Setelah rehat pertama di RM Siang Malam Kalianda dan dilanjutkan nyolar di SPBU yang tak jauh dari rumah makan tersebut, perjalanan malam ini benar benar saya nikmati dengan tidur nyenyak. Mungkin karena badan yang capek dan perut yang kenyang serta suspensi yang empuk dan bawaan supir yang halus, saya sudah tertidur menjelang bus masuk ke pintu tol.
Sempat tersentak sejenak ketika bus keluar tol mengambil penumpang berikutnya. Selepas itu saya benar benar tidur lagi. Bener bener nyenyak. Bangun bangun sudah sampai di pool PO TAM di kota Palembang.
Dan dari bang Doris saya tahu bahwa bus wajib lapor di sini. Aturan dan management PO TAM sangat ketat, katanya. Pakaian crew harus rapi dan lengkap. Dan diwajibkan yang lapor di sini adalah supir utama atau supir satu nya. Dan pergantian tugas driver terjadi disini.
Dan ketika menuju Betung, arah ke Palembang sangatlah macetnya, sebaliknya kami yang menuju Betung sangatlah lancarnya. Lepas kemacetan di sisi kanan, saya kembali tertidur. Lelap lagi. Bangun bangun ketika bang Doris menyampaikan ke penumpang yang mau menunaikan sholat subuh dipersilahkan turun. Alhamdulillah ini session yang saya takuti sebenarnya. Saya segera turun dan langsung menuju toilet. Kebutuhan biologis menjelang sholat subuh sudah menjadi alarm rutin. Ini yang saya cemaskan, jika harus antri. He-he-he. Paham ya maksudnya...
Setelah selesai urusan kebelakang, segera wudhu dan menunaikan sholat Sunnah dua rakaat. Sholat Sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah karena nilainya yang lebih baik dari dunia dan seisinya. Alhamdulillah kemudian dilanjutkan sholat wajibnya. Sunnahnya saja sudah sedemikian besar pahalanya, apalagi sholat wajibnya. Rugilah rasanya kalo meninggalkan amalan subuh seperti ini.
Kami menjadi penumpang yang terakhir naik PO ini, yang kemudian bus melanjutkan perjalanan ke rest area selanjutnya di RM Simpang Raya.
Ada sedikit error di aplikasi hp saya. Lokasi photo jelas di Sumatra Selatan tetapi tertera di gambar settingan lokasinya di Kabupaten Kediri. Sebuah kota yang belum kesampaian bagi saya untuk mampir di sana. Aneh. Dan menjadi buah pikir bagi saya dan Imam. Akhirnya ya give up.
Jam 6 kami sudah melewati pasar sungai Lilin, yang pagi ini tetap saja macet selepas jembatan dekat pasar tersebut. Pasar Sungai Lilin selalu begitu, mulai pagi hingga siang harinya. Muacet as always.
Sekitar dua jam berikutnya masuk Bayung Lencir dan tak berapa lama setelah itu masuk pintu tol menuju kota Jambi. Exit tol nya di Pijoan. Jalur tol baru yang masih gratisan, katanya.
Dan dari Doris juga saya baru tahu bahwa RM Simpang Raya sudah buka cabang baru di dekat pintu tol Pijoan. Dan itu sangat menguntungkan bagi PO PO yang menjadi langganan mereka. Pilihan cerdas dari sang owner. RM Simpang Raya ini sekitar 1km dari pintu tol. Lokasinya sangat strategis. Selain PO NPM dan ANS, hampir semua armada yang menuju Sumbar mampir di sini, begitu juga dengan PO TAM trayek ke Pekanbaru ini.
Rumah Makan ini baru seminggu beroperasi, punya mushola yang rapi dan bersih. Toilet yang banyak dan berdekatan antara wanita dan pria, tetapi terpisah oleh bangunan permanen nya. Memudahkan koordinasi bagi penumpang yang berkeluarga untuk saling tunggu.
Bangunan barunya ini keren. Sama dengan standar RM di lintas Jawa. Bersih dan terawat dengan baik, tidak mengapa lah harus membayar R 2000 per orang. Sangat wajar menurut saya. Lokasi yang lama masih ada, hanya untuk truk truk saja lagi.
Inilah pintarnya sang owner RM Simpang Raya ini. Pintar membaca peluang dan mencari lokasi yang sangat strategis untuk keberlangsungan usaha dan juga expansi usaha. Andai tidak begini, tentu RM ini akan ditinggalkan oleh PO yang melintas yang sudah menjadi pelanggannya selama ini. Saya rasa RM Minang Wisata, langganan PO ANS dan NPM juga akan merelokasi rumah makan mereka juga nantinya.
Kami makan nasi bungkus dari rumah makan sebelumya, dengan menambah dua porsi Indomie Telor, dua gelas teh telor dan satu gelas teh manis. Totalnya Rp 72.000,- saja. Lumayan buat ngirit. Di Kalianda sebelumnya hanya Rp 12.000. So sampai dua kali rehat kami baru mengeluarkan biaya 84.000 rupiah. Alhamdulillah. Dan masih ada lauk yang tersisa buat rehat ketiga nantinya di Japura, Riau.
Jalan jauh harus bisa mensiasati pengeluaran. Tetapi bukan berarti pelit ya...
Jambi, 11.23 WIB
17 Desember 2025