Rabu, 22 Januari 2020

Hikmah: Mulianya Seorang Suami

Mengapa ridha suami itu adalah surga bagimu, wahai para istri:

1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3.Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

4.Suamimu berusaha menutupi masalahnya di hadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja di saat engkau mengadukan itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5.Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. Sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6.Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah dituntut ke neraka. Karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.....


*****
Dari laman FB 5 th yang lalu:
https://www.facebook.com/aryandi.ilyas/posts/10152998653324174

Hikmah: Menjemput Rezeki Yang Tak Disangka

Salah satu rahasia Allah adalah rezeki. Ia tidak bisa dikalkulasi dengan nalar manusia. Seringkali ia bergerak diluar jangkauan nalar manusia. Itulah yang disebut dengan rezeki yang tidak disangka-sangka.

Al-Quran mengatakan, _Wayarzuqhu min haitsu la yahtasib_ (QS. Ath-Thalaq/ 65: 3).

Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Tugas manusia adalah menjemput jatah rezekinya. Untuk keperluan itu Allah telah menganugerahkan sejumlah potensi yang luar biasa kepada kita, di antaranya adalah akal dan anggota tubuh. Akal digunakan untuk berpikir tentang cara dan strategi menjemput rezeki, dan anggota tubuh digunakan untuk melaksanakan gagasan tersebut.

Jadi kita tidak perlu cemas mengenai rezeki, sebab persoalan rezeki seluruh umat manusia sudah diatur Allah. Hal penting yang perlu dilakukan adalah memacu potensi dan kreativitas diri agar kita terampil dalam menjemput rezeki.

Saat manusia kali pertama lahir, cukup dengan menangis mk rezekinya datang, yaitu berupa ASI. Tapi untuk saat ini, ketika kita telah dewasa ini tentu tidak cukup hanya dengan menangis. Allah telah memberikan kemampuan, kesehatan, dan sarana pendukung lainnya bagi kita untuk menjemput rezeki.

Bagaimanakah caranya kita menjemput rezeki? 😇

Diantaranya mas Ippho memberikan nasehat kepada kita untuk 👇
- bertawakal kepada Allah
- mematuhi perintah Allah
- menjauhi larangan Allah
- ikhtiar dengan sungguh-sungguh.

Itu semua adalah taqwa, ya.... hanya dengan taqwalah Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki yang tak disangka-sangka untuk kita. Allah SWT berfirman:👇

 .... وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ 
.....wa may yattaqillaaha yaj'al lahuu makhrojaa

".... Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,"
(QS. At-Talaq 65: Ayat 2)

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَا لِغُ اَمْرِهٖ ۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

wa yarzuq-hu min haisu laa yahtasib, wa may yatawakkal 'alallohi fa huwa hasbuh, innalloha baalighu amrih, qod ja'alallohu likulli syai`ing qodroo

"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."
(QS. At-Talaq 65: Ayat 3)

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
walau anna ahlal-qurooo aamanuu wattaqou lafatahnaa 'alaihim barokaatim minas-samaaa`i wal-ardhi wa laaking kazzabuu fa akhoznaahum bimaa kaanuu yaksibuun

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ اَنَّهُمْ اَقَا مُوا التَّوْرٰٮةَ وَا لْاِ نْجِيْلَ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ مِّنْ رَّبِّهِمْ لَاَ كَلُوْا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْ ۗ مِنْهُمْ اُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ سَآءَ مَا يَعْمَلُوْنَ
walau annahum aqoomut-tauroota wal-injiila wa maaa unzila ilaihim mir robbihim la`akaluu min fauqihim wa min tahti arjulihim, min-hum ummatum muqtashidah, wa kasiirum min-hum saaa`a maa ya'maluun

"Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 66).

Semoga kita semua members di grup ini termasuk orang-orang yang bertakwa, yang mampu menjalankan perintah-perintah-Nya dan yang menjauhi larangan-larangan-Nya. 🤲

Selasa, 21 Januari 2020

Hikmah: KEAJAIBAN ADZAN

Kisah Nyata, Dering suara Hand Phone (HP) di malam nan sunyi membangunkan tidur Ustadz Abdurahman yang sedang beristirahat di rumahnya. Saat itu jam menunjukkan pukul 10 malam, dilayar HP beliau Muncul nomor yang tidak dikenal.... .

Beliau sebenarnya tidak ingin mengangkatnya, namun karena beliau penasaran akhirnya beliau mengangkatnya dan mulai menyapa : Assalamu’alaikum, siapa ini..?? .

Kemudian penelpon itu menjawab : Wa’alaikumussalam, Ini Ahmad, ustadz, maaf saya mengganggu ustadz malam ini.. .
Ustadz, saya mohon untuk datanglah kesini, saudara saya sedang kritis, dia baru saja kecelakaan dan dokternya mengatakan kalau dia sudah tidak bisa berbuat banyak, tolonglah kami ustadz..!! .

Ustad Abdurrahman baru paham kalau yang menelpon barusan adalah salah seorang pengurus masjid besar Bully, New South Wales Australia.. .
Ustad Abdurrahman mengenal Ahmad karena di daerahnya, pengurus masjid terdaftar dengan rapi dan mendapat pengakuan dari Pemerintah.. .
Mereka sering bertemu apabila ada acara Fun Raising, Ied Festival, bahkan acara-acara yang diadakan oleh Pemerintah Australia.. .

Sejenak Ustad Abdurrahman bangun dari tempat tidurnya, Kemudian beliau bergegas berangkat setelah mendapatkan nomor kamar di sebuah Rumah Sakit dari si penelpon.. .

Assalamualaikum : sapanya ketika memasuki ruangan dimana Abdullah terbaring tak berdaya.. . Perban serta bau obat meliputi disekujur tubuhnya.. .

Wa’alaikumussalam, Alhamdulillah, Ustad, terimakasih atas kedatangannya, saya mohon ucapkanlah sesuatu untuk , dokter sudah tidak mampu berbuat banyak dan mengatakan jika dia akan meninggal, tolong katakan sesuatu pada Abdullah : Pinta kakaknya dengan menangis..

Beliau memandang di sekitar ruangan itu telah ada beberapa keluarga yang juga menangis.. .

Baik, saya akan mencoba bercakap-cakap dengannya, tolong jangan menangis disini karena hanya akan membuatnya tidak bisa berkata apa apa (sedih) : kata Ustad Abdurrahman.. .

Kemudian beliau mendekat ke tubuh Abdullah yang penuh dengan luka.. . Di lihatnya sebuah sosok yang masih hidup, tetapi tidak bergerak sedikitpun, bahkan menggerakkan bibir dan mengedipkan mata saja ia tak mampu.. .

Kemudian Ustad Abdurrahman duduk tepat disebelah kanan kepala Abdullah, sehingga memungkinkan beliau untuk berbicara ditelinga Abdullah dengan jarak paling dekat.. .

Sejenak Beliau berdoa dan kemudian menggenggam lemah tangan Abdullah.. .
Assalamu’alaikum saudaraku, saya Ustad Abdurrahman dari Wollongong.. .
Saudaraku, saya datang kesini untuk menemuimu, saya tahu kamu adalah muslim yang baik, kamu telah menolong ALLAH untuk mengumandangkan adzan setiap hari di masjid.. .
Kamu mengingatkan orang-orang untuk Sholat di masjid, saya yakin kalau ALLAH dan semua orang menyayangi kamu, ALLAH akan menolong kamu, DIA akan memberimu kesehatan dan kebahagiaan.. .

Saudaraku, kami masih ingin mendengar engkau mengumandangkan adzan dimasjid, dapatkah engkau melakukannya, ALLAH akan menyukainya, Tolong engkau kumandangkan adzan untuk kami.. . Sejenak terlihat airmata keluar dari kedua matanya dan menetes melewati pipi Abdullah.. .

Tak berapa lama kelopak matanya bergerak-gerak perlahan, kemudian matanya membuka sedikit demi sedikit.. .
Bibirnyapun kemudian bergerak- gerak perlahan, seolah ia berusaha untuk mengumandangkan adzan.. .

Ustad Abdurrahman memandang wajah Abdullah dengan tersenyum : Alhamdulillah,teruskan saudaraku, kumandangkan adzan untuk kami..Dan.. . SubhanALLAH, secara tidak diduga monitor alat pendeteksi jantung yang dipasangkan di tubuh Abdullah menunjukkan kerja jantung yang berangsur-angsur normal, itu menunjukkan jika Abdullah telah melewati masa kritisnya.. .

Ahmad yang mengetahui hal itu kemudian melakukan sujud syukur di dalam ruangan itu, kemudian diikuti saudaranya yang lain.. .
Ahmad memeluk Ustad Abdurrahman dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.. .

Tak berapa lama Sang Dokter muncul kembali dan mengecek kesehatan Abdullah.. . Seraya bertanya : Apa yang terjadi..?? . Apa yang telah kamu berikan kepadanya..?? Ia bertanya kepada Ahmad yang berada di dekatnya.. .
"Adzan” Jawab Ahmad dengan tersenyum.. .
Adzan..?? Apakah adzan yang telah menyembuhkannya..?? . Tanya sang dokter kepada Ustad Abdurrahman yang juga masih berada disitu..
Ya,ALLAH menyembuhkannya dengan Adzan : jawab Ustad Abdurrahman dengan tersenyum pula.. .

Sang dokter yang bukan muslim tersebut semakin terheran-heran, kemudian ia mengangguk-angguk, ikut tersenyum dan berkata kepada Ustad Abdurrahman : Suatu hari saya ingin bertanya kepadamu tentang Adzan, tolong beri aku nomer yang bisa dihubungi, katanya.. .
Dengan senang hati dokter : jawab Ustad Abdurrahman penuh keyakinan.. .

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada ALLAH, mengerjakan amal saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.. . (QS.Fushshilat: 33) .

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) ALLAH, niscaya DIA akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.. . (QS. Muhammad [47] : 7) .

Maha Benar ALLAH,Dengan Segala Firman-NYA.. .
SubhanALLAH.. .

(..Silahkan Bagikan Artikel bermanfaat ini, semoga menjadi KEBAIKAN bagi kita semua,Aamiin..) .

Yaa ALLAH.. Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini.. . Dekatkanlah Rezekinya, Sehatkanlah jiwa raganya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini.. .
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.. .

BAGIKAN dengan Ikhlas..!!
Wallahualam salam sehat walafiat penuh berkah Aamiin Ya Robbal Alamin.

Hikmah: Baru Ku Sadari



Baru kusadari ..
Hidup ini sederhana
Sekedar bersyukur saja cukup sudah.

Keinginan yang terus menuntutlah yang membuat hidup menjadi rumit dan memberatkan.

"Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)" (Qs. 27:73).


Baru kusadari..
Sakit hati sebenarnya kata lain dari tdk mau melepas pasrah saja, karena merasa memiliki.

Padahal jika ikhlas dan sadar bahwa semua milik dan terjadi atas kehendak-Nya maka akan plong dada ini dan lega tanpa ada beban perasaan.

"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan" (Qs. 3:109).


Baru kusadari..
Keinginan memperbaiki orang lain, termasuk orang-orang yang dicintai bisa berlebihan dan memaksa.

Yang tanpa sadar mengambil hak Allah untuk  mengendalikan hamba-hambaNya.

"Sesungguhnya engkau  tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk" (Qs.28:56).

Baru kusadari
Perubahan pikiran ini semudah membalikkan telapak tangan
Terombang ambing jika tidak waspada
Maka waspadalah dgn selalu zikir dan senantiasa meminta perlindungan-Nya.
Lengah sedikit bisa menjadi penyesalan berkepanjangan jika pikiran itu diwujudkan dalam amal yang buruk.

"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya"

Baru kusadari..
Ternyata masih banyak yang harus kupelajari
Kesombongan dan rasa malaslah yg membuat aku bodoh untuk memahami kebesaran Allah dalam setiap urusanku

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Qs. 41:53)



Baru kusadari....

Senin, 20 Januari 2020

Hikmah: dr. Jose Rizal di Mata Munarman

SAYA BERSAKSI DOKTER JOSE RIZAL ADALAH SEORANG MUJAHID FI SABILILLAH

Ditulis oleh Munarman

Tadinya saya enggan untuk membuat tulisan ini, namun setelah saya timbang timbang dan "diprovokasi" oleh tulisan Tony Rosyid dengan anak judul yang membuat saya tersentak. Dalam anak judul tulisan Tony tidak sempat mampir ke rumah dr. Jose.

Pada malam itu selepas diskusi di Radio Rasil, saya dan Tony sebagai narasumber dengan topik diskusi PENGASINGAN POLITIK Habib Rizieq Syihab oleh Rezim.


Sekitar jam 20.00 sebelum diskusi akan segera dimulai, pak Farid menyatakan bahwa seandainya tadi saya datang lebih sore, dr. Jose mau ajak diskusi dulu di rumahnya yang berdekatan dengan radio Rasil. Namun karena saya terlambat karena terjebak macek menuju Cibubur akhirnya agenda diskusi on air dulu baru kemudian ke rumah dr. Jose. Padahal juga pak Farid mau ajak makan sambil diskusi bersama dr. Jose.

Namun setelah selesai diskusi on air dua jam kemudian, Tony tidak bisa ikut ke rumah dr. Jose, karena istrinya sedang menunggu di tempat berbeda. Jadi ternyata Tony juga terjebak macet, yang akibatnya harus naik ojek dan turun dari mobilnya. Istrinya meneruskan membawa mobil dengan mencari tempat berhenti. Dan Tony harus segera menjemput di posisi istrinya menunggu. Jadi itulah mengapaTony tidak bisa ikut ke rumah dr. Jose.

Sementara saya dan pak Farid, setelah selesai diskusi on air menuju ke rumah dr. Jose. Namun karena memang dr. Jose sedang dalam keadaan sakit, sepertinya harus istirahat. Dan akhirnya saya juga tidak sempat bertemu dengan dr. Jose. Padahal saya sudah lama sekali tidak ngobrol dengannya. Dan sangat ingin diskusi.

Terakhir saya kunjungi dr. Jose ketika beliau di opname di RS Jantung Harapan Kita tepat 31Desember 2019.

--212--

Perkenalan dengan dr. Jose ketika saya menjadi salah satu anggota Team Pembela Ust Abu Bakar Ba'asyir. Ketika itu dr. Jose ikut mendampingi Ust ABB sebagai Team Medis, pada tahun 2003.

Beliau selama mendampingi Ust ABB sebagai Koordinator Team Medis sangat aktif dan luar biasa

Dalam proses tersebut kami seringkali diskusi. Terutama menyangkut kasus Ambon.

Beliau langsung terjun ke daerah konflik di Ambon dan melihat fakta fakta ketidakadilan, baik dari segi kebijakan maupun dari segi pemberitaan terhadap umat Islam di Ambon. Salah satunya adalah, umat Islam yang sebelumnya adalah korban, akibat pemberitaan dan kebijakan yang tidak adil, dibalikkan faktanya seolah menjadi penyebab dan pelaku konflik Ambon.

Dan dr. Jose melihat ada campur tangan internasional dalam konflik Ambon tersebut.

Tidak berhenti di konflik Ambon, dr. Jose juga terjun langsung ke Afghanistan untuk memberikan pertolongan medis kepada rakyat Afghanistan yang pada tahun 2001 di agresi oleh Amerika Serikat.

Dalam berbagai kesempatan diskusi, dr. Jose seringkali menyatakan bahwa beliau sangat terkesan dengan bangsa Afghan yang bersahaja, serba kekurangan namun tangguh dalam menghadapi berbagai agresi bangsa asing.

Perjalanan dr. Jose di Afghanistan ini dilakukan berminggu minggu dan di berbagai tempat yang di bom oleh Amerika Serikat.

Pada 2003, ketika Amerika Serikat lagi lagi menginvasi negara lainnya yaitu Irak, dr. Jose kembali terjun langsung.

Dalam berbagai ngobrol dengan beliau, pengalaman di Afghanistan maupun di Irak sering kami tanyakan.

Dalam pengalaman beliau di dua negara tersebut, seringkali beliau bersama Tim MerC terjebak di tengah pertempuran antara tentara penjajah dan mujahidin. Dan Alhamdulillah beliau bersama Tim bisa lolos dari sergapan tentara penjajah tersebut. Pernah diceritakan oleh beliau, bahwa seandainya beliau sempat tertangkap oleh pasukan penjajah Amerika, tentu sudah berada di Guantanmo, karena akan dianggap sebagai foreign figther dalam kacamata kaum penjajah. Padahal beliau memberikan bantuan sebagai dokter medis dalam kancah pertempuran tersebut.

        --212--

Tahun 2009, saya bersama dr. Jose berada di Pariaman saat gempa melanda Sumatera Barat. Dan Pariaman salah satu wilayah terdampak bencana yang cukup parah. Aktivitas dr. Jose banyak dihabiskan dalam ruang operasi korban gempa, bahkan sampai berjam jam.

Saat ada keperluan di Jakarta, ditengah aktifktas penanganan bencana tersebut, dr. Jose sempat pulang, dan saya baru menyadari bahwa dr. Jose saat membantu korban gempa tersebut dalam keadaan kakinya juga cidera sehingga harus menggunakan tongkat saat berjalan.

Dua kemudian setelah urusan di Jakarta selesai, dr. Jose kembali mengajak saya kePariaman, kali ini denga menggunakan mobil pribadi beliau. Beraama salah satu relawan, kami bertiga menempuh perjalanan darat lebih kurang 30 jam melalui lintas tengah Sumatera. Dengan membawa peralatan medis.

Pulang dari Pariaman seminggu kemudian, kami bertiga kembali menggunakan jalur darat, kali ini melalui lintas timur Sumatera. Dengan waktu kurang lebih sama 30 jam perjalanan. Padahal dr. Jose seperti yang saya sebutkan tadi, juga dalam keadaan kakinya masih cidera.

Namun semangat beliau dalam membantu rakyat yang tertimpa musibah sangat luar biasa.

    ---212---

Tahun 2012, sekitar November, saya bersama dr. Jose, kembali melakukan perjalanan ke Yordania. Perjalanan kali ini adalah dalam rangka konferensi untuk persiapan acara Global March To Jerusalem. Yaitu satu kegiatan yang dirancang oleh aktivis civil society untuk membebaskan blokade Israel terhadap Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Dalam konferensi tersebut, dr. Jose menyuarakan agar para aktivis jangan terlalu banyak teori, namun lemah di implementasi. Dan dr. Jose mengajak peserta konferensi agar segera menyusun action plann untuk kegaiatan tersebut. Ini salah satu karakter dr. Jose, yaitu semua rencana harus bisa diimplementasikan.

Dalam perjalanan selama 4 hari tersebut, kami bertiga satu kamar agar diskusi menjadi intensif.

Dan setiap sholat, dr. Jose selalu mempersilahkan kami untuk menjadi Imam. Namun saya selalu meminta dr. Jose sebagai Imam Sholat selama perjalanan. Karena kami jadikan sebagai Imam Safar. Dan seluruh gerakan maupun bacaan sholat dr. Jose sangat baik dan sempurna selayaknya santri lulusan pondok pesantren salafiyah. Tak ada keraguan saya menjadi makmum dalam sholat bersama beliau selaku Imam.

Maret 2013, implementasi dari hasil konferensi November 2012, jadi dilaksanakan.

Saya sekali lagi, bersama dr. Jose dan rombongan besar, berangkat menuju Amman.

Kami tiba di Amman lebih kurang pukul 09.00. Namun sayang, kali ini saya tidak bisa masuk ke Yordania dan harus pulang kembali ke Jakarta dengan penerbangan hari itu juga pukul 17.00. karena alasan intelijen.

Gigit jari saya, karena tidak bisa ikut kegiatan menembus pagar batas penjajah Israel.

Dan dr. Jose lah orang yang pertama kali mengabari tentang deportasi saya ini ke teman teman jurnalis di Jakarta. Beliau sempat berdebat sengit dengan pihak imigrasi dan intelijen Yordan agar saya  bisa masuk dan ikut kegiatan Global March to Jerusalem.

   --212--

Khalifah Umar bin Khattab rhodiyallahu ‘anhu pernah memberikan tips khusus dalam masalah ini, sebagaimana diceritakan oleh salah seorang Tabi’in yang bernama Khorasyah bin Al hurr rohimahulloh :

شهد رجل عند عمر بن الخطاب رضى الله عنه فقال له عمر: إنى لست أعرفك ولا يضرك أنى لا أعرفك فائتنى بمن يعرفك , فقال رجل: أنا أعرفه يا أمير المؤمنين , قال: بأى شىء تعرفه؟ فقال: بالعدالة. قال: هو جارك الأدنى تعرف ليله ونهاره ومدخله ومخرجه؟ قال: لا. قال: فعاملك بالدرهم والدينار الذى يستدل بهما على الورع؟ قال: لا. قال: فصاحبك فى السفر الذى يستدل به على مكارم الأخلاق؟ قال: لا. قال: فلست تعرفه , ثم قال للرجل: ائتنى بمن يعرفك

“Ada seorang lelaki yang bersaksi dihadapan Umar bin Khattab rhodiyallohu ‘anhu, Umar berkata kepadanya : Aku tidak mengenalmu, dan tidak masalah meskipun aku tak mengenalmu, tapi datangkanlah seseorang yang mengenalmu.

Tiba tiba seorang laki-laki diantara hadirin berkata : Aku mengenalnya dengan baik wahai Amirul mukminin. Umar lantas bertanya : Bagaimana engkau mengenalnya?

Ia menjawab : Dia adalah orang yang bisa dipercaya.

Umar kembali bertanya : Apakah dia adalah tetanggamu hingga engkau ketahui keadaannya baik siang maupun malam?

“Tidak,” jawabnya.

Apakah engkau pernah berbisnis dengannya sehingga kau ketahui bahwa ia adalah seorang yang wara’?

“Tidak.”

Pernahkah engkau bersafar (berpergian) dengannya hingga engkau ketahui bahwa ia memiliki akhlak yang mulia?

“Tidak,” jawabnya lagi.

Itu berarti engkau tidak mengelanya.
Kemudian Umar berkata kepada pemuda yang bersaksi tersebut : Carikan aku orang yang benar-benar mengenalmu.

(Diriwayatkan oleh Al baihaqi dan dishahihkan oleh Albani dalam Irwaul gholil)

     *---212---*

Dari beberapa kali perjalanan yang lebih dari 3 hari bersama dr. Jose tersebut, saya bersaksi bahwa dr. Jose adalah mujahidin fi sabilillah.

Dokter Jose Rizal adalah seorang mujahid  sekaligus aktivis kemanusiaan sejati. Aktivitas beliau bukan saja terbatas pada batas batas teritorial Indonesia.

Dari pengalaman saya berinteraksi dengan kalangan aktivis dari berbagai spektrum, saya belum melihat seorang aktivis yang benar benar ikhlas dan tidak mencari popularitas.

Dokter Jose patut untuk dijadikan contoh bagi aktivitas kemanusiaan lintas batas.

Engkau adalah sahabatku dokter Jose.

Jakarta, cibubur 20 Jan 2020.

Sabtu, 18 Januari 2020

Hikmah: Sial atau Beruntung??

*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Saya pernah nanya begini kepada beberapa orang peserta pelatihan: "Misalnya anda bangun terlambat menuju ke bandara. Secara kalkulasi jelas gak bakalan kekejar. Tapi anda teruskan itu perjalanan ke bandara. Eh lha kok macet parah. menurut anda sial atau beruntung?

Peserta : "Sial pak ... Udah bangun telat eh kena macet"

Saya : "Lha ... Ternyata pesawat anda delay penerbangannya 4 jam. Sehingga anda bisa naik pesawatnya, alias enggak ketinggalan. Ini anda sial atau beruntung?"

Peserta : "Wah ya beruntung pak"

Saya : "Nah di ruang tunggu yang sama, ada orang yang mengejar kerjasama bisnis. Kalau terlambat ia kehilangan proyek bernilai milyaran rupiah. Gara-gara delay pesawatnya, dia kehilangan proyek itu. Menurut anda, orang itu sial atau beruntung?"

Peserta : "Sial pak"

Saya: "Nah, tapi beberapa bulan kemudian. Ternyata teman orang itu, yang memenangkan proyek karena orang itu pesawatnya delay, ternyata temannya kena tipu milyaran rupiah. Gara-gara pesawat delay 4 jam, orang itu tidak kena tipu. Orang itu sial atau beruntung?"

Peserta : "Ya beruntung pak"

Dari percakapan di atas, nampak bahwa sebenarnya penilaian kita atas peristiwa bisa berubah seiring waktu. Ya, seiring waktu, lalu ada kejadian lain setelahnya, maka judgement kita atas peristiwa, bisa berbalik 180 derajat.

Sebuah peristiwa yang kita katakan sial pada suatu waktu, 6 bulan, 1 tahun, 10 tahun mendatang, bisa jadi malah kita syukuri.

Mungkin saja, ada kejadian pagi ini, kemaren, 1 tahun lalu, 5 tahun lalu yang masih sulit anda terima. "Beruntung dimananya? Jelas jelas saya disakiti?". Mungkin begitu penilaian anda. Tapi, lihat saja seiring waktu berlalu. Karena semua hal dalam hidup tidaklah tetap. Semuanya mengalir. Semuanya berubah.

Penderitaan dimulai, saat Kita kaku dalam menilai. Kita terus menerus memegang penilaian atas sebuah peristiwa yang tidak enak. Dan menutup mata, terhadap peristiwa kelanjutannya. Yang mana sebenarnya peristiwa kelanjutannya itu, menjelaskan fungsi dari peristiwa tidak enak yang sebelumnya.

Kita akan tersesat di Jakarta, kalau menelusuri kota Jakarta tahun 2015, dengan menggunakan peta Jakarta tahun 1950.

Kita perlu mengupdate peta kota Jakarta yang kita miliki. Karena Jakarta terus berubah.Kita pun akan tersesat dalam hidup, saat kita tidak mengupdate peta penilaian kita atas peristiwa.

Kita melihat orang, dengan peta penilaian jadul. Kita menilai peristiwa dengan peta yang kadaluarsa. Bisa jadi orang yang kita benci 5 tahun lalu, sekarang dia berubah 180 derajat jadi orang baik. Lalu mengapa masih jadi penderitaan bagi kita?Karena kita masih memegang erat peta lama dalam menilai orangnya.

Mari kita update peta kehidupan kita.

Have a nice day. Barakallah🤲

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah di masjid, semoga Allah menerima amal ibadah kita. Aamiin_*

Jumat, 17 Januari 2020

Hikmah: Sedekah Yang Segera Kembali !

Dalam salah satu televisi show di Negeri Barat, pembawa acara membuka acara untuk pengumpulan donasi bagi seorang yang sedang sakit parah sementara ia dalam kondisi sangat tidak mampu. Lelaki ini harus ditindak operasi dengan biaya puluhan ribu dolar.

Mulai lah para pemirsa menghubungi nomer yang tertera pada acara ini dan beberapa dari mereka menyumbang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Hingga muncul satu telepon dari seseorang Muslim yang menyumbang hanya 2 dolar.

Sang pembawa acara heran dan bertanya,
“Mengapa engkau menyumbang sangat sedikit?”
Ia pun menjawab,
“Ketahuilah bahwa itu adalah separuh dari harta yang kumiliki saat ini. Tapi aku tetap ingin berbagi.”

Baginya berbagi walau sangat sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali !

Fenomena ini membuat acara tersebut semakin heboh. Penelpon selanjutnya menyumbangkan dana yang lumayan besar dan berpesan untuk membagi dana yang ia sumbangkan untuk orang yang sakit dan setengahnya untuk orang yang menyumbang dua dolar tadi.

Setelah itu telepon itu berdering lagi dan ada yang menyumbang ribuan dolar lagi. Ia juga berpesan untuk membaginya setengah untuk yang sakit dan setengah untuk yang menyumbang 2 dolar.

Begitu terus hingga biaya pengobatan bagi lelaki yang sakit itu terpenuhi dan pemuda yang menyumbang dua dolar itu juga mendapatkan uang yang tidak sedikit.

Akhirnya beberapa hari setelah penggalangan dana ini, pemuda Muslim itu di undang ke acara yang sama. Ia di wawancarai oleh pembawa acara tentang kehebohan yang ia buat di acara sebelumnya.

Ia pun bercerita,
“Aku telah berkeliling dan mendaftar pekerjaan kesana kemari namun aku tidak mendapatkannya. Hari itu aku hanya memiliki 4 dolar dan setengahnya aku berikan kepada lelaki yang membutuhkan dana untuk operasi. Aku pun tidak menyangka akan mendapatkan balasan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta'Ala dengan jumlah yang tak pernah kubayangkan.”

Setelah acara itu selesai, beberapa perusahaan datang menghampirinya untuk menawari sebuah pekerjaan. Dan akhirnya ia pun memilih salah satu yang sesuai dengan keahliannya dan itulah pekerjaan yang selama ia inginkan.

Jangan heran dengan kisah-kisah semacam ini karena sedekah yang tulus dari hati pasti akan kembali kepada pemiliknya dengan ganti yang lebih indah dan tak terduga-duga.

Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta'Ala berfirman,

وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS.Saba’:39)

Bersedekahlah sekecil apapun, karena nilai sedekah tidak ditentukan oleh jumlahnya tapi nilai itu ditentukan oleh keikhlasan hati kita.

Lakukan segala sesuatu untuk Allah, nanti Allah yang akan mengatur bagaimana cara untuk membalas kebaikanmu.

🍁 Semoga Bermanfaat 🍁



✨ @InspirasiAlQuran Kompilasi Kisah Inspiratif & Hikmah Al Qur'an

TAM (4) Menuju Pijoan Jambi

Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...