Ketika bus sampai di terminal Bareh Solok crew nya mempersilahkan penumpang untuk ke kamar mandi dan menunaikan sholat di area terminal. Suatu kelaziman dalam perjalanan bagi tiap-tiap PO Sumatra Barat dalam urusan ibadah ini.
Tak berapa lama menjelang jam empat sore bus meninggalkan terminal. Empat sampai lima jam lagi menuju rehat berikutnya di RM Umega Gunung Medan. Untung nya tadi saya sempat beli nasi di sekitaran Indarung ketika bus berhenti dan saya lihat driver assisten turun untuk beliau nasi bungkus. Ikutan pula lah saya, insting saja. Dan ternyata insting saya benar. Jadwal makan malam masih lama.
Perjalanan sore selama di Solok hingga ke Sijunjung akan menikmati alam yang indah. Balutan antara sawah, hutan dan bukit barisan. Sayang untuk ditinggal tidur.
Bus berhenti sebentar di pusat oleh oleh, sebagai syarat sebelum lanjutkan perjalanan. Namun tak ada penumpang yang turun, saya lihat. Hanya sesaat disini bus lanjutkan perjalanan. Mungkin para penumpang sudah lengkap segala oleh-oleh yang akan dibawa ke perantauan.
Sama halnya dengan yang di Talang, sepanjang jalan menuju Dharmasraya ada beberapa titik pengecoran jalan. Pengecoran jalan yang cukup panjang dan menyebabkan antrian yang panjang dari kedua arah. Ini yang menyebabkan keterlambatan perjalanan bus Sumbar akhir-akhir ini. Terlambat sampai di ranah ataupun sampai di rantau.
Namun di setiap kemacetan, ada rezeki bagi masyarakat tempatan. Ibu ibu memanfaatkan suasana ini untuk berjualan. Seperti yang kami nikmati sore ini. Ada yang jualan dengan paket komplitnya, ada yang secukupnya saja. Dengan tentang keranjang ataupun gantungan. Satu paket nasi goreng, mie goreng dengan harga Rp 10.000,-. Gorengan dan onde-onde satu bundling, dua paket, seharga Rp 15.000,-. Ada juga yang jual pargedel jagung, kacang tojin dan tahu Sumedang nya.
Dan crew bus pun bersahabat dengan mereka. Saling pengertian. Dan ketika ada yang terjual, pedagang ini pun memberi beberapa paket buat crew bus. Simbiosis mutualisme kah? Entahlah. Yang jelas penumpang dalam kondisi begini juga terbantu. Litak litak dalam perjalanan pasti lah ada. Yang bawa anak-anak tentu senang. Balanjo di ateh bus. Candu jajan dapat. He-he-he
Ketika lepas dari Sungai Lasi, saya berkabar ke sobat yang belum pernah bertatap muka selama ini. Sobat yang selalu berkabar kalo saya dalam perjalanan melewati Silungkang. Namanya Ipe Rasoki . Seorang youtuber yang selalu memantau dan melaporkan jika ada gangguan laka dalam perjalanan bus di sekitaran Silungkang, Sawahlunto dan Sijunjung. Tetapi setiap bus yang viral selalu tayang di FB beliau. Nah ketika di Sungai Lasi tadi saya kirim tulisan pertama saya dan ternyata quick respon. Beliau langsung tanya posisi saya.
Tak berapa lama bus TAM yang saya tumpangi beliau videokan dan di photo juga. Langsung kirim tak menunggu saya minta. Keren lah pokoknya. Moga dengan bang Ipe suatu waktu nanti saya bisa bertemu langsung. Moga dengan Terios nanti bisa mampir di tokonyo. Tokonya persis sama dengan namanya. Ipe Rosaki, yang berada di daerah kebun Jeruk Silungkang.
Sawah Lunto terlewati, masuk kabupaten Sijunjung sudah menjelang Maghrib. Tak banyak yang bisa dinikmati. Bus pun berjalan pelan. Tak bisa dipacu juga. Buka tutup jalan tetap terjadi.
Dan akhirnya baru sampai di RM Umega jam 20.50 WIB. Saya yang menahan pipis sedari tadi langsung turun, ke kamar mandi dan segera berwudhu setelah itu. Sholat jamak Maghrib dan Isya dulu. Sekali jalan.
Lepas itu langsung masuk ke dalam rumah makan. Bingung antara soto atau makan prasmanan. Akhirnya memilih prasmanan karena penasaran dengan rendangnya yang viral. Viral karena rendang di sini selalu jadi pilihan YouTube bisser mania.
Dan ternyata emang benar. Rendangnya lembut, bumbunya tadi terambil banyak. Juga enak. Nasi putih dua "cup" cukup besar buat porsi saya. Sayurnya yang ada hanya lobak yang ditumis. Cocoklah itu. Dah itu saja yang saya makan, minumnya air mineral gelas yang tersedia di meja. Total nya Rp 38.000,-. Menggunakan voucher dengan memperlihatkan tiket online, saya hanya menambah Rp 13.000,- saja. Lainnya sudah dipotong otomatis dari bagian servis bus. Alhamdulillah.
Sholat sudah, makan sudah. Sejenak sebelum berangkat ambil gambar sejenak. Memanfaatkan waktu sebelum berangkat bus menuju Pijoan.
Sungai Lilin Palembang
31 Juli 2026
08.40






Tidak ada komentar:
Posting Komentar