Penyakit menunda kebaikan dalam Islam namanya At-Taswif — artinya bilang "Nanti saja, besok saja".
Padahal besok belum tentu kita masih hidup. Ini adalah senjata paling halus dari setan. Tidak menyuruh kita menolak kebaikan, tapi menyuruh kita menundanya sampai akhirnya tidak jadi.
1. Apa kata Allah di Al-Qur'an?
Allah sangat tidak suka hamba yang menunda taat.
a. Kematian bisa datang tiba-tiba:
"Dan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat memajukannya." (QS. Al-A'raf: 34)
Kita tidak pernah tahu kapan giliran kita. Menunda shalat, menunda minta maaf, menunda sedekah — seolah-olah kita punya jaminan hidup sampai tua.
b. Penyesalan orang yang suka menunda:
Allah gambarkan penyesalan orang di akhir hayatnya:
"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS. Al-Munafiqun: 10)
Baru menyesal saat sakaratul maut. Ingin sedekah, ingin shalat, ingin baik — tapi sudah terlambat.
c. Perintah Allah: Berlomba, jangan menunda:
"Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan." (QS. Al-Baqarah: 148)
"Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu..." (QS. Ali Imran: 133)
Bahasa Al-Qur'an itu bukan "nanti", tapi "bersegera, berlomba". Siapa cepat dia dapat.
2. Apa kata Rasulullah SAW?
Rasulullah paling benci melihat sahabat menunda kebaikan.
a. Hadist tentang 2 nikmat yang sering ditunda-tunda:
"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari)
Selagi sehat, kita bilang "nanti aja puasanya". Selagi luang, kita bilang "nanti aja ngajinya". Giliran sakit dan sibuk, baru nyesel.
b. Hadist: Jangan tunda sampai 6 perkara datang:
Rasulullah bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datang enam perkara: Dajjal, dukhan, binatang melata, terbit matahari dari barat, kematian salah satu dari kalian, dan kiamat yang mengagetkan."
(HR. Muslim)
Artinya: Amal sekarang, sebelum pintu amal ditutup oleh kematian.
c. Shalat pun dilarang ditunda:
Ada sahabat bertanya: "Amal apa yang paling dicintai Allah?" Rasulullah jawab: "Shalat pada waktunya." (HR. Bukhari & Muslim)
Bukan shalatnya saja, tapi tepat waktunya. Islam mengajarkan anti menunda.
3. Kenapa kita suka menunda kebaikan?
Ulama bilang ada 3 penyebabnya:
1. Merasa masih lama hidupnya. Padahal tidak ada yang jamin.
2. Meremehkan dosa kecil. "Ah dosa kecil ini aja, nanti taubatnya gampang." Lama-lama jadi bukit.
3. Terlalu cinta dunia. Sibuk urusan dunia sampai lupa akhirat. Setan bisikkan: "Urusan duniamu dulu bereskan, ibadah nanti saja."
4. Obatnya biar tidak suka menunda — 4 Langkah Lugas
1. Ingat Mati — Setiap Hari
Rasulullah suruh kita perbanyak ingat pemutus kelezatan, yaitu kematian. Kalau ingat mati, kita tidak akan menunda minta maaf sama istri, sama teman alumni.
2. Anggap ini Amal Terakhir
Shalatlah seakan ini shalat terakhir. Sedekahlah seakan ini sedekah terakhir. Kalau begitu, tidak ada kata nanti.
3. Lawan dengan Langsung Kerjakan (5 Menit Rule)
Mau ngaji? Jangan tunggu mood. Langsung ambil wudhu, buka Qur'an 5 menit saja. Setan kalah kalau kita langsung bergerak.
4. Berkawan dengan Orang Rajin Ibadah
Kalau kawan kita rajin ke masjid, rajin sedekah, kita jadi malu untuk menunda. Makanya silaturahmi alumni yang isinya saling mengingatkan kebaikan itu sangat penting.
---
Kesimpulannya:
Menunda kebaikan itu bukan masalah waktu, tapi masalah iman. Orang yang yakin akhirat itu dekat, dia tidak akan menunda.
Jangan tunggu kaya baru sedekah. Sedekahlah maka jadi kaya hati.
Jangan tunggu lapang baru ke masjid. Ke masjidlah maka hati jadi lapang.
Jangan tunggu minta maaf saat lebaran saja. Minta maaflah sekarang, sebelum orangnya tidak ada lagi.
Semoga kita dijauhkan dari penyakit taswif ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar