Bismillaahir Rahmaanir Rahiim...
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Aksi dan Reaksi Kehidupan
Warna Kehidupan - Sayangi orang lain, maka anda akan disayangi. Cintai orang lain, maka anda akan dicintai.
Kata Albert einsten, “Ada aksi, ada reaksi”. Ini tidak hanya berlaku untuk teori Fisika yang ditemukannnya. Ini tidak hanya bisa digunakan dalam hitungan angka-angka. Ya, hal ini juga berlaku untuk kehidupan keseharian kita. Jika kita baik, maka semesta akan baik kepada kita. Begitu juga sebaliknya.
Jadi, semua yang kita lakukan ibarat cahaya. Akan kembali terpantulkan kepada kita. Bahkan Allah pun telah berjanji, barang siapa yang melakukan kebaikan sekecil apapun, maka akan ada balasannya. Dan begitu juga dengan ketidakbaikan yang kita lakukan, Allah juga telah menjanjikan balasannya.
Bahkan janji akan balasan kebaikan itu malah berlipat ganda akan diberikan oleh Allah kepada kita. Berlipat gandanya kebaikan yang dibalas Allah terhadap segala amal kita, maka ketidakbaikan kita juga akan dibalas berlipat ganda oleh Allah. Karena itu, merugilah kita sebagai manusia jika kita hanya terfokus melakukan hal yang tidak baik. Memang tidak ada manusia yang sempurna. Tapi setidaknya ketidakbaikan yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan itu dapat diimbangi dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan.
Manusia belajar dari kesalahan. Jika sudah mengetahui bahwa kita salah, jika masih punya hati, tentu kita akan berubah sedikit demi sedikit. Bisa saja jika kita mau. Bisa saja jika kita bertekad untuk berubah ke arah yang lebih baik. Tapi kembali, tergantung kepada niat.
Jika kita tanamkan niat itu dalam-dalam ke dada, Insya Allah apa yang kita inginkan pasti akan terwujud. Jika kita melekatkan niat baik itu serekat-rekatnya di dalam hati, insya Allah Dia akan memberikan kemudahan kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kita sering lupa, Ada sang Maha Segalanya yang selalu mengawasi kita. Sebagai manusia, sebagai umat Nabi Muhammad yang katanya paling lemah imannya, bisikan-bisikan setan itu terkadang membuat manusia itu terlena.
Rabu, 11 September 2019
Ketika Masalah Menghimpitmu dari Semua Sisi
Sebuah tulisan yg sarat makna saya dapatkan pagi ini, saya simpan sebagai pengingat diri suatu saat nanti.
*****
*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*
*_Semangat Subuh_*
*Ketika Masalah Menghimpitmu dari Semua Sisi*
– Alkisah seekor rusa betina sedang hamil tua.
Ketika mendekati detik-detik kelahirannya, rusa ini pergi ke suatu tempat yang jauh di sisi hutan yang berdekatan dengan sungai.
Tiba-tiba sesuatu yang tidak ia bayangkan terjadi !
Terdengar suara gemuruh dari langit dan tiba-tiba tampak kilat yang menyambar ke permukaan bumi. Hutan kering ini terbakar dahsyat karena percikan api dari petir tersebut.
Ketika rusa ini menoleh ke kiri, tampak seorang pemburu telah siap melesatkan anak panah ke arahnya.
Saat menoleh ke kanan, ia pun terkejut melihat seekor singa lapar yang siap menerkamnya.
Maka tiada pilihan bagi rusa ini selain :
1. Mati dimangsa singa.
2. Mati terkena panah.
3. Mati terbakar.
4. Atau mati tenggelam karena melompat ke sungai.
Bahaya mengancam dari berbagai penjuru dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlari.
Lalu apa yang harus ia lakukan?
Bersedih dan merintih?
Menangis dan menjerit?
Atau ia harus berlari sementara kondisinya begitu lemah?
Atau menyerah pada keadaan?
Rusa pun pasrah. Dia hanya fokus untuk melahirkan bayinya.
Lalu apa yang terjadi?
Kilat-kilat yang menyambar mengganggu pandangan si pemburu. Akhirnya panah yang dilesatkan pun meleset dan mengenai si singa lapar. Singa malang itu mati seketika.
Tiba-tiba hujan datang begitu deras dan memadamkan kebakaran di hutan tersebut.
Rusa pun melahirkan dengan selamat !
Pelajaran penting dari kisah ini adalah :
Mungkin kau pernah mengalami kondisi seperti rusa ini…
Segala kesulitan menyerbumu dari segala arah. Masalah datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.
Masalah di tempat bekerja, masalah di dalam rumah, masalah di jalan, masalah dengan anak-anak kita semuanya datang bersamaan.
Seakan kau tidak bisa lagi berbuat apa-apa..
Lalu apa yang harus dilakukan?
Jadilah seperti Rusa. Biarkan semuanya berjalan apa adanya.
Lakukan sesuatu yang mampu kau lakukan !
Lalu tinggalkan sisanya, karena disana ada Tuhan yang mengatur jalan kehidupanmu..
Sungguh ia lebih menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya.
Jangan sampai engkau kehilangan harapan dan keimananmu !
Dia lah yang akan menyelesaikan semua masalahmu dan menyembuhkan luka-lukamu.
ۖ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Dia (Allah) mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS.Yunus:3)
Ingatlah selalu :
Jangan berkata, “Tuhan, aku memiliki masalah yang besar…”
Tapi katakan, “Hei masalah, aku memiliki Tuhan Yang Maha Besar !
وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.”
(QS.Yusuf: 21)
*****
*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*
*_Semangat Subuh_*
*Ketika Masalah Menghimpitmu dari Semua Sisi*
– Alkisah seekor rusa betina sedang hamil tua.
Ketika mendekati detik-detik kelahirannya, rusa ini pergi ke suatu tempat yang jauh di sisi hutan yang berdekatan dengan sungai.
Tiba-tiba sesuatu yang tidak ia bayangkan terjadi !
Terdengar suara gemuruh dari langit dan tiba-tiba tampak kilat yang menyambar ke permukaan bumi. Hutan kering ini terbakar dahsyat karena percikan api dari petir tersebut.
Ketika rusa ini menoleh ke kiri, tampak seorang pemburu telah siap melesatkan anak panah ke arahnya.
Saat menoleh ke kanan, ia pun terkejut melihat seekor singa lapar yang siap menerkamnya.
Maka tiada pilihan bagi rusa ini selain :
1. Mati dimangsa singa.
2. Mati terkena panah.
3. Mati terbakar.
4. Atau mati tenggelam karena melompat ke sungai.
Bahaya mengancam dari berbagai penjuru dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlari.
Lalu apa yang harus ia lakukan?
Bersedih dan merintih?
Menangis dan menjerit?
Atau ia harus berlari sementara kondisinya begitu lemah?
Atau menyerah pada keadaan?
Rusa pun pasrah. Dia hanya fokus untuk melahirkan bayinya.
Lalu apa yang terjadi?
Kilat-kilat yang menyambar mengganggu pandangan si pemburu. Akhirnya panah yang dilesatkan pun meleset dan mengenai si singa lapar. Singa malang itu mati seketika.
Tiba-tiba hujan datang begitu deras dan memadamkan kebakaran di hutan tersebut.
Rusa pun melahirkan dengan selamat !
Pelajaran penting dari kisah ini adalah :
Mungkin kau pernah mengalami kondisi seperti rusa ini…
Segala kesulitan menyerbumu dari segala arah. Masalah datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.
Masalah di tempat bekerja, masalah di dalam rumah, masalah di jalan, masalah dengan anak-anak kita semuanya datang bersamaan.
Seakan kau tidak bisa lagi berbuat apa-apa..
Lalu apa yang harus dilakukan?
Jadilah seperti Rusa. Biarkan semuanya berjalan apa adanya.
Lakukan sesuatu yang mampu kau lakukan !
Lalu tinggalkan sisanya, karena disana ada Tuhan yang mengatur jalan kehidupanmu..
Sungguh ia lebih menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya.
Jangan sampai engkau kehilangan harapan dan keimananmu !
Dia lah yang akan menyelesaikan semua masalahmu dan menyembuhkan luka-lukamu.
ۖ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Dia (Allah) mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS.Yunus:3)
Ingatlah selalu :
Jangan berkata, “Tuhan, aku memiliki masalah yang besar…”
Tapi katakan, “Hei masalah, aku memiliki Tuhan Yang Maha Besar !
وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.”
(QS.Yusuf: 21)
Senin, 09 September 2019
KAPAN BERSYUKURNYA?
Sebuah tulisan dari efbi saya 4 th yang lalu.
KAPAN BERSYUKURNYA?
Henry Ward Beecher berkata, "Orang sombong jarang yang tahu bersyukur, sebab ia tidak pernah menganggap dirinya sudah mendapatkan apa yang sepantasnya ia peroleh." Penghambat utama rasa syukur adalah anggapan diri kita cukup baik sehingga pantas menerima pahala. Kalau kebaikan mengunjungi dirinya, dianggap sudah sepantasnya. Tak ada rasa syukur.
Parahnya, dalam kenyataan ia justru selalu merasa dirinya belum mendapatkan hal yang sepantasnya. Serba belum cukup; selalu kurang. Kapan bersyukurnya?
Kebaikan bukan ada pada kita, melainkan pada Tuhan. Bukan kita yang baik sehingga patut diganjar kebaikan dalam hidup ini. Kala Anda dituangi atau disirami kebaikan dalam hidup, itu karena Tuhan baik!
Periksalah dengan jujur betapa banyak perkara yang semestinya tak pantas kita peroleh, namun nyatanya kita dapatkan. Banyak hal dalam hidup sehari-hari yang datang sebagai karunia, bukan upah kebaikan kita. Semua tersedia dengan indah dan limpah karena Tuhan itu baik. Maka, jangan sombong dan merasa diri pantas, melainkan bersyukurlah! Bersyukur karena kebaikan-Nya!
Sadarkah Anda bahwa 11.000 liter udara kita hirup-hembus setiap hari secara gratis, tidak seperti asupan oksigen bagi pasien di rumah sakit? Cahaya mentari yang tak kita upayakan. Langit biru yang bukan buah karya kita. Kicau burung yang tak kita ciptakan. Uluran tangan sukarela. O, masih banyak lagi curahan anugerah-Nya yang layak kita syukuri! ({})
KESOMBONGAN MEMBUAT KITA SERBA MENUNTUT;
KERENDAHAN HATI MEMBUAT KITA SENANTIASA BERSYUKUR
KAPAN BERSYUKURNYA?
Henry Ward Beecher berkata, "Orang sombong jarang yang tahu bersyukur, sebab ia tidak pernah menganggap dirinya sudah mendapatkan apa yang sepantasnya ia peroleh." Penghambat utama rasa syukur adalah anggapan diri kita cukup baik sehingga pantas menerima pahala. Kalau kebaikan mengunjungi dirinya, dianggap sudah sepantasnya. Tak ada rasa syukur.
Parahnya, dalam kenyataan ia justru selalu merasa dirinya belum mendapatkan hal yang sepantasnya. Serba belum cukup; selalu kurang. Kapan bersyukurnya?
Kebaikan bukan ada pada kita, melainkan pada Tuhan. Bukan kita yang baik sehingga patut diganjar kebaikan dalam hidup ini. Kala Anda dituangi atau disirami kebaikan dalam hidup, itu karena Tuhan baik!
Periksalah dengan jujur betapa banyak perkara yang semestinya tak pantas kita peroleh, namun nyatanya kita dapatkan. Banyak hal dalam hidup sehari-hari yang datang sebagai karunia, bukan upah kebaikan kita. Semua tersedia dengan indah dan limpah karena Tuhan itu baik. Maka, jangan sombong dan merasa diri pantas, melainkan bersyukurlah! Bersyukur karena kebaikan-Nya!
Sadarkah Anda bahwa 11.000 liter udara kita hirup-hembus setiap hari secara gratis, tidak seperti asupan oksigen bagi pasien di rumah sakit? Cahaya mentari yang tak kita upayakan. Langit biru yang bukan buah karya kita. Kicau burung yang tak kita ciptakan. Uluran tangan sukarela. O, masih banyak lagi curahan anugerah-Nya yang layak kita syukuri! ({})
KESOMBONGAN MEMBUAT KITA SERBA MENUNTUT;
KERENDAHAN HATI MEMBUAT KITA SENANTIASA BERSYUKUR
Sabtu, 07 September 2019
Artikel GONTOR : Walikelas
WALI KELAS
(Tradisi Keteladanan di Pondok Modern Gontor)
_Oleh : Ustd. Nasrulloh Zarkasyi_
Mendengar kata wali kelas, dengan serta merta, pikiran kita akan mengarah pada sosok berusia sekitar 40-an tahun, atau lebih tua, sangar, atau berwibawa. Namun tidak demikian halnya di Kulliyatu-l-Mu‘allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PM Gontor/Gontor. Di lembaga ini, wali kelas 1–6 berusia sekitar 21–25 tahun, hampir sebaya dengan muridnya, hanya terpaut usia sekitar 3–5 tahun. Akan tetapi jangan tanya peranan dan kiprahnya, sungguh menakjubkan. Berikut ceritanya.
Wali kelas di KMI PM Gontor dipilih oleh Direktur KMI berdasarkan rekam jejaknya sejak yang bersangkutan menempuh pendidikan di jenjang KMI hingga perjalanannya sebagai guru setamat KMI. Kecuali prestasi belajar, rekam jejak dalam hal akhlaq sangat diperhatikan, sebab, bagi Gontor, guru adalah nyawa pendidikan, yang harus menjadi teladan bagi siswanya, lahir maupun batin. Meskipun prestasi belajarnya rata-ratanya tidak terlalu menonjol, alias cukup, namun akhlaqnya baik, dia dapat terpilih menjadi wali kelas. Yang juga penting, prestasi pelajaran utamanya (Dirasah Islamiyyah dan Bahasa (Arab/Inggris) bagus.
Dalam tradisi Gontor, wali kelas 1 harus berasal dari guru, minimal, tahun kedua, dipilih berdasarkan kedewasaan secara keilmuan maupun psikologis. Sebelumnya, sosok itu, kemungkinan, sudah pernah menjadi wali kelas 2 atau 3. Sedangkan wali kelas 2–6 dipilih dari guru tahun ketiga sampai tahun keenam. Makin tinggi kelasnya makin tinggi pula tahun mengajar wali kelasnya. Untuk wali kelas 6, dipilih guru-guru tahun keempat atau atasnya, atau mereka yang sudah menyelesaikan sarjananya.
Yang juga menarik, wali kelas, yang juga mahasiswa, itu tidak mesti dipilih dari mahasiswa atau sarjana Fakultas Tarbiyah (Ilmu Pendidikan) Universitas Darussalam (perguruan tinggi milik PM Gontor), melainkan juga dari fakultas Syari‘ah, Usuluddin, Ekonomi Islam, atau program studi di lingkungan Fakultas Humaniora. Yang jelas, mereka telah memiliki pengalaman mengajar dan pengalaman menjadi wali kelas sebelumnya.
Mengapa pemilihan wali kelas di KMI Gontor tidak linier, tidak reguler? Gontor memang beda, memiliki tradisi tersendiri dalam hal ini, tradisi keteladanan. Meskipun masih muda, bidang studinya juga bukan dari lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan, mereka adalah orang-orang yang pernah dididik dengan cara serupa oleh wali kelasnya terdahulu. Maka, dalam mengemban amanah, wali kelas itu mengandalkan tradisi, apa yang dulu wali kelasnya lakukan untuk mendidik muridnya, begitu pula dia mendidik muridnya sekarang.
Sebelum mengemban amanah, para wali kelas itu telah mendapat pengarahan dari Direktur KMI. Selebihnya, seolah, mereka bekerja dengan insting. Masing-masing wali kelas dibekali buku besar, yang berisi segala variabel yang terkait dengan kelas yang dipimpinnya. Di antara isinya, daftar murid, daftar guru pengajar semua mata pelajaran, asal daerah murid, asal abjad kelas sebelumnya, dsb. Sebagai catatan, di Gontor diberlakukan gradasi kelas berdasarkan abjad. yakni kelas B, C, D, E, F, G, dst. Siswa yang duduk di kelas B adallah siswa yang terbaik prestasi belajar di kelas sebelumnya, diikuti abjad-abjad di bawahnya.
Hal lain yang dilakukan wali kelas adalah berdiskusi, bertukar pikiran dan pengalaman dengan wali kelas lainnya, baik yang satu tingkat kelas, maupun wali kelas di atasnya. Kecuali itu, untuk memotivasi murid, agar dekat, mudah dididik, dan diarahkan, berbagai macam cara dilakukan wali kelas. Ada yang membuat video klip tentang aktivitas kelasnya, sejak awal tahun hingga pertengahan tahun; ada yang mengajak muridnya berpuasa Senin-Kamis; melakukan tahajjud bersama, atau memanggil murid-murid tertentu ke kamarnya. Ya, mudahnya, di Gontor, guru dan murid sama-sama berasrama penuh, sehingga kapan saja wali kelas memanggil murid, atau murid ingin bertemu wali kelas, mudah dilakukan.
Yang rutin dan wajib dilakukan, setiap malam, usai shalat Isya’, setiap kelas mengadakan *“muwajjah”* (‘belajar malam bersama wali kelas’) di kelas-kelas yang telah ditentukan, berlangsung pukul 20.00–21.30 WIB. Saat itu, setiap murid boleh membawa buku apa saja yang ingin dipelajari, atau ditanyakan kepada wali kelasnya. Terkadang, di akhir waktu belajar malam, wali kelas memberikan motivasi (bahasa Gontornya *tasyji'*) kepada muridnya, tentang wawasan keilmuan, cerita tentang orang besar atau hebat (ilmuwan), atau yang lainnya. Masing-masing wali kelas memiliki cara tersendiri. Sekali lagi, mereka meniru apa yang pernah dilakukan oleh wali kelas mereka terdahulu. Menjelang ujian, belajar malam bisa berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Pada saat ujian lisan, wali kelas mengumpulkan muridnya, untuk belajar, di depan kamarnya. Namun tidak lagi ketika berlangsung ujian tulis.
Begitulah wali kelas di KMI Gontor, mengemban amanah berdasarkan pengalaman dan keteladanan wali kelas terdahulu. Wali kelas-wali kelas terdahulu juga meneladani wali kelas sebelumnya. Memang. di Gontor, keteladanan diturunkan dari generasi ke generasi, sejak mula pertama KMI didirikan hingga sekarang. Itu pula yang membuat kualitas Gontor masih terjaga. Bagi penulis, yang mengagumkan, ada cita-cita mulia dari para guru di Gontor. Mereka ingin terpilih menjadi wali kelas 6, kelas tertinggi di KMI Gontor. Mungkin di kelas ini kesan akan jauh lebih mudah terbentuk, Begitu banyak aktivitas di kelas tertinggi ini yang membuat wali kelas sangat dekat dengan para muridnya, yakni membimbing pagelaran seni Panggung Gembira, aktivitas *Fathu al-Mu‘jam* (‘mencari kosa kata dalam kamus bahasa Arab), *Fathu al-Kutub* (‘belajar mengkaji kitab klasik’), dan *Tarbiyah Amaliyah*, yakni ujian praktik mengajar bagi seluruh siswa kelas 6. Semuanya memerlukan bimbingan yang intensif dari wali kelas. Kesan pun terbentuk, dan begitu lekat.
Kesan terhadap wali kelas, yang begitu mendalam, itu akan terbawa ke ujung dunia mana pun. Jika bertemu, meskipun sang murid sudah lebih dahulu melanglang buana, dengan gelar uang disandang lebih tinggi dari wali kelasnya, *rasa ta‘zhiem kepada wali kelas itu tidak luntur*. Kesan itu juga tidak hanya dirasakan oleh para murid, melainkan juga para wali murid. Suatu kali, pernah, penulis membaca di sebuah media sosial, seorang ibu memajang foto anaknya dengan wali kelasnya, dengan tambahan komentar, “Anakku bersama wali kelasnya yang hebat.” Mengharukan. Mungkin ibu itu merasakan, anaknya yang dulu kurang bernyali, menjadi bernyali setelah ditangani wali kelas tersebut, santun, berilmu, dan lebih taat kepada orangtua. Wallahu a’lam. Yang jelas, masih banyak mutiara terpendam di Gontor belum tertulis dan terpublikasikan. Saya ingin menulisnya.
Kamis, 15 Agustus 2019
Zina Maya: Mungkinkah???
Sebuah tulisan yang masuk ke grup WAG saya minggu lalu, membuat saya terpana. Hal yang kadang terlupakan oleh ortu akan bahaya HP bagi anak anak dan WIFI yg tersedia di rumah.
NGERI KITA dan itu terjadi di NEGERI kita!!!!!!
Silakan baca dan simak tulisan dibawah ini.
#####
ZINA MAYA: Mungkinkah???
🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼
Awal tahun 2016, saya masih di kesiswaan sekolah. Tugas saya adalah menangani kasus siswa dan oprek penggunaan ITnya.
Saya tuliskan kasus ini bukan untuk menjelekkan siapa pun atau pihak manapun. Murni ini pelajaran besar untuk para orang tua dan kita semua.
Pada saat itu, saya mendapati sebuah kasus di sekolah yang unik. Yang pada akhir putusan, mereka tak lagi lanjut bersekolah di tempat kami.
Awalnya ditemukan sebuah foto yang menampakkan setengah badan siswi putri pada sebuah chat.
Chat via Line waktu itu di HP yang tersita. Shocked pastilah kita sbg gurunya. Karena keseharian berjilbab. Itu di chat dg lawan jenis.
Demi mengetahui sedalam apa kasus ini, saya harus berdialog dg remaja ini. Well done.
Ia yang merasa dekat dengan saya, memberikan semua PIN Line, WA dan Skypeenya. Dengan satu pesan, berurai air mata ia mengatakannya.
"Setelah ini, jangan pernah kecewa dengan saya ya, us." Sebuah panggilan khas di sekolah dia sematkan untuk saya. Ia meletakkan kepalanya di pangkuan saya. Nangis.
Malamnya saya buka laptop dan HP yang sudah diserahkan ke saya sekalian PINnya.
Saya mulai dari HPnya. Begitu saya masuk applikasi chat Linenya, tangan saya bergetar.
Seorang remaja usia hampir tujuh belas tahun, hafalan Quran di atas 7 Juz, setiap hari ia sempurna berjilbab. Saya tulis, bukan untuk sebuah judgement nantinya.
Namun, sebuah hikmah yang harus kita petik, bagi yang memiliki anak remaja atau menjelang usia-usia segitu. Ia sengaja melanggar hukum dengan membawa HP ke asrama.
Saya masuk ke hulu chat. Ratusan ribu chat. Luckily, tidak ada chat yang dihapus.
Di situ saya menggigil pilu menjadi guru. Apa yang saya dapatkan, jauh lebih dewasa dari yang saya bayangkan.
Awal chat, dari si dianya. Anak laki yang kebetulan tidak tinggal di asrama. Rumah 24 jam full wifi, pengawasan ortu nihil karena sibuk dengan karir.
Awalnya semua dialog layaknya orang jatuh cinta. Gombalan bucin khas mereka. Everyday and all night. Prime time chat adalah 22.00 -04.00.
Mancing-mancing lah menggoda. Namun, lama-lama, anak-anak remaja yang jatuh cinta ini, diksinya membuat saya terganga.
Fasilitas Line atau WA yang support segala fasilitas dengan chat tertulis, call dan Vidcaĺl, adalah privatisasi chat antara dua orang yang makin tersimpan kecuali dua pelaku yang chat saja yang mengetahuinya.
Saya orang ketiga yang tahu, setelah semua chat berlalu. Tapi saya bukan setan, okay?
Membaca isi chat mereka, lutut saya lunglai. Merasa gagal menjadi pendidik dan merasa ngeri sekali dengan zaman untuk anak-anak saya pribadi.
Chat mereka, tak sekedar tulisan, atau Vn bahkan sampai Vidcall. Everynight. Pantesan, ni anak merem aja di sekolah. Waktunya habis di malam hari.
Apa yang saya temukan di chat? Gombalan yang sangat dewasa dari usia mereka. Sampai-sampai si gadis rela berselfi setengah busana dan mengirimkan ke pasangannya. Sehari bisa lebih dari sepuluh kali saat mereka libur.
Bahasa "kamar dan ngamar" menjadi sangat biasa. Dari setiap vidcall yang mereka lakukan dan bahas, all very close dengan sex on the phone.
Permintaan remaja laki yang menjurus pada si remaja putri untuk open psysichally on the phone tertulis verbal. Ya, kemudian merekam dalam foto dan video.
Ini horor, pembaca. Sebagai Ibu dan pendidik. Saya hancur lebur di sini. Anak laki yang jatuh cinta, difasilatasi gadget dan dunia maya yang gampang, rayuan yang pintar, anak putri yang mabuk rayuan dan nurut dengan ancaman karena sudah terekam jejak sebelumnya, mau apa kecuali menurutinya.
Menuruti permintaan untuk memfoto bagian-bagian vitalnya bahkan pada aurat besarnya. Unggah foto alias picture up alias Pap bahasa mereka. Atau record video dan send.
Dalam hitungan menit, berapa gambar yang ter-pap. Berapa video yang terunggah. Belum lagi saat mereka Vidcall dan apa saja yang mereka lakukan dan bicarakan saat vidcall.
Sisa-sisa pembahasan after vidcal saja membuat saya lunglai. Pembicaraan yang dekat dengan sexually intercourse.
Ini Zina maya, Maaak!!
Saya menangis berhari hari saat menjalankan tugas ini. Karena saat itu hanya saya yang bisa mengakses isi semua gadgetnya. Belum lagi ketika saya pindah ke Skypee mereka. Tak jauh beda. Menambah luka di hati saya sebagai gurunya.
Saya sempat sakit setelah sepekan saya membuka ketiga aplikasi chat mereka. Dunia maya, dengan fasilitas live video yang private sekali di ketiganya, membuka peluang -Zina Maya- begitu mudahnya.
Ya, zina maya, bermula dari tulisan, dengan gombalan rayuan, bertahap naik sampai vidcal dan aktifitas live yang very close to sexually intercourse in virtual, sangat mudah.
Fasilitas banyak tersedia. Smartphone di tangan kita. Tinggal waktu dan mau atau tidak mau kita melakukannya.
Ya, semua, tergantung pada manusianya. Zaman semakin mudah untuk berzina dan semakin mudah untuk menutupinya. Dunia maya, menyediakannya. Modalnya kuota. Taruhannya adalah iman kita.
Yang tidak mudah, adalah mendidik diri dan anak-anak kita. Bisa atau tidak menghindarinya. Namun, yang jelas, pengawasan Allah meliputi semuanya.
Sejauh apa seseorang bersembunyi, tak ada zina yang sendiri. Allah Maha Mengawasi.
Credit : By Ustadzah Nurma SMAIT NH Surakarta
Diambil dari grup Islamic Parenting
🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃
Sebagai pengingat kita semua ya AyBun
Silahkan share, semoga bermanfaat
Barakallahu fiikum
#seputarparenting
#parentingmuslim
#parentingislam
#ilmuparenting
#tarbiyatulabna
#copasgruppgr
NGERI KITA dan itu terjadi di NEGERI kita!!!!!!
Silakan baca dan simak tulisan dibawah ini.
#####
ZINA MAYA: Mungkinkah???
🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼
Awal tahun 2016, saya masih di kesiswaan sekolah. Tugas saya adalah menangani kasus siswa dan oprek penggunaan ITnya.
Saya tuliskan kasus ini bukan untuk menjelekkan siapa pun atau pihak manapun. Murni ini pelajaran besar untuk para orang tua dan kita semua.
Pada saat itu, saya mendapati sebuah kasus di sekolah yang unik. Yang pada akhir putusan, mereka tak lagi lanjut bersekolah di tempat kami.
Awalnya ditemukan sebuah foto yang menampakkan setengah badan siswi putri pada sebuah chat.
Chat via Line waktu itu di HP yang tersita. Shocked pastilah kita sbg gurunya. Karena keseharian berjilbab. Itu di chat dg lawan jenis.
Demi mengetahui sedalam apa kasus ini, saya harus berdialog dg remaja ini. Well done.
Ia yang merasa dekat dengan saya, memberikan semua PIN Line, WA dan Skypeenya. Dengan satu pesan, berurai air mata ia mengatakannya.
"Setelah ini, jangan pernah kecewa dengan saya ya, us." Sebuah panggilan khas di sekolah dia sematkan untuk saya. Ia meletakkan kepalanya di pangkuan saya. Nangis.
Malamnya saya buka laptop dan HP yang sudah diserahkan ke saya sekalian PINnya.
Saya mulai dari HPnya. Begitu saya masuk applikasi chat Linenya, tangan saya bergetar.
Seorang remaja usia hampir tujuh belas tahun, hafalan Quran di atas 7 Juz, setiap hari ia sempurna berjilbab. Saya tulis, bukan untuk sebuah judgement nantinya.
Namun, sebuah hikmah yang harus kita petik, bagi yang memiliki anak remaja atau menjelang usia-usia segitu. Ia sengaja melanggar hukum dengan membawa HP ke asrama.
Saya masuk ke hulu chat. Ratusan ribu chat. Luckily, tidak ada chat yang dihapus.
Di situ saya menggigil pilu menjadi guru. Apa yang saya dapatkan, jauh lebih dewasa dari yang saya bayangkan.
Awal chat, dari si dianya. Anak laki yang kebetulan tidak tinggal di asrama. Rumah 24 jam full wifi, pengawasan ortu nihil karena sibuk dengan karir.
Awalnya semua dialog layaknya orang jatuh cinta. Gombalan bucin khas mereka. Everyday and all night. Prime time chat adalah 22.00 -04.00.
Mancing-mancing lah menggoda. Namun, lama-lama, anak-anak remaja yang jatuh cinta ini, diksinya membuat saya terganga.
Fasilitas Line atau WA yang support segala fasilitas dengan chat tertulis, call dan Vidcaĺl, adalah privatisasi chat antara dua orang yang makin tersimpan kecuali dua pelaku yang chat saja yang mengetahuinya.
Saya orang ketiga yang tahu, setelah semua chat berlalu. Tapi saya bukan setan, okay?
Membaca isi chat mereka, lutut saya lunglai. Merasa gagal menjadi pendidik dan merasa ngeri sekali dengan zaman untuk anak-anak saya pribadi.
Chat mereka, tak sekedar tulisan, atau Vn bahkan sampai Vidcall. Everynight. Pantesan, ni anak merem aja di sekolah. Waktunya habis di malam hari.
Apa yang saya temukan di chat? Gombalan yang sangat dewasa dari usia mereka. Sampai-sampai si gadis rela berselfi setengah busana dan mengirimkan ke pasangannya. Sehari bisa lebih dari sepuluh kali saat mereka libur.
Bahasa "kamar dan ngamar" menjadi sangat biasa. Dari setiap vidcall yang mereka lakukan dan bahas, all very close dengan sex on the phone.
Permintaan remaja laki yang menjurus pada si remaja putri untuk open psysichally on the phone tertulis verbal. Ya, kemudian merekam dalam foto dan video.
Ini horor, pembaca. Sebagai Ibu dan pendidik. Saya hancur lebur di sini. Anak laki yang jatuh cinta, difasilatasi gadget dan dunia maya yang gampang, rayuan yang pintar, anak putri yang mabuk rayuan dan nurut dengan ancaman karena sudah terekam jejak sebelumnya, mau apa kecuali menurutinya.
Menuruti permintaan untuk memfoto bagian-bagian vitalnya bahkan pada aurat besarnya. Unggah foto alias picture up alias Pap bahasa mereka. Atau record video dan send.
Dalam hitungan menit, berapa gambar yang ter-pap. Berapa video yang terunggah. Belum lagi saat mereka Vidcall dan apa saja yang mereka lakukan dan bicarakan saat vidcall.
Sisa-sisa pembahasan after vidcal saja membuat saya lunglai. Pembicaraan yang dekat dengan sexually intercourse.
Ini Zina maya, Maaak!!
Saya menangis berhari hari saat menjalankan tugas ini. Karena saat itu hanya saya yang bisa mengakses isi semua gadgetnya. Belum lagi ketika saya pindah ke Skypee mereka. Tak jauh beda. Menambah luka di hati saya sebagai gurunya.
Saya sempat sakit setelah sepekan saya membuka ketiga aplikasi chat mereka. Dunia maya, dengan fasilitas live video yang private sekali di ketiganya, membuka peluang -Zina Maya- begitu mudahnya.
Ya, zina maya, bermula dari tulisan, dengan gombalan rayuan, bertahap naik sampai vidcal dan aktifitas live yang very close to sexually intercourse in virtual, sangat mudah.
Fasilitas banyak tersedia. Smartphone di tangan kita. Tinggal waktu dan mau atau tidak mau kita melakukannya.
Ya, semua, tergantung pada manusianya. Zaman semakin mudah untuk berzina dan semakin mudah untuk menutupinya. Dunia maya, menyediakannya. Modalnya kuota. Taruhannya adalah iman kita.
Yang tidak mudah, adalah mendidik diri dan anak-anak kita. Bisa atau tidak menghindarinya. Namun, yang jelas, pengawasan Allah meliputi semuanya.
Sejauh apa seseorang bersembunyi, tak ada zina yang sendiri. Allah Maha Mengawasi.
Credit : By Ustadzah Nurma SMAIT NH Surakarta
Diambil dari grup Islamic Parenting
🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃
Sebagai pengingat kita semua ya AyBun
Silahkan share, semoga bermanfaat
Barakallahu fiikum
#seputarparenting
#parentingmuslim
#parentingislam
#ilmuparenting
#tarbiyatulabna
#copasgruppgr
Rabu, 31 Juli 2019
Sesungguhnya Kebaikan itu akan kembali kepada pelakunya. Dibayar cash.
Sekali lagi dapat kiriman tulisan yang enak dibaca dan sangat bermanfaat untuk di save and share. Sharing dari Abbas pagi ini di WAG WALSANTOR TANGERANG KOTA.
MasyaAllah.
Sesungguhnya barang siapa yang berbuat baik, kebaikan itu adalah untuk dirinya sendiri.
*****
Tema: *TERUSLAH BERBUAT BAIK, MESKI SEMPIT...*
*****************
*Sahabat sholehku, yg semoga senantiasa dirahmati Allah...!
Alkisah, Seorang *wanita kaya raya* berdiri di tepi jalan
akibat mobil kendaraannya rusak tak mampu berjalan.
Berulang kali ia memberi tanda dengan tangannya,
namun tak ada yang berkenan hati menyinggahinya.
Waktu terus berjalan...
Dan rintik hujan mulai menetes jatuh.
Dan hatinya semakin cemas,
karena gelap malam mulai berarak.
Hingga tiba-tiba saja...
Sebuah *mobil tua* berhenti. Tepat di sisi Sang Nyonya nan kaya itu. Di belakang kemudi,
tampaklah sesosok *pemuda berkulit gelap*.
Wanita itu menatapnya, dan menatap mobil tuanya.
Wanita itu ragu, sungguh ragu: apakah ia ikut menumpang, atau tetap menunggu di tepi jalan yang mulai gelap itu?
Nyonya kaya itu bimbang dan ragu,
pasalnya ia mengira segenap manusia
mengetahui kekayaan dan harta bendanya...
Tapi akhirnya,
ia putuskan sudah.
Ia menaiki mobil tua itu, dan menumpanginya.
Dalam perjalanan itu,
Sang Nyonya kaya menanyakan nama dan pekerjaan anak muda itu.
Anak muda yang tampak payah dalam kemiskinannya.
*“Namaku Arman.*
*Dan pekerjaanku adalah sopir taksi,”* jawab anak muda itu.
Wanita itu sedikit lebih tenang sekarang.
Dalam hatinya, ia sedikit mengutuk diri,
agak menyesali *buruk sangkanya* diawal tadi.
Sekarang tampak padanya:
betapa anak muda itu *cukup berakhlaq*,
hingga bahkan *tak melirik sedikit* pun padanya.
Singkat cerita,
mereka pun tiba di kota.
Dalam hatinya,
Sang Nyonya kaya itupun telah berniat
akan memberikan seberapa besar pun upah
yang diminta pemuda itu.
Sang Nyonya pun meminta sopir taksi itu berhenti.
Taksi itupun berhenti.
*“Berapa upahnya, Anak muda?”*
*“Tidak ada, Nyonya...”*
*“Tidak ada??!*
*Mana mungkin? Engkau telah menolongku,*
*dan mengantarku dengan selamat...”*
Arman, anak muda itu tersenyum saja.
*“Upahku adalah Nyonya berjanjilah untuk melakukan kebaikan kepada siapa saja yang Nyonya temui...”*
Arman, sopir taksi itupun berlalu,
meninggalkan Sang Nyonya dalam kebisuannya.
***
Dan dalam keterkejutan jiwanya,
Sang Nyonya kaya itu melangkahkan kakinya.
Di depan sebuah kafe kecil, langkahnya terhenti.
Ia masuk ke dalam, dan kepada seorang *pelayan wanita*
ia memesan *secangkir kopi hangat...*
Sang pelayan pun sejurus kemudian datang.
Menyajikan secawan kopi panas untuk Sang Nyonya itu.
Sang Nyonya memandang pelayan wanita itu.
Tampak *lelah dan payah* sekali wajahnya.
*Perutnya tampak besar dan buncit.*
*“Anda tampak sangat lelah. Kenapa?”* tanyanya.
Pelayan itu tersenyum susah-payah.
*“Waktu persalinan sudah menjelang, Nyonya...”*
*“Mengapa tidak rehat dan cuti saja?”*
*“Saya harus menabung untuk biaya persalinan bayiku, Nyonya...”*
Sang Nyonya itu mengangguk pelan.
Secangkir kopi panas itupun selesai.
Sang Nyonya membayar kopinya.
Sang pelayan membawa uang itu
ke kasir untuk mengambilkan kembaliannya,
karena uang besar itu setara dengan 10 cangkir kopi.
Tapi kursi Nyonya kaya itu telah kosong
saat Sang Pelayan ingin menyerahkan kembaliannya.
Matanya mengedar ke segenap penjuru,
tapi Nyonya itu benar-benar telah pergi.
Tapi di meja itu, ia menemukan secarik kertas:
*“Kembalian kopiku itu kuhadiahkan untukmu...”*
Betapa gembira hati Pelayan itu!
Ia membalik kertas itu untuk kembali menemukan
sebaris kalimat lain:
*“Dan di bawah meja ini,*
*saya juga menitipkan hadiah untuk calon bayimu...”*
Hampir saja ia berteriak histeris,
karena yang di bawah meja itu adalah
sejumlah *uang yang setara dengan gajinya selama 6 bulan!*
Air matanya tak mungkin lagi dibendung.
Ia bergegas pergi. Meminta izin dari kerjanya.
Ia pergi mendahului angin...
Suaminya harus tahu kegembiraan ini.
Suami yang jiwanya galau sepanjang hari
memikirkan kelahiran bayinya...
Ia masuk menerobos pintu rumahnya.
Memanggil-manggil sang suami yang terkejut
dan terheran atas kepulangannya di waktu tak biasa.
*“Apakah sudah waktunya melahirkan?”*
pikir Sang Suami.
Tapi istrinya memeluknya erat.
Suaranya berbaur bahagia dan haru.
*“Bersyukurlah, Arman...*
*Akhirnya Tuhan memberikan jalan keluarnya!”*
Dan Arman, supir taksi budiman itu
terdiam tanpa kata mendengar tutur kisah sang istri,
dan melihat *“hadiah kebaikan”* yang dibawanya.
*Sahabat sholeh,*
Jangan pernah melupakan:
*_Kebaikan itu pasti akan kembali kepadamu, suatu waktu nanti..._*
Berbuat baiklah, dan selalu ingat:
*_“Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan belaka.” (Lihat Qs.17:7)_*
*_Jadi katakan, apa kebaikanmu hari ini?_*
3.Āli 'Imrān : 133
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
3.Āli 'Imrān : 134
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
*(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit,* dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.
*MAN YARHAM MAN FIL-ARDHI, YURHAM MAA FISSAMAAI* Siapa yg suka mengasihani yg di bumi, maka akan dikasihi oleh yg dilangit, Allah SWT.
*MAN YAZRA' YAHSUD* Siapa yg menanam (kebaikan) pasti akan mengetam.
*FAMAM YA'MAL MITSQALA DZARROTIN, KHOEROYYAROH* Siapa yg melakukan sesuatu kebaikan walau sebesar biji sawi maka pahala baginya...
Semoga kita semua termasuk orang orang yang senantiasa mengamalkan perintah Rasulullah saw *KHAERUNNAASI ANFA'UHUM LINNAASI* sebaik baik manusia ialah yg bermanfaat bagi sesama manusia
*KHAERUNNAASI MAN THAALA UMRUHU WA HASUNA AMALUHU* Sebaik baik manusia ialah yg panjang umur nya dan baik amal perbuatan nya.
*Salam bahagia,
Tetap semangat dan Istiqomah* Monggo di SHARE.....!!!!!
****************
MasyaAllah.
Sesungguhnya barang siapa yang berbuat baik, kebaikan itu adalah untuk dirinya sendiri.
*****
Tema: *TERUSLAH BERBUAT BAIK, MESKI SEMPIT...*
*****************
*Sahabat sholehku, yg semoga senantiasa dirahmati Allah...!
Alkisah, Seorang *wanita kaya raya* berdiri di tepi jalan
akibat mobil kendaraannya rusak tak mampu berjalan.
Berulang kali ia memberi tanda dengan tangannya,
namun tak ada yang berkenan hati menyinggahinya.
Waktu terus berjalan...
Dan rintik hujan mulai menetes jatuh.
Dan hatinya semakin cemas,
karena gelap malam mulai berarak.
Hingga tiba-tiba saja...
Sebuah *mobil tua* berhenti. Tepat di sisi Sang Nyonya nan kaya itu. Di belakang kemudi,
tampaklah sesosok *pemuda berkulit gelap*.
Wanita itu menatapnya, dan menatap mobil tuanya.
Wanita itu ragu, sungguh ragu: apakah ia ikut menumpang, atau tetap menunggu di tepi jalan yang mulai gelap itu?
Nyonya kaya itu bimbang dan ragu,
pasalnya ia mengira segenap manusia
mengetahui kekayaan dan harta bendanya...
Tapi akhirnya,
ia putuskan sudah.
Ia menaiki mobil tua itu, dan menumpanginya.
Dalam perjalanan itu,
Sang Nyonya kaya menanyakan nama dan pekerjaan anak muda itu.
Anak muda yang tampak payah dalam kemiskinannya.
*“Namaku Arman.*
*Dan pekerjaanku adalah sopir taksi,”* jawab anak muda itu.
Wanita itu sedikit lebih tenang sekarang.
Dalam hatinya, ia sedikit mengutuk diri,
agak menyesali *buruk sangkanya* diawal tadi.
Sekarang tampak padanya:
betapa anak muda itu *cukup berakhlaq*,
hingga bahkan *tak melirik sedikit* pun padanya.
Singkat cerita,
mereka pun tiba di kota.
Dalam hatinya,
Sang Nyonya kaya itupun telah berniat
akan memberikan seberapa besar pun upah
yang diminta pemuda itu.
Sang Nyonya pun meminta sopir taksi itu berhenti.
Taksi itupun berhenti.
*“Berapa upahnya, Anak muda?”*
*“Tidak ada, Nyonya...”*
*“Tidak ada??!*
*Mana mungkin? Engkau telah menolongku,*
*dan mengantarku dengan selamat...”*
Arman, anak muda itu tersenyum saja.
*“Upahku adalah Nyonya berjanjilah untuk melakukan kebaikan kepada siapa saja yang Nyonya temui...”*
Arman, sopir taksi itupun berlalu,
meninggalkan Sang Nyonya dalam kebisuannya.
***
Dan dalam keterkejutan jiwanya,
Sang Nyonya kaya itu melangkahkan kakinya.
Di depan sebuah kafe kecil, langkahnya terhenti.
Ia masuk ke dalam, dan kepada seorang *pelayan wanita*
ia memesan *secangkir kopi hangat...*
Sang pelayan pun sejurus kemudian datang.
Menyajikan secawan kopi panas untuk Sang Nyonya itu.
Sang Nyonya memandang pelayan wanita itu.
Tampak *lelah dan payah* sekali wajahnya.
*Perutnya tampak besar dan buncit.*
*“Anda tampak sangat lelah. Kenapa?”* tanyanya.
Pelayan itu tersenyum susah-payah.
*“Waktu persalinan sudah menjelang, Nyonya...”*
*“Mengapa tidak rehat dan cuti saja?”*
*“Saya harus menabung untuk biaya persalinan bayiku, Nyonya...”*
Sang Nyonya itu mengangguk pelan.
Secangkir kopi panas itupun selesai.
Sang Nyonya membayar kopinya.
Sang pelayan membawa uang itu
ke kasir untuk mengambilkan kembaliannya,
karena uang besar itu setara dengan 10 cangkir kopi.
Tapi kursi Nyonya kaya itu telah kosong
saat Sang Pelayan ingin menyerahkan kembaliannya.
Matanya mengedar ke segenap penjuru,
tapi Nyonya itu benar-benar telah pergi.
Tapi di meja itu, ia menemukan secarik kertas:
*“Kembalian kopiku itu kuhadiahkan untukmu...”*
Betapa gembira hati Pelayan itu!
Ia membalik kertas itu untuk kembali menemukan
sebaris kalimat lain:
*“Dan di bawah meja ini,*
*saya juga menitipkan hadiah untuk calon bayimu...”*
Hampir saja ia berteriak histeris,
karena yang di bawah meja itu adalah
sejumlah *uang yang setara dengan gajinya selama 6 bulan!*
Air matanya tak mungkin lagi dibendung.
Ia bergegas pergi. Meminta izin dari kerjanya.
Ia pergi mendahului angin...
Suaminya harus tahu kegembiraan ini.
Suami yang jiwanya galau sepanjang hari
memikirkan kelahiran bayinya...
Ia masuk menerobos pintu rumahnya.
Memanggil-manggil sang suami yang terkejut
dan terheran atas kepulangannya di waktu tak biasa.
*“Apakah sudah waktunya melahirkan?”*
pikir Sang Suami.
Tapi istrinya memeluknya erat.
Suaranya berbaur bahagia dan haru.
*“Bersyukurlah, Arman...*
*Akhirnya Tuhan memberikan jalan keluarnya!”*
Dan Arman, supir taksi budiman itu
terdiam tanpa kata mendengar tutur kisah sang istri,
dan melihat *“hadiah kebaikan”* yang dibawanya.
*Sahabat sholeh,*
Jangan pernah melupakan:
*_Kebaikan itu pasti akan kembali kepadamu, suatu waktu nanti..._*
Berbuat baiklah, dan selalu ingat:
*_“Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan belaka.” (Lihat Qs.17:7)_*
*_Jadi katakan, apa kebaikanmu hari ini?_*
3.Āli 'Imrān : 133
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
3.Āli 'Imrān : 134
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
*(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit,* dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.
*MAN YARHAM MAN FIL-ARDHI, YURHAM MAA FISSAMAAI* Siapa yg suka mengasihani yg di bumi, maka akan dikasihi oleh yg dilangit, Allah SWT.
*MAN YAZRA' YAHSUD* Siapa yg menanam (kebaikan) pasti akan mengetam.
*FAMAM YA'MAL MITSQALA DZARROTIN, KHOEROYYAROH* Siapa yg melakukan sesuatu kebaikan walau sebesar biji sawi maka pahala baginya...
Semoga kita semua termasuk orang orang yang senantiasa mengamalkan perintah Rasulullah saw *KHAERUNNAASI ANFA'UHUM LINNAASI* sebaik baik manusia ialah yg bermanfaat bagi sesama manusia
*KHAERUNNAASI MAN THAALA UMRUHU WA HASUNA AMALUHU* Sebaik baik manusia ialah yg panjang umur nya dan baik amal perbuatan nya.
*Salam bahagia,
Tetap semangat dan Istiqomah* Monggo di SHARE.....!!!!!
****************
Dahsyatnya Sedekah Yang Tersembunyi
Hari saya dapat kisah yang menarik lagi dan tentu kisah ini saya save di blog ini untuk koleksi pribadi dan doshare bagi sahabat semuanya.
Thanks pak Joneez yg berbagi di WAG Walsantor Tangerang.
*****
" KISAH SEDEKAH SEMANGKUK NASI PUTIH "
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.
"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih."
Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis."
Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.
"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya."
Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.
"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin di luar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.
Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.
Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?
Suaminya kemudian membisik kepadanya : "Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ke tempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.
Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.
Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."
"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.
TERHARU?, ayo mulai jangan sungkan untuk berbuat baik hari ini.
Apa yang akan terjadi besok, kita tidak pernah tahu!
Yuk, Bagikan Inspirasi bermanfaat ini,semoga menjadi KEBAIKAN bagi kita semua,Aamiin.
Yaa ALLAH.
Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini.
Dekatkanlah Rezekinya,Sehatkanlah jiwa raganya dan Mudahkanlah jodohnya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini.
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.
Klik SUKA dan komentar AAMIIN lalu BAGIKAN dengan Ikhlas..!!
Thanks pak Joneez yg berbagi di WAG Walsantor Tangerang.
*****
" KISAH SEDEKAH SEMANGKUK NASI PUTIH "
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.
"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih."
Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis."
Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.
"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya."
Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.
"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin di luar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.
Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.
Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?
Suaminya kemudian membisik kepadanya : "Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ke tempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.
Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.
Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."
"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.
TERHARU?, ayo mulai jangan sungkan untuk berbuat baik hari ini.
Apa yang akan terjadi besok, kita tidak pernah tahu!
Yuk, Bagikan Inspirasi bermanfaat ini,semoga menjadi KEBAIKAN bagi kita semua,Aamiin.
Yaa ALLAH.
Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini.
Dekatkanlah Rezekinya,Sehatkanlah jiwa raganya dan Mudahkanlah jodohnya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini.
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.
Klik SUKA dan komentar AAMIIN lalu BAGIKAN dengan Ikhlas..!!
Langganan:
Postingan (Atom)
TAM (4) Menuju Pijoan Jambi
Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...
-
Dalam lustrum XII Kimia Unand kemarin sengaja saya ingin bertemu dengan Prof Suryati, yang baru baru ini pengukuhannya dilaksanakan oleh Rek...
-
Alhamdulillah, hari ini kesampaian juga untuk menikmati perjalanan bersama PO TAM dengan trayek Padang Jakarta. Ini adalah pengalaman kedua ...
-
Alhamdulillah, jam 2 siang tadi kami sudah memulai perjalanan safar bersama PO TAM. Setelah menunggu sekitar satu setengah jam di terminal P...