Setelah sarapan menjelang pertigaan simpang Betung, jalan relatif lancar. Sesekali di beberapa titik dalam perjalanan, "rinai" pun turun. Hal yang sangat dirindukan selama ini. Hujan yang sangat jarang di Jakarta.
Suasana adem dalam perjalanan pagi itu, membuat mata agak berat. Beberapa kali tertidur dan terbangun.
Dan sejauh itu perjalanan dari Jawa, baru pertama terlihat kecelakaan yang menimpa sebuah truk. Bagian depannya lumayan hancur. Ini juga yang menyebabkan macet yang lumayan panjang tadinya. Bergantian buka tutup jalan. Macet dari dua arah, menuju Jambi dan menuju Palembang. Dua kali sesudah itu truk cold diesel, "rabah" di kiri dan kanan jalan dalam jarak yang lumayan. Tidak berdekatan. Memanglah dalam perjalanan itu perlu kehati-hatian dan doa agar terhindar dari musibah kecelakaan.
NPM yang kami tumpangi tidak masuk ke jalur tol Bayung Lencir Pijoan. Mereka menuju rumah makan kedua, yakni RM Wisata Minang. Masih satu grup dengan yang di Kalianda Lampung.
Menjelang turun dari bus, telpon masuk dari Hendra Sutra, sohib yang ada di Duri. Sambil menuju ke kamar mandi dan berwudhu komunikasi tetap jalan meski menggunakan speaker. Namun ketika akan sholat jamak qashar, terpaksa dihentikan dahulu obrolan kami ini. Tetapi inti dari pembicaraan sudah kami dapatkan bersama.
Selesai sholat, segera kembali ke rumah makan untuk memberi nutrisi tubuh. Seporsi nasi yang ditakar oleh pelayan rumah makan, saya lanjut ambil sepotong ayam gulai yang menarik. Soto tak menjadi pilihan. Begitu juga dengan asam padeh ikan ataupun gulai ikannya. Sayurnya habis. Hanya ditambah cabe ijau sekedarnya saja.
Sambil makan, saya lanjutkan berkomunikasi dengan da Nisfwan Guchiano. Tadi sempat masuk panggilan dari beliau setelah obrolan dengan Hendra selesai. Ternyata ada pesan WA yang masuk dari Mamak ini yang perlu direspon segera. Ada undangan acara Jumat malam di sebuah hotel di Pekanbaru. Insyaallah kami berdua akan menyempatkan juga untuk hadir. Acara Unand dengan DPP IKA Unand. Undangan terbatas.
Selesai makan, selesai pula obrolan dengan Mamak ini. Dan saya segera menyelesaikan pembayaran atas makan dan minum yang dinikmati. Nasi dengan da ayam gulai plus segelas es teh manis totalnya Rp 45.000,-. Digenapi 50.000 dengan menambah satu botol air mineral 600ml. Komplit lah sudah, nutrisi siang itu. Ayam gulainya enak.
Tak berapa lama kemudian bus melanjutkan perjalanan ke kota Jambi. Agak tersendat karena jalan mulai rame memasuki pusat kota. Ada penumpang turun dan naik di terminal Alang Barajo, kota Jambi.
Begitu juga da seorang Ibu yang naik menjual dagangannya. Saya beli sekotak dadar gulung seharga 10.000 dan dua kotak lainnya untuk driver dan kru yang ada di depan. Hitung-hitung untuk menolong si ibu tersebut atas usahanya mencari nafkah buat keluarga. Dadar gulungnya enaknya juga. Tak terlalu manis.
Merlung
21 Juli 2026
19.17 WIB



Tidak ada komentar:
Posting Komentar