Mendadak sore tadi mendapat kabar dari si kakak di Pakistan. Kabar duka. Wafatnya Ummu Fifi, sohibnya, yang juga tak jauh rumahnya dari rumah kami. Hanya sekitar 8 menit kabar dari Islamabad datang lebih cepat ketimbang dari Pondok Aren ataupun Tangerang.
Begitulah Allah berkehendak. Kedekatan mereka berdua yang mengikat kedekatan kami juga, sejak mereka berdua sama sama jadi santriwati di Gontor Putri 3 Mantingan Ngawi hingga lulus menjadi ustadzah. Terbukti bahwa Gontor tidak hanya mempersaudarakan santri nya, tetapi juga kami selaku walisantrinya.
Dengan Ummu Fifi ini kami sudah kenal dekat. Beliau sering berkunjung ke rumah, begitu juga kami sering mampir di rumahnya. Selain dengan Ummu, kami juga dekat dengan ustadz Mahruroji Roji, Abu Fifi ini. Saling titip saat mudifah ke pondok, baik makanan ataupun uang, ataupun pesan tempat strategis di Bapenta.
Ummu kalo berkunjung ke rumah selalu membawakan peyek kacang, kesukaan kami. Beliau sangat baik orangnya. Ramah dan cekatan serta suka membantu.
Tetapi setahun belakangan, kami sudah jarang bertemu dengan beliau, karena sakit yang lumayan berat. Kesabaran Ummu dan ustadz Roji sedang Allah uji, sering ke rumah sakit untuk perawatan dan kontrol sakitnya secara berkala.
Tetapi sore tadi, jam 17.15 Ummu Fifi dipanggil Allah SWT. Ummu wafat. Sakit yang Ummu sudah tiada lagi. Ummu wafat dalam lingkup kasih sayang keluarga. Di rumah. Ummu sempat bersyahadat. Ummu di-talkin-kan olah sang suami tercinta. Insyaallah Ummu kembali keharibaan Allah SWT dalam keadaan Husnul khatimah.
Menjelang jam 6 sore saya dan om Susilo sudah sampai di rumah duka. Banyak yang melayat. Tak henti hentinya orang yang datang. Silih berganti. Ini sudah cukup sebagai bukti bagaimana kebaikan Ummu di lingkup tetangga dan juga sebagai istri dari Ustadz Roji yang merupakan kepala sekolah di SD IT Cordoba, yang tak jauh dari rumah beliau. Mereka berdua sama sama alumni pondok pasantren. Mengabdi sebagai guru. Tetapi Ummu mengajar di TPA yang ada di rumahnya sendiri. Meskipun dalam keadaan sakit ummu tetap mengajar anak anak mengaji.
Ummu insyaallah akan dimakamkan sekitar jam 8 pagi. Masih menunggu buah hati Ummu yang belajar di luar kota, di pondok pesantren. Insyaallah malam ini anak ini sudah berada di rumah.
Kesabaran dan keikhlasan dari ustadz Roji dan juga Fifi memang luar biasa. Setahun mereka dan keluarga besar merawat Ummu. Allah SWT lebih menyayangi hamba-Nya. Allah SWT akhiri sakit yang Ummu derita, dengan caranya. Dan bagi orang yang beriman, sakit itu adalah penggugur dosa. Mendengar proses wafatnya Ummu dari ustadz Roji, banyak hikmah yang saya ambil. Sakit sakaratul maut itu memang dahsyat, hanya dengan keimanan segalanya akan jadi ringan.
Begitu juga dari ustadz Roji, saya mendapat hikmah bagaimana semestinya peran sebagai suami dan sebagai ayah, serta bagaimana peran sebagai "sumando" di depan keluarga istri. Dan semuanya telah saya saksikan. Ummu pasti bangga dengan suaminya. Saya hanya bisa mendoakan semoga kelak mereka kembali berkumpul di Jannah Nya, Insyaallah.
Selamat jalan Ummu. Ummu orang baik. Punya suami juga orang baik. Anak-anak Ummu insyaallah jadi anak yang baik juga.
Ciledug Tangerang
2 Februari 2026, 21.56 WIB





Tidak ada komentar:
Posting Komentar