Meninggalkan kota Padang penuh dengan kepuasan, karena segala yang direncanakan berjalan sesuai harapan. Bahkan kadang ada hal yang di luar perkiraan. Jadwal yang padat, alhamdulillah terbantu dengan stamina yang prima.
Di dalam bus, siang ini mengingatkan kenangan puluhan tahun yang lalu ketika merantau ke Jakarta ataupun pasca pernikahan. Lain daripada itu, perjalanan menggunakan bus dari ranah Minang ini, semuanya di mulai dari kota Bukittinggi.
Banyak kenangan sepanjang jalan. Terutama ketika awal merantau setelah lulus sebagai sarjana Kimia Unand. Ke Jakarta waktu itu naik di jalan, di kawasan Semen Padang. Daerah Indarung. Naik bus ANS kelas ekonomi dengan harga tiket waktu itu Rp 25.000,-. Harga yng lazim waktu itu. Bus ekonomi dengan konfigurasi bangku 2-3.
Namun sekarang jalan yang ditempuh, masih sama, armada bus nya sudah jauh berubah. Mengikuti zamannya. Apalagi unit PO TAM dengan Grand Captain Seat ini, duduk di bagian depan, di atas posisi driver dan crew nya, memiliki pemandangan yang sangat luas. Sangat memanjakan mata. Tanpa penghalang.
Alam indah, suasana pegunungan dan perbukitan, jurang yang dalam tampak dengan jelasnya. Area pembangunan flyover Sitinjau Lauik termasuk yang jadi perhatian. Terbayang bagaimana ini nanti jadinya. Kemacetan ataupun kecelakaan yang sering terjadi selama ini, semoga akan berkurang
Pembangunan itu berlanjut lagi, setelah sempat heboh dengan demo dari segelintir orang yang mengatasnamakan organisasi masyarakat setempat. Harapannya tak ada lagi demo yang demikian di ranah Minang. Semoga setiap persoalan bisa diselesaikan dengan damai tanpa menggangu pembangunan yang sedang berjalan.
Tanjakan Sitinjau Lauik, tikungannya yang viral sangat indah dinikmati dari atas bus dengan seat tinggi ini. Tak puas mata memandangnya.
Alam yang indah akan terpampang hingga masuk ke kabupaten dan kota Solok. Bagi yang hobby jalan-jalan seperti saya, Grand Captain nya TAM ini kayak dicoba. Kalo di PO Miyor, posisi ini disebut President Seat. Harganya sedikit lebih mahal daripada Grand Captain ini. Maklum secara keseluruhan class nya Miyor memang yang teratas
Suasana yang dingin ketika memasuki kota Solok sempat membuat saya tertidur. Terbangun ketika ada macet panjang di sekitar daerah Talang. Ada pengecoran jalan. Buka tutup pun diberlakukan. Ini menjadi penyebab telat masuk ke terminal Bareh Solok.
Biasanya jam 12.00 - 14.00 bus Padang masuk TBS ini, tetapi kali ini kami sampai di terminal ini sekitar jam 15.30. Agennya PO TAM ini ada di pojok terminal menuju pintu keluar.
Alhamdulillah, waktu yang pas untuk melaksanakan sholat qashar Zuhur dan Ashar. Ada toilet dan musholla di seberang agen TAM ini. Toilet lumayan bersih dan musholla nya juga lumayan bersih dan wangi. Dua rakaat sholat Zuhur dan Ashar tak terasa tunai sudah. Ada kepuasan setelah menunaikan kewajiban sebagai hamba-Nya ini. Ada ketenangan tentunya.
Sambil menunggu penumpang yang naik di sini, saya sempat beliau dua potong nenas. Nenas buah yang sarat dengan vitamin C ini, sangat cocok bagi kita yang melakukan perjalanan jauh buat jaga stamina. Dua potong dengan harga Rp 4.000,-.
Dalam kemacetan di Sijunjung
30 Juli 2026
19.00



Tidak ada komentar:
Posting Komentar