Terimakasih MK, untuk palu yang kau ketuk tadi malam
Di ruang sidang yang terang, di bawah sorot kamera
Kau bicara jujur, tak lagi menyembunyikan
Kau katakan apa yang lama kami tanya
Tak ditemukan bukti yang meyakinkan
Tak ada ijazah, tak ada diploma
Yang setara SMA, atau yang sederajat dengannya
Terimakasih MK,
Kau sebut namanya jelas, Wakil Presiden RI saat ini
Gibran Rakabuming Raka
Yang certificate of attendance bukan bukti tamat
Yang catatan nilai bukan tanda lulus
Kau katakan: tak ada ijazah setara SMA
Meski kau juga berkata: tak bisa diskualifikasi
Karena status cawapres telah selesai
Saat sumpah dilantik 20 Oktober lalu
Terimakasih MK,
Setidaknya malam ini rakyat tahu
Kebenaran itu akhirnya dibacakan.
#####
Kau katakan juga tadi malam,
Dengan suara yang berat:
"Mahkamah tidak dapat membatalkan"
Bukan karena ijazah itu ada,
Tapi karena pintu mu sudah tertutup
Perkara PHPU Pilpres telah usai
Saat pelantikan telah lewat.
Lalu kemana ini akan bermuara?
Kata mu sendiri, wahai MK,
Ini ranah lembaga lain yang berwenang
Menilai sah tidaknya syarat calon
Sebagaimana diatur UUD 1945.
Maka bermuaranya bukan di jalanan
Bukan dengan caci dan fitnah
Bermuaranya di lembaga yang sah
Di DPR, di MPR, di PTUN, di MA
Di jalur yang konstitusional
Apa yang harus dilakukan bangsa yang taat hukum ini?
Taatlah pada hukum, seperti kau taat tadi malam
Jangan main hakim sendiri
Bawalah bukti itu ke sidang yang berwenang
Uji surat keterangan penyetaraan No. 9149/D.D1/KS/2019 itu
Uji certificate of attendance itu
Apakah ia bisa disetarakan menjadi SMA?
Biarkan hukum bicara dengan hukum
Biarkan dokumen dilawan dokumen
Bukan dengan amarah.
Karena jika negara ini taat hukum,
Kebenaran yang kau bacakan tadi malam
Tak akan berhenti di ruang sidang MK
Ia harus diuji sampai tuntas,
Sampai rakyat benar-benar tahu,
Siapa yang layak memimpin,
Dan dengan ijazah apa ia berdiri di sana.
Dan sekali lagi terimakasih MK.
Bintaro 7 Oktober 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar