Alhamdulillah, sesuai rencana awal sore ini saya menuju kota Pekanbaru. Kota Bertuah. Semula pengen mencoba naik Aerobus yang lagi viral, ternyata tiketnya yang dijual secara online melalui aplikasinya, full book hingga 26 Juli.
Dan akhirnya pilihan jatuh ke PO NPM. Hal ini disebabkan rasa penasaran saja. PO ranah Minang yang sangat legend dengan kelas tertinggi nya Sutan Class. Konfigurasi seatnya 2-2 dengan total penumpang 30 orang. Terakhir naik ke PO ini ketika masih lajang dari Jakarta menuju Padang. Dan untuk trayek ke Pekanbaru unit unit yang ada, relatif lebih baru. Ini nanti bisa dibuktikan dengan nomor unit yang ada di setiap armadanya.
Dan dengan no bangku bagian depan kiri, saya merasakan kenyamanan. View yang lapang terlihat dari kacanya yang single glass tanpa tameng.
Menunggu bus ini dari siang tadi dengan selalu mendapatkan info terbaru dari agen yang ada di terminal bayangan di daerah Kreo Larangan. Hanya satu unit yang jalan menuju Pekanbaru Duri Dumai hari ini. Dan unit yang saya tumpangi berasal dari kota Bandung. Biasanya dua uni, satu dari Bandung dan satu lagi dari Bogor. Dari Bogor selalu berangkat lebih awal karena lebih dekat. Tetapi saat ini, dua unit dijadikan satu. Agak telat, tetapi agennya selalu berkabar.
Saya menunggu di rumah, dan setelah bus sampai di Petukangan, agen mengabari saya. Agennya mas Gambuh. Orang Jawa asli. Jam 16.20 sampai di sana, bus sudah standby. Menunggu saya yang membawa motor dari rumah dengan barang dibantu pegang oleh Nova. Sejenak setelah barang naik ke bagasi, saya menuju bangku yang sudah dipesan, Nova pun pulang ke rumah.
Ini yang agak lain saat ini.
Pertama: Biasanya saya yang menunggu bus. Dan sekarang bus yang menunggu saya. Alhamdulillah hubungan saya dengan mas Gambuh sangat baik. Sebelum saya naik bis, masih sempat diskusi, bagaimana rombongan pak Marjon kemarin ke Pekanbaru, tanya nya Saya bilang, Alhamdulillah dengan PO TAM jadinya. Awalnya rombongan atlet Woodball yang berjumlah 27 orang ini akan menyewa satu unit NPM melalui mas Gambuh. Ternyata unitnya kosong. Maklum musim liburan. Dan akhirnya rombongan ini kembali lagi ke Riau menggunakan PO TAM lagi. Tadinya pengen cari suasana yang berbeda.
Kedua: Baru kali ini saya berangkat sore ke Sumatra menggunakan bus. Biasanya pagi atau siang. Pengalaman baru lagi ini bagi saya. Meninggalkan kota Jakarta yang alhamdulilah tak begitu macet dengan kenyamanan bus yang oke punya, beda juga rasanya. Relatif lancar dalam perjalanan menuju terminal Poris Plawad. Mungkin karena beberapa kampus masih libur juga ya. Agak macet sedikit terasa di perlintasan kerata api dari jalan Daan Mogot menuju Poris. Biasalah kereta lewat sore itu.
Ketiga: Penumpang nya sangat heterogen. Biasanya kalo ke Sumatra umumnya adalah orang Minang. Tetapi kali ini adalah saudara kita yang dari Jawa, rombongannta naik di terminal Poris. Banyak bawaannya, baik berupa cangkul, aneka ukuran ember, alat tukang lainnya. Dan dari Kreo sudah terdengar percakapan bahasa Sunda di bangku bagian belakang. Ini unik. Ternyata Pekanbaru menjadi kota yang yang sangat majemuk. Segala suku ada di sana. Makanya banyak PO bus asal Sumatra berani buka trayek selain ke Bandung, juga ke Sukabumi, Tasikmalaya, dll. Segmen penumpangnya banyak, baik yang dari Sunda ataupun dari Jawa. War biyasa.
Hampir satu setengah jam dari Kreo menuju Poris Plawad melewati tol dalam kota. Hanya sekedar lewat dan tidak mampir di terminal Kalideres. Banyak juga yang naik di terminal Poris dan menjelang Maghrib keluar dari terminal, mengisi BBM dulu di SPBU terdekat. Setelah itu unit NPM ini menuju pelabuhan merak, berbarengan dengan satu unit Miyor suit combinya. Dugaan saya Miyor inipun dari Bandung juga.
Jalan malam menuju ujung Banten, pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Sumatra sangatlah lancar. Adem banget. Biasanyakan terik. Matahari masih di ubun-ubun. Alhamdulillah sekarang nyaman pake banget dah.
Semoga semuanya lancar ya. Mohon doa restunya untuk saya dan penumpang lainnya yang akan menuju propinsi Riau malam ini. Prediksi awal saya akan sampai di kota Bertuah dini hari, di hari Rabu nanti.
Demikian dulu, catatan pertama dalam trip kali ini.
Tol Merak Banten.
Senin 20 Juli 2026
18.42 WIB




















