Jujur, saya merasakan kenyamanan dalam perjalanan dari Terminal Poris Plawad hingga ke Pelabuhan Merak. Dua orang, anak bujang dan gadis saya tertidur, sementara saya asyik menulis. Dan jarak yang biasanya ditempuh selama sekitar dua jam, tertempuh selama 1 jam 40 menit. Tak terasa memang. Suspensi bus ini sangat oke. Nyaman banget.
Sampai di Merak tak lama menunggu langsung masuk pelabuhan. Antri sebentar kemudian masuk ke dermaga eksekutif dan siap siap masuk ke lambung kapal, menunggu kendaraan yang keluar dari KMP Batu Mandi. Di sini antrian masuk ke dalam kapal lebih lama.
Selama waktu tunggu itu saya sempat melihat besarnya ombak yang ada. "Agak ngeri ngeri sedap", kata Bang Doris kernet TAM yang ternyata orang Simabua. Alhamdulillah suspensi PO ini bisa dinaikkan sehingga biasanya aman ketika masuk ke lambung kapal meskipun ombak besar. Namun tetap saja penuh kehati-hatian karena ombak sangat besar sore ini, ram yang ada antara kapal dan dermaga selalu bergerak-gerak.
Hangat nya obrolan saya dengan bang Doris ini sama hangatnya denga sang drivernya. Pak Mawardi. Beliau sudah setahun lamanya di PO TAM ini, yang artinya sama dengan trayek Jakarta Pekanbaru ini. Ya, PO TAM ini sudah setahun melayani trayek gemuk ini, Jakarta Pekanbaru. Dan kebetulan juga beliau urang Tanah Datar juga. Makin asyiklah lah kita ngobrol bertiga di depan. Dan tak lama kemudian ketika saya memvideokan saat bus masuk kapal, Imam pun datang di belakang saya, ikut nimbrung.
Bang Doris turun dari bus, membantu mengarahkan saat yang tepat bagi pak Mawardi untuk masih ke dalam kapal. Ombak tetap besar. Memang ngeri ngeri sedap juga saya lihat.
Namun akhirnya bus masuk ke dalam kapal dengan selamat, aman dan terus masuk dibagian depan. Di depan kami ada beberapa truk besar dan kecil. Dan di samping kami disusul oleh bus NPM tujuan Sumbar. Saya kira tadinya itu NPM tujuan Pekanbaru. Unitnya sama yakni Sutan Class juga. Biar ada teman lari malam ini bersama PO TAM yang saya tumpangi.
Tak lama kemudian kami segera masuk ke dek atas KMP Batu Mandi ini. Mencari posisi yang nyaman untuk satu jam atau satu setengah jam perjalanan ke depan, menuju pelabuhan Bakauheni. KMP ini sudah beberapa kali kami naiki, dan rasanya yang terakhir itu ketika konvoy dengan Nanik dari Sumbar menuju rantau. Saya masih melihat tempat duduk yang sama, cuma suasananya tidak seramai dulu ketika kami naiki.
Sekitar jam 17.15 WIB kapal mulai bergerak menuju pulau Andalas. Suasana mendung, sama ketika gerimis dan hujan saat di tol menuju pelabuhan Merak tadi. Sore ini tak terlihat cahaya Mentari. Tak ada sunset yang terlihat. Hanya mendung dan gerimis halus ketika melintasi Selat Sunda di sore ini.
Insyaallah diperkirakan sekitar jam 18.15 - 18.30 WIB nanti akan kami sampai di Bakauheni. Dan setelah itu menuju rumah makan sebagai rehat pertama dalam perjalanan menuju Kota Pekanbaru. Rehat pertama nanti di daerah Kalianda Kampung.
Alhamdulillah meskipun ombak agak terasa, KMP Batu Mandi ini berlayar dengan tenangnya. Beberapa pulau kecil menjelang pulau Sumatra samar terlihat. Cuaca mendung dan gerimis halus masih menemani perjalanan kami.
Selat Sunda, 17.50 WIB
16 Desember 2025




Tidak ada komentar:
Posting Komentar