat gunung Merapi. Suasananya benar benar serasa di negeri Kapau Sumatra Barat. Beda di "spelling" nama gunungnya saja. Merapi dan Marapi. Pagi ini suasana berkabut, agak dingin. Pandangan terbatas. Namun kehangatan dan kebersamaan yang kami nikmati, sesuatu banget. 


InsyaAllah pagi ini kami lanjut ke Jogja sementara da Hendra dan Kak Dewi ke Cirebon bersama ibu mertunya, serta pak De dan istrinya ke Kediri. Pak de yang kami sebutkan adalah kakak ipar dari ka Dewi, istri beliau adalah kakak langsung dari kak Dewi. Pasutri yang baru kami kenal ini adalah pesiunan POS di Kediri. InsyaALLAH kalo nanti ada "jatah" ke Kediri, kami bisa mampir. Sebagai walisantri Gontor, tak tertutup kesempatan untuk jalan jalan ke sana. Ada dua pondok Modern Gontor Darussalam di sana. 


Alhamdulillah, indahnya silaturahmi kami. Bertambah saudara ternyata di rantau ini. Kemana pergi InsyaAllah gampang, hati lapang. 


Klaten, 28 Mei 2022

06.26

Subuh di Masjid Agung Kota Kudus

Ahamdulillah, selepas mandi jam tiga tadi saya langsung ajak si Bundo untuk ikut dengan saya ke mesjid. Meskipun Bundo sedang tidak sholat, tetapi beliau tetap bersedia menemani saya berjalan ke mesjid yang tak jauh dari penginapan. 


Suasana pagi yang asri, adem dan tak banyak kendaraan sangat sayang dilewati untuk olahraga jalan pagi sambil menunaikan kewajiban sholat subuh di masjid yang tadi malam saya singgahi sendiri. Dan pagi ini Bundo membersamai setiap langkah saya. Dan akhirnya ketika sampai di mesjid ini, Bundo pun takjub. MasyaAllah, katanya. 



Memang mesjid yang tertata dan terurus dengan baik. Entah ini mesjid pemerintah Kota atau tidak, sejatinya beginilah kita mengurus mesjid. Totalitas dan ikhlas. 


Saya yang sudah berwudhu dari penginapan tadi langsung masuk mesjid dan masih sempat melaksanakan dua sholat sunnah, tahyatul masjid dan rawatib nya. Dan setelah selesai dengan sholat sunnah, berdoa sejenak. Tak lama setelah saya berdoa, ternyata Imam masjid yang duduk tak jauh di depan saya terdengan membaca asmaul husna. Saya hanya mendengar dengan khusyuk dan tak lama kemudian beliau memimpin doa. 


Nah ini, yang unik. Baru di sini saya temui bahwa ada Imam masjid yang memimpin doa sebelum pelaksanaan sholat subuh. Ini yang sangat benar menurut saya. Mengapa? Karena diantara waktu terbaik untuk berdoa itu salah satunya adalah di antara adzan dan iqomah. Baru kali ini saya temui Imam yang memanfaatkan waktu seperti ini. Doa bersama menjelang iqomah. 


Alhamdulillah, semua jamaah yang hadir khusyuk mengikuti doa yang dipanjatkan oleh sang Imam. Tak ada terdengar suara apapun, kecuali suara Imam dan desis 'aamiin' dari jamaah yang ada. Ini jauh lebih terasa ketimbang lantunan sholawat yang menggunakan microphone sekali pun. Ini jauh lebih mulia. Mengamalkan hal yang sedikit, tetapi sangat dianjurkan. Yakni memanfaatkan waktu berdoa bersama menjelang iqomah. MasyaAllah. 


Dan selesai Imam berdoa, iqomah dilantunkan dan sholat subuh pun dilaksanakan. Selesai sholat, tetap ada zikir lagi, seperti yang kita temui di mesjid lainnya. Kekhusyukan sholat sangat terjaga di sini.


#####


Tak lama setelah selesai sholat dan berdoa saya keluar dan di teras mesjid, tak jauh pintu keluar sebelah kanan, Bundo menanti. 


Dan takjub kami lagi, ternyata ada sedekah sarapan pagi yang disediakan oleh DKM nya di dekat dua pintu masuk mesjid. Di tempatkan di tempat yang sangat tertata dengan baik, dengan indahnya. Setiap jamaah yang berminat silakan ambil. Dan ternyata tak hanya untuk jamaah subuh saja, tersedia setiap senin dan kamis sore bagi yang berbuka. Sesuai yang tertera di photo yang saya sertakan di tulisan ini. 



Alhamdulillah, sebagai mesjid yang berada ditengah tengah Kota, di alun alun kota tentu mesjid Agung Kudus ini menjadi tempat transit bagi para musafir. Tempat yang sangat menyenangkan bagi mereka yang butuh tempat sekedar rehat dan sholat menunaikan kewajiban nya. Air yang bening, mesjid dan kamar mandi serta toilet yang bersih. Ada area yang nyaman untuk tidur ataupun sekedar bisa rebahan untuk melepas sejenak lelah di badan. Dan di teras dan halaman mesjid bisa juga dimanfaatkan oleh anak anak untuk bermain dan berlari larian. Juga tempat yang nyaman buat rihlah sekeluarga, tanpa meninggalkan ibadah, karena alun alun kota ada di depannya. Inilah sejatinya fungsi mesjid yang ideal. Mantap jasa..... 


Barakallah buat DKM dan donatur yang telah menjadikan tempat ini tempat yang menyenangkan bagi jamaah dan para musafir. Bagi keluarga kecil di Kota Kudus ini, yang bisa menikmati liburan ringan di tengah kota, kapan saja. Tentu mesjid ini menjadi kebanggaan bersama. 


Keren deh pokoknya. Bagi para travellers seperti saya silakan mampir ke mesjid Agung Kota Kudus ini dan buktikan sendiri. Barakallah buat semuanya. 


Bada subuh, di teras mesjid Agung. 

27 Mei 2022

05.18

Alun Alun Kota Kudus

Setelah selesai tadi urusan pondok Tahfiz buat anak kami Dhifa, di Riyadhul Qur'an, kami segera pamit pada ustadz Isa dan ustadz Tri selalu pimpinan yayasan dan sekolah di sana. Masih dalam guyuran hujan yang sudah mulai berkurang kami turun dengan perlahan menikmati suasana yang syahdu ini. 


Sejak dari kota Demak bada sholat zuhur tadi hujan dengan derasnya hingga sampai di pondok pesantren tersebut. Dengan hujan seperti ini membuat kemacetan yang terasa selepas keluar tol kota Semarang tadi agak berkurang, sehingga kami datang ke pondok Riyadhul Quran ini agak lebih cepat. Dingin sepanjang perjalanan hingga sampai di lokasi sangat terasa. Maklum pondok ini posisinya di kaki gunung Muria. Namun kehangatan dalam komunikasi sejak kedatangan kami di salah satu pondok tahfiz di kabupaten Kudus dengan pihak administrasinya hingga pamitan tadi membuat kami yakin ananda kami akan betah di sana kelak. Apalagi ternyata ada link dengan adik sepupu saya ustadz Efrifraira dengan pembina pondoknya semoga makin menguatkan kami, agar si kecil ini bisa hapal al Qur'an sesuai permintaan kakak dan bundanya. Aamiin ya Rabb. 


Tak terasa 15 menit menuruni jalan menuju alun alun kota Kudus terasa cepat. Kami parkir di Joy's cake yang ada di sebalah kanan jalan. Parkiran kecil namun rame. Maklum Kudus hanya kota kecil namun tertata dengan baik. 


Di belakang Joy's cake itu ada toko toko kecil sebagai tempat kulineran nya khas Kudus. Pujasera nya ada di sini. Dingin nya hari membuat kami mencari yang hangat hangat. Dan kesukaan si Bundo adalah soto. So kami pesan soto ayam dan soto kerbau serta pindang ayam. Ada cemilannya juga antara lain Otak Goreng dan Sumsum Goreng selain sate telor dan ampelanya. Mungkin hanya di sini yang ada otak dan sumsum goreng, dugaan saya. Minum kami hanya segelas teh manis buat Dhifa, kami berdua cukup dengan  air putih hangat saja. Soto dan pindang ayam harga seporsi nya hanya Rp. 17.000, sudah termasuk nasinya itu. Yang dicampur bersama dengan soto dalam satu mangkok. Total makan enak kami di sini bertiga 98.000 rupiah. 

Link video kita kulineran bisa dilihat di bawah ini. 

https://youtu.be/yppM_KZNyJE


Lanjut ke penginapan OYO yang berada dekat alun alun ini dengan pilihan satu kamar saja, yang bisa diisi bertiga. Alhamdulillah harganya 150.000,- rupiah. Pilihan kami disini karena akses dekat dengan alun alun yang terkenal dengan Simpang 7 Kudus nya. 



Dan dekat alun alun ada mesjid Agung. Mesjid tua peninggalan sejarah Belanda sepertinya. Mesjid yang terawat dengan baik. Airnya bening sebening pualam yang melekat pada terasnya dan bagian dalam mesjid tempat sholatnya. Ada banyak tiang dengan ukuran besar besar. Mungkin jangkauan tangan dua orang belum cukup untuk memeluknya. 



Gerimis hujan masih mengguyur hingga malam ini. Namun alhamdulillah masih dapat momen menyimpan kenangan yang mungkin akan bisa diulangi kelak, ketika melihat Dhifa di sana kelak. Tiga bulan pertamanya Dhifa di sana, tak boleh dilihat sama sekali. Dan itu sesuai aturan pondok. Kami maklum, karena tiga bulan adalah masa transisi yang hebat. Lewat masa itu, InsyaAllah bisa dikunjungi sekali sebulan. Namun kami takkan ambil seperti itu. Kami yakin dengan banyak dikunjungi akan mempengaruhi mentalitas nya kelak yang dalam tahap belajar. Akan diatur waktunya yang pas saja. 


Dan kebiasaan saya yang suka cari cari info tentang kota ini berakhir dengan obrolan seru dengan petugas penjaga parkiran mesjid Agung ini. Banyak hal tentang Sunan di Demak dan Kudus yang saya ketahui. Di Kudus ada dua, yakni Sunan Kudus yang makamnya hanya sekitar 1km dari alun alun kota dan Sunan Muria yang makamnya sekitar 18km. Dan di Demak di masjid Agungnya ada makam Raden Patah dan satu lagi makam Sunan Kalijaga. 


Kalo Demak terkenal dengan sebutan Kota Wali sedangkan Kudus terkenal dengan  Kota Santri, Kota Kretek dan Kota Atlet Badminton nya. Kalo di Demak ada Simpang Enam nya, di Kudus ada Simpang Tujuh nya. Sementara Semarang dengan Simpang Lima nya. Nah kalo Simpang Raya ada dimana, ayo??? Hehehee, just kidding, karena saya yakin anda bisa menemuinya di beberapa rumah makan Padang.


Demikianlah sekedar catatan penutup malam hari ini. Rehat dulu buat esok lanjutkan trip ke Kota lainnya. Di sini waktu berlalu lebih cepat daripada waktu di Tangerang. 


Bersyukur segala yang ditargetkan tercapai hari ini. Kita mendukung program One Home One Tahfiz. InsyaAllah, semoga setidaknya salah satu anak kami bisa menjadi hafizhah kelak. Dan ini sedang kami usahakan dari sekarang. 


Penginapan OYO, Alun Alun Kota Kudus

26 Mai 2022

19.50

Jumat, 20 Mei 2022

Kolak Labu dan Teh Telor buat Berbuka

Memani buka puasa hari ini, dibuat dan dinikmati sedikit spesial. Masih ada labu yang diberikan Ama waktu balik ke rantau kemarin, hari ini bundo mengolahnya. Selama Ramadhan jarang kami membuat perbukaan. Cukup dengan nasi dan cemilan yang ada di rumah, sudah nikmat banget. 



Berbeda kali ini, buka puasa dimulai dengan air putih dan kolak labu plus ketan. Setelah itu kami sholat berjamaah di rumah berdua dengan si bundo. Dhifa masih tertidur bada ashar tadi. Kecapekan. Hujan yang mengguyur Puri Bintaro Hijau sedari sore tadi tak kunjung surut jua. 


Setelah selesai sholat, saya lanjut minum teh telor yang sudah disiapkan sebelum kumandang adzan maghrib tadi. Berbeda dengan teh telor dua hari yang lalu, kali ini kita tambahkan sedikit Susu Kental Manis. 


Alhamdulillah, tehnya pekat dan kental. Mantap dilihat. Aroma kulit manis dari 'bumbu teh telor' nya uenak dihirup, menyeruak setiap rongga yang ada di hidung. Dan setiap tegukan teh telor yang telah diaduk tadi makin mantap rasanya. Kemarin uenak, sekarang juga uenak. Sedikit lebih manis daripada yang kemarin tentunya, karena pengaruh susu kental manisnya. Namun tidak bikin eneg. Tetap nikmat. 



Layer yang didapat, seperti yang saya katakan kemarin ternyata bertambah sesuai kekentalan susu yang ditambahkan. Alhamdulillah kombinasi yang pas dan cukup buat buka puasa kali ini. 


InsyaAllah makan nasinya nanti saja, setelah sholat isya. Puasa sunnah syawal sudah tuntas, tinggal membiasakan dan melanjutkannya dengan puasa sunnah lainnya. InsyaAllah menggapai hidup sehat dengan tetap menjalankan ibadah wajib dan sunnahnya. Semoga ini bisa istiqomah hendaknya. 


Begitu juga dengan teman teman semuanya. Yuk manfaatkan waktu dengan tetap menjaga amalan seperti amalan Ramadhan kemarin. 


Qiamullail, tilawah alquran, puasa sunnah dan sedekah tetap jalan semampunya, sekuatnya. InsyaAllah semoga amalan amalan ini mencerminkan bahwa kita layak mendapatkan derajat taqwa di sisi Allah SWT. 


Sekali lagi mari manfaatkan waktu yang tersisa, yang Allah berikan kepada kita dengan senantiasa taat beribadah pada Nya, tebar kebaikan dan manfaat pada sesama. 


Jangan lupa juga stamina dengan mengkonsumsi yang baik dan halal. InsyaAllah dengan berdoa, segala yang kita makan dan minum menjadi tambahan tenaga, menjaga kesehatan dan obat jika tubuh ada sakitnya. 


Parung Serab Ciledug,

19 Mei 2022, 18.35 WIB

TAM (4) Menuju Pijoan Jambi

Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...