Setelah ada informasi bahwa kapal akan "mendarat" di Bakauheni semua penumpang yang ada di kapal Jatra III ini bersegera balik ke kendaraan nya masing-masing. Memang tak banyak penumpang bus malam ini. Tidak berdesakan seperti biasanya yang saya alami selama ini di setiap kapal di lintas Jawa dan Sumatra ini. Sepi.
Namun ketika kembali ke dalam bus mestilah hati-hati juga. Apalagi ketika melihat genangan air yang ada di sepanjang jalur yang dilalui. Kadang ada saja aliran "urine" dari bus, yang nanti bisa mengotori pakaian yang kita gunakan. Saya sangat hati-hati dalam hal ini. Meskipun sudah ada larangan menggunakan toilet di mibil yang berhenti, tetapi tetap ada aja yang nggak mau tahu. Kebelet atau "tasasak" lah alasannya.
Menunggu antrian kendaraan untuk keluar dari lambung kapal, saya tertidur. Baru tersadar ketika bus sudah keluar dari tol, menuju rumah makan Wisata Minang yang ada di Kalianda. Istirahat pertama nya di sini.
Dan di RM Wisata Minang ini adalah tempat penukaran voucher makan dari setiap penumpang PO NPM ini. Dengan voucher yang ada, penumpang tinggal makan, dengan pilihan menu yang sudah disediakan. Nasinya boleh ambil bebas. Minumnya pun tinggal pilih air putih atau teh hangat.
Saya yang masih kenyang, tak mau juga memaksakan makan. Maklum sudah hampir tengah malam. Akhirnya saya memilih menukarkan voucher ini dengan roti yang ada. Daripada hangus dan roti itupun harganya Rp. 30.000 dan hanya harus nambah Rp. 5.000 Sambil menunggu waktu, saya juga pesan segelas kopi susu. Sudah lama nggak minum kopi susu urang awak ini. Segelas harganya Rp 13.000,. Menikmatinya sambil sesekali dicelupin sedikit demi sedikit potongan roti yang tadi dibeli.
Jam 00.05 bus kembali melanjutkan perjalanan menuju pintu tol dan tak lama berselang saya pun tertidur. Bangun bangun sudah di KM 340 menuju pintu keluar di Kramasan. Qadarullah ketika terbangun, HP saya terjatuh di sisi kiri sebelah jendela. Bingung juga bagaimana mengambilnya. Celahnya sangat sempit. Di kanan saya, si Albert masih tidur. Di bagian belakang dua penumpangnya juga nyenyak tidurnya. Mau minta tolong, nggak enak hati juga. Penumpang umumnya pada tidur. Hanya satu dua orang yang masih pegang HP nya mencari berita atau hanya sekedar scroll-an.
HP berbunyi karena stelan ya begitu. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 5. Akhirnya dengan segala cara, berhasil juga dijangkau. Ditarik dengan jari tengah dan telunjuk, diangkat perlahan dan diambil lagi dengan tangan kiri. Alhamdulillah akhirnya berhasil juga.
Dan tak lama kemudian keluar dari tol Kramasan, mampir sejenak di loket PO NPM. Ada satu penumpang dengan no seat 30 yang dalam perjalanan ke loket hendak ke Pekanbaru. Bus ini emang full. Banyak yang turun sekedar buang air di loket ini.
Setelah penumpang tersebut datang, bus juga bergerak kembali menuju mesjid terdekat untuk memberi kesempatan bagi penumpangnya menunaikan sholat subuh. Sesuai khasnya bus ranah Minang, memberikan kesempatan bagi penumpang untuk melaksanakan sholat subuh atau Maghrib dengan mampir di mesjid terdekat yang dilaluinya.
Tak lama kemudian bus jalan lagi. Ngantuk masih terasa. Tidur lagi. Masuk jalan Pemda Banyuasin saya terbangun, hingga akhirnya mampir sejenak untuk sarapan pagi di Betung.
Awalnya agak macet juga, supir bis mengambil inisiatif mampir di lokasi yang pada bulan ramadhan lalu saya singgahi bersama keluarga menjelang subuh. Tempat yang sama, cuma suasananya saja yang berbeda. Dulu rame sekali di sini walaupun jam tiga dinihari. Macet parah menjelang simpang Betung. Banyak kendaraan pribadi yang parkir di sini, suasana hujan pula.
Dan lagi tadi saya pesan Intel dan teh telor. Total dua mami ini, makanan dan minuman, hanya Rp 26.000-' saja. Murah banget. Tiga belas ribu rupiah masing-masing nya.
Hampir semua penumpang sarapan di sini. Ada juga yang cuci muka dan gosok gigi. Sayang saya lupa untuk hal begini. Biasanya istri yang suka ngingatin setiap pagi jika dalam perjalanan seperti ini. Pagi ini, lali aku.
Sei Lilin
Selasa 21 Juli 2026
10.48 WIB










