Setelah rehat kedua di RM Simpang Raya Pijoan ini selama lebih kurang 40 menit, perjalanan dilanjutkan lagi. Rumah makan yang baru seminggu ini beroperasi adalah langkah strategis pak Haji, sang owner untuk mensiasati dan ekspansi bisnisnya. Dan ini adalah rumah makan ketiga dengan nama yang sama. Rehat berikut nya masih di rumah makan beliau juga. Dengan nama yang sama, tapi di daerah Japura Riau.
Dan dari obrolan dengan sang driver utama, bahwa rumah pak haji ini ada di samping kanan rumah makan Simpang Raya yang di Japura. Rumah putih bertingkat, yang ada aksesnya ke area rumah makan. Saya juag tahu sebelumnya karena info dari para youtuber yang sering meliput acara trip mereka di RM Simpang Raya Japura ini. Sebuah bisnis yang susah untuk merawatnya dengan para pemilik armada di lintas Sumatra, apalagi dalam rentang waktu yang sangat lama. Sama halnya dengan RM Umega di Pulau Punjuang Dharmasraya. Membangunnya tidak gampang, tetapi merawatnya jauh lebih susah. Nah usaha pak Haji ini perlu kita puji.
Selepas rumah makan ini sejenak saya memilih duduk di depan, disamping bang Doris sambil "maota lamak" dengan pak Edy, eks driver PO Handoyo. Bersama Handoyo beliau berkarir selama 7 tahun, sebelum bergabung dengan PO TAM enam bulan yang lalu. Beliau dengan posisi yang sama memegang line yang sangat jauh, Blitar Pekanbaru. Bukan orang sembarangan ternyata. Jam terbangnya sudah sangat tinggi sekali.
Dan dari management PO TAM ini ternyata ada bonus yang sangat menarik, bila membawa bus PP, trip bolak balik full penumpang. Bonus dengan nominal menarik bagi crew bis. Sayang dari Pekanbaru ke Sukabumi dan sekarang dari Sukabumi ke Pekanbaru, terisi 27 penumpang. Bonusnya setengahnya, kata beliau.
Jam 10.30 bus mampir ke terminal Jambi, sesuai aturannya. Tak lama, sejenak saja, sekedar laporan saja. Dan kemudian sempat menurunkan penumpang di agent TAM Jambi yang berada pas di depan terminal tersebut. Penumpang tak turun di terminal, tetapi di kantor agen perwakilan TAM ini. Menurut saya memang lebih aman di sini, di jalan utama.
Dalam perjalanan sempat berhenti sejenak ketika crew bis membeli dulu di pinggir jalan. Dan diikuti beberapa penumpang lainnya termasuk saya yang terakhir. 3kg dulu manis seharga Rp 50.000,-. Baru musim kayaknya.
Dan ternyata mata supir itu memang sangat jeli. Ada celah sedikit, bisa menyibak antrian di SPBU, beliau langsung sigap berhenti sejenak mengambil posisi mencari celah kosong dalam antrian solar yang memang langka di Lintas Sumatra ini. Ada tiga kendaraan di depan. Dan momen ini saya sempatkan untuk sholat jamak qashar, Zuhur dan Ashar. Jam sudah menunjukan setengah dua lewat. Ini adalah nyolar kedua, yang cukup untuk sampai di Pekanbaru Kota Bertuah.
Ngantuk terasa saya pindah ke belakang, ke posisi semula. Menjelang jam tujuh malam, bis pun sampai di rehat ketiga, rehat terakhir di RM Simpang Raya Japura, propinsi Riau.
Japura 20.00 WIB
17 Desember 2025



Tidak ada komentar:
Posting Komentar