Jumat, 26 Desember 2025

TAM: Japura Pekanbaru (6)

Alhamdulillah sekitar jam 7 malam kami sampai di rehat ketiga atau rehat terakhir sebelum sampai di tujuan akhir, kota Pekanbaru. Rumah Makan Simpang Raya Japura. Bus satu-satunya PO TAM yang landing. 

Turun lebih awal saya sempat diskusi dengan bang Doris sejenak, sebelum bersama Imam dan Dhifa mencari toilet dan selanjutnya mushola buat sholat jamak qashar Maghrib dan Isya. Mushola terletak terpisah di sebelah kiri rumah makan sementara toiletnya berada di dalam rumah makan bagian belakang.


Saya sholat duluan, imam menyusul belakangan. Agak lama dia di kamar mandi. Sementara Dhifa telah menunggu di rumah makan ketika saya selesai sholat. 


Kami memesan dua porsi makan dengan lauknya gulai ayam, plus dua nasi "tambuah" yang disertakan dan buat Dhifa seporsi soto tanpa nasi. Serta satu cup "raga-raga". Total yang kami bayar sejumlah Rp 108.000,- saja. Sotonya oke punya. Gulai ayam nya enak banget. Sengaja pesan langsung begini ketimbang dihidang. Harganya pasti berbeda.

Alhamdulillah kenyang, kami langsung ke bus yang sudah menunggu. Dan ketika keluar dari rumah, sudah ada dua unit PO TAM lainnya. Satu unit yang dari Bandung menuju Pekanbaru baru dan satu unit lagi dari Pekanbaru menuju Bandung. Jam 19.30 perjalanan dilanjutkan.


Oh ya, unit yang dari Bandung mendahului kami ketika mengisi solar terakhir dan kemudian gantian kami yang menyusul dia ketika dia nyolar di SPBU menjelang masuk Japura tadi. Meskipun kami berangkat duluan, sepertinya nanti bisa iring-iringan masuk ke kota Pekanbaru nantinya.


Tak banyak yang bisa dinikmati dalam perjalanan malam seperti ini, apalagi perut sudah rada kenyang. Perkiraan masuk nanti di kota Pekanbaru sekitar tengah malam.


Namun dalam perjalanan tadi, ada satu penumpang yang pindah ke PO Rapi, dengan tujuan Medan. Supir dan kernet TAM ini sangat baik, sengaja menghentikan bus Rapi agar penumpang ini bisa langsung dapat bus yang ke Medan. Andai datang tengah malam nanti di Pekanbaru akan susah mencarikan bus yang langsung ke Medan. Berkemungkinan besar akan berangkat esok hari, tertunda semalam.


Penumpang yang ke Medan ini sama sama saling kenal ketika di terminal Poris. Kami sama sama saling cerita. Alhamdulillah ada kemudahan juga. Awalnya perkiraan sampai di terminal Payung Sekaki Pekanbaru ini sekitar jam 8 malam. Tetapi agak meleset. Maklum perjalanan jauh susah ditebak. Banyak faktor yang bisa saja terjadi.


Ternyata selepas dari rumah makan Simpang Raya tadi sudah mulai berkurang jumlah penumpangnya. Bagian depan sudah mulai longgar, demikian juga sebagian yang di belakang. Menjelang sampai di pool PO TAM ada lagi yang turun di jalan sudah memasuki kota Pekanbaru.


Dan saat akan pergantian hari kami pun sampai di pool PO TAM ini. Driver menyarakan kami turun di pool ketimbang di simpang Arengka. "Jauh lebih amanbdan juga lebih gampang jika memesan grab", katanya. 


Ternyata apa yang beliau sarankan itu benar adanya. Segala koper dan barang bawaan penumpang yang tersisa di bus, dibantu turun oleh bang Doris, kernet yang sangat ramah. Dipastikan semuanya aman, bus mencari posisi yang tepat untuk "dimandikan" juga malam itu. Sesuai protap yang ada, ternyata. Dan didekat bus yang kami tumpangi, terlihat sebuah unit PO TAM tronton, khusus buat pariwisata. "Unit keren ini mah", kata saya dalam hati.

Saya segera memesan grabcar yang ada di aplikasi, dan kurang lebih sekitar 7 menit kemudian kami pun beranjak menuju jl. Piranha gang Piranha 2. Perjalanan sekitar 15 menit, dengan Agya merah, akhirnya sampai di rumah Mak Dang. 


Mak Dang dan Amai sudah menunggu kami. Mereka berdua memantau kedatangan kami bertiga. Bergiliran mereka tidur sehabis isya. Bercengkrama sebentar, sebelum kami gantian mandi dan akhirnya tidur dengan lelapnya. Meluruskan badan di kasur adalah kebutuhan utama saat itu.


Jum'at, 26 Desember 2025

08.12 WIB

1 komentar:

Fokus Pada Tujuan Akhir

Jika diibaratkan mobil, ada tiga buah spion dan satu kaca yang besar. Tiga spion kiri dan kanan dan satu dibagian atas. Meskipun tiga spion,...