Minggu, 17 Januari 2021

Sembuh dari Gejala Penciuman Hilang

 *KIAT KESEMBUHAN DARI GEJALA PENCIUMAN HILANG*


Berdasarkan testimoni dan pengalaman yg dialami salah satu walisantri Gontor yg terkena kehilangan rasa dan daya penciuman. 

Setelah sepekan dg usahanya akhirnya Allaah Azza wajala berikan kesembuhan. 


Kiatnya mengambil contoh dari Rasulullah yg juga diterapkan oleh para muslimin dan muslimat di Kota Mekkah, sbb :


❤️ *Ikhtiar Pertama*

Yang kami lakukan ialah, Shalat dua rakaat dan memohon kesehatan kpd Allah. Insyaa Allah sembuh dgn izin dan kasih sayang-Nya.

Kalau belum sembuh.


💗 *Ikhtiar kedua*

Yaitu baca Al Fatihah / surah2 lain, tiupkan pada air dan minum.

Dengan amalan tambahan :

*Jika Badan Panas* maka kami perbanyak baca Shalawat _(karena Shalawat sebagai penyejuk)_. 

*Jika Badan Dingin* maka kami perbanyak baca Ayat Kursi.

*Jika Sakit yg Terlihat* maka kami bacakan Surah Al Fatihah sambil mengusap usap di bagian yg sakit.

*Jika Sakit tak Terlihat* maka kami perbanyak bacaan Surah Al Ikhlas, Al Falaq, An-Naas _(sbg penolak sihir)_.

Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.

Tapi kalau belum sehat juga, lakukan ikhtiar yg ke-tiga.


🧡 *Ikhtiar ke-tiga*

Yaitu bersedekah, dgn niat mendapatkan pahala kebaikan dan dijadikan jalan penyembuh sakit. Insyaa Allah akan sembuh.

Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.


💛 *Ikhtiar ke-empat*

Yaitu perbanyak Istighfar, utk bertaubat.

Sebab, Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2.

Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.


💚 *Ikhtiar ke-lima*

Yaitu minum Madu dan Habbatussauda .


💙 *Ikhtiar yang ke-enam*

Yaitu dgn mengambil makanan herbal, spt bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dll, spt disebut dlm Al-Quran.

Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. 


Jika belum sembuh, baru kami.


💜 *Ikhtiar ke-tujuh*

Yaitu pergi ke dokter yg shaleh.

Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah.


*Yg saya lakukan adalah :*

🔹Saya karantina mandiri. 

🔹Saya minum obat dr. Dokter. 

🔹Madu 5 sedok makan _(yg biasanya 1 2 sendok sj)_ 3x. Setiap terjaga dari tidur sy minum madu 5 sendok. 

🔹Selalu mengkonsumsi air hangat makanan panas lah pokok nya. 

🔹Rebusan Sereh kunyit kasih madu 5 sendok. 

🔹Makan makanan 4 sehat 5 sempurna yg banyak meskipun hambar tak terasa apa saja sy makan. 

🔹Istirahat full gak keluar gak aktifitas sy tidur. 

🔹Air kelapa ijo kasih garam sedikit kasih madu terus dikasih jeruk nipis. 

🔹1 yg paling penting, gak boleh cemas terlalu tinggi bawa bahagia enjoy happy biasa ajah lah pokoknya. 

🔹Jangan lupa sholat apapun keadaannya dan selalu baca do'a Al-Ma'surat. 


Semoga pengalaman bunda walisantri Gontor tsb sbg informasi dan dpt bermanfaat... 🙏🏿




Senin, 11 Januari 2021

Raun Raun Batigo Baranak

 Raun Raun Bertiga Beranak. 


Selepas mengantarkan pesanan Ufia pelanggan, jam delapan lewat Nova sudah stand by menanti saya. Dhifa yang awalnya mau ditinggal di rumah, ternyata bergegas mengganti baju dan memasang jilbabnya mendengar saya akan mengantarkan bundanya pagi ini. 


Dalam hitungan beberapa menit kami sudah siap. Dan ini adalah jalan jalan perdana kami bertiga sejak hari minggu lalu, yang berkutat dan bertahap membersihkan rumah. Banyak pakaian dan buku yang terendam yang mesti disortir ulang. Selain urusan ke sekolah, aktifitas kami hanya seputaran rumah saja. 


Bertiga kami menggunakan revo membawa qurma sukari pesanan teman Nova di salah satu rumah sakit di dekat Fresh Market Graha Raya Bintaro. Melaju kami di jalanan utama beberapa ruas jalan utama, namun kadang memintas lewat "jalan tikus" agar bisa sampai lebih cepat. 


Sampai di depan gerbang rumah sakit tersebut, saya tak masuk ke halamannya. Selain menghindari biaya parkir, toh kami tak berlama lama juga di sana. Hal ini disebabkan bertemu dengan teman Nova juga di waktu kerjanya, bukan di saat istirahat. 


Saya dan Dhifa parkir di sisi jalan, Nova ke dalam mengantarkan qurma. Motor saya matikan dan parkir menepi agar tak menghalangi orang yang lewat di jalan yang tak begitu lebar, karena melihat di seberang jalan ada jajajan pagi. Saya beli beberapa potong kue buat kudapan Dhifa nanti. 


Buku buku dalam satu tas kecil, selalu  disiapkan Dhifa bila dia ikut dengan bundanya. Gerakan cepat dalam hal ini. Tinggal copot sana sini sesuai seleranya, pluk masuk semuanya ke dalam tas tenteng yang ada. 


Hobi membaca ini selalu ditemani dengan makanan ringan. Ini semua agar dia tidak rewel saat kami bertemu dan berdiskusi dengan teman sejawat. Bagi dia ini sudah sangat nyaman. Dan kita pun aman. 


Tak lama berselang kami lanjutkan perjalanan menuju SMK Farmasi Tangerang 1 yang tak berapa jauh lagi. Melewati pasar Bengkok dan diujungnya bertemu dengan jalan Raya Ciledug - Cipondoh. Belok ke kanan arah Ciledug, hanya puluhan meter persis di samping rumah Makan Ayam Kampung Pinang motor masuk ke jalan yang seukuran mobil saja dan di ujungnya akan bertemu sekolah Farmasi tersebut. 


Di sini, di setiap sabtu tak ada lagi proses mengajar. Murid murid hanya melalukan aktifitas ekstra kulikuler saja. Banyak pilihannya bagi para murid. Termasuk latihan bagi para pelaksana upacara buat hari senin pagi. Tak ada proses mengajar umumnya di setiap sabtu, tetapi para guru hadir meskipun sebentar. 


Setelah selesai urusan di sini, masih ada dua lagi agenda yang ingin kami tuntaskan menjelang siang. 


Kami menuju Perumahan Pinang Griya yang tak jauh dr sekolah Farmasi ini. Tak sampai lima menit kami sudah berada di gerbang perumahan yang berada pada di kiri jalan. 


Jalan yang menurun kami susuri perlahan sambil memperhatikan rumah rumah yang terdampak banjir kemarin. Banyak perabotan yang masih menumpuk di garasi rumah di kiri dan kanan jalan. 

Panas yang tak begitu terik ini dimanfaatkan sebagian warga untuk menjemur "spring bed" mereka. Pada bagian depan rumah terlihat batas air yang mengenangi kawasan ini. Hampir setinggi motor yang saya kendarai. 


Tak terbayang oleh kami betapa paniknya warga ketika banjir yang datang menjelang subuh waktu itu. Ditengah pulas tidur, air datang dan mengenangi daerah ini tanpa permisi, hampir dua hari.  Betapa susahnya membersihkan rumah pasca banjir yang hampir sebahu orang dewasa tingginya di beberapa tempat. Ini salah satu alasan kami ke sini. Ada sahabat karib kami yang mengalaminya, di sini. 


Sayang, ketika kami sampai di rumah yang dituju, hanya terlihat beberapa ember dan baskom terlihat di garasi rumah. Komunikasi yang dijalin sedari tadi tak berbalas. Kami perhatikan ternyata pagar digembok dari dalam, tak berpenghuni. 


Kami pun balik arah. Satu lagi rumah senior yang ada tak jauh dari sini pun, tak terlihat orangnya. Namun dari fesbuknya kemarin, rumah beliau sudah dibersihkan. Sudah mulai terlihat kinclong dinding dinding yang sempat terendam air kemarin. Beliau tidak mengungsi karena rumahnya bertingkat dua. 


Keluar sari perumahan ini, kami belok kiri menuju rumah sakit Bhakti Asih Ciledug. Lurus menuju perempatan Ciledug yang mulai terasa macet hingga pertigaan perumahan Ciledug Indah, yang juga termasuk kawasan rawan banjir. Selepas pertigaan tersebut jalanan lancar jaya. 


Lampu merah perempatan Ciledug kami belok kiri. Dari kejauhan terlihat bagunan rumah sakit yang sedang berkembang pesat. Ada bagunan baru yang jauh lebih besar dari bagunan awal rumah sakit ini, menandakan bahwa rumah sakit ini mempunyai layanan yang baik sehingga banyak pasiennya meningkat signifikan. 

Kadang terfikir juga oleh saya, "Negara ini tambah sehat, atau tambah sakit?". Hehehe. 


Setelah mengambil tiket masuk, saya langsung menuju parkiran. Nova dan Dhifa yang tadi menunggu di selasar ruang rawat inap, saya samperin. Tujuan kami ke ruang Sakura 2, tempat anak sahabat saya di rawat. Azzam, anak almarhum pak Safrudin dirawat di sini sejak kemarin pagi akibat sakit Thypus yang dialaminya. Dina kakaknya yang mengabari saya tadi pagi ketika kami bertemu. 


Jam masih menunjukan 10.30 tetapi kami seolah mendapat kemudahan masuk sebelum jam bezuk berlaku. Saya pun tak tahu, entah mengapa ketika kami masuk tadi, pintu terbuka dan tanpa ada penjaganya. Ruangan sakura yang berada di lantai dua, dengan mudah kami temui. Ada bu Sri yang menemani Azzam saat kami datang. Alhamdulillah sudah mulai baikan kondisinya menjelang siang ini. Melalui mamanya Azzam bilang malu karena sudah beberapa hari ini belum mandi. Malu, katanya. 


Tak lama berselang, Dina dan suaminya pun datang. Sekalian gantian jaga, Dina pun membawa makan siang buat keluarga. Setelah ngobrol panjang lebar, kamipun pamit. Tak lupa Nova menyelipkan sesuatu buat mbak Sri, mamanya Azzam. Menjelang jam bezuk mulai, kami pun meninggalkan ruangan ini. 


Parkiran yang penuh, baik untuk motor maupun mobil membuat saya agak bersabar mengeluarkan motor yang terselib. Namun petugas parkir yang banyak dari biasanya sangat membantu memudahkan motor saya untuk keluar. 




Keluar dari rumah sakit, kami berniat langsung pulang ke rumah. Namun karena sudah menjelang siang, dan Nova yang tadi belum sempat masak seperti biasanya, kami pun mampir di RM Nasi Kapau Salero Uda. Rumah makan yang tak begitu mahal, ada tarif menu yang jelas dan yang penting masakannya uenak tenan. Kami mampir dahulu di sini. Posisi nya tepat di pertigaan lampu merah portal Ciledug Mencong. 





Setelah makan, rehat dan sholat zuhur kami di masjid Al Barkah, sebelum pulang ke rumah.


Ciledug Tangerang 

11 Januari 2020

Sabtu, 09 Januari 2021

Hikmah: Lockdown Terlama

Lockdown terlama

Noah’s Arc (Bahtera Nuh)


Nuh ter “lockdown” di dalam bahtera selama lebih dari 8 bulan. Bersama keluarga dan binatang-binatang. 


Hujan 40 hari 40 malam, air menggenang selama 150 hari, nuh menunggu selama 40 hari lagi, belum kering. Nuh menunggu 7 hari plus tujuh hari lagi. Total : 244 hari ( 8 bulan lebih). 


Nuh bosan? Pasti

Nuh takut? Pasti lah di luar banjir besar. 


Tapi.....

Dia tidak mengeluh dan sabar, karena dia tahu. Terkuncinya dia di dalam bahtera selama itu ialah karena Tuhan mau menyelamatkannya dari badai besar. Tuhan melindunginya bersama keluarganya di dalam bahtera itu. Jika saja dia tidak taat, dia sudah binasa dengan semua orang dimuka bumi. 

Ketaatan dan kepercayaannya akan perlindungan Tuhan sudah menyelamatkan Nuh dan keluarganya.


Lalu Tuhan membuat pelangi sebagai janji tidak akan memusnahkan umat manusia lagi.

1. Sama seperti kita sekarang, Tuhan mau kita diam #dirumahaja supaya kita aman dari wabah besar ini.

2. Tuhan mau kita percaya bahwa Dia melindungi kita, asal kita taat. 

3. Jangan mengeluh tetapi harus bersyukur karena kita aman di dalam rumah.

4. Janji Tuhan tidak pernah Ia ingkari, pandemic ini besar tapi yakin Ia tidak akan memusnahkan umat manusia lagi seperti peristiwa air bah.

5. Tuhan selalu menyertai kita 


Tetaplah ber-Iman dan ber-Imun

Salam Sehat 🤝



Kamis, 07 Januari 2021

Sedekah Subuh

 *DAHSATNYA INFAQ / BERSEDEKAH SUBUH*


Mari masukan uang se ikhlasnya ke kas amal masjid *setiap* setelah sholat subuh berjamaah secara *istiqomah* makin besar kita ber infaq / sedekah inshaa Allah makin besar juga manfaatnya.


Assalamu'alaikum, 

Semoga tulisan ini menginspirasi kita semua :


Jika seseorang itu memberi *sedekah*, dan dia tahu bahwa *sedekah* nya itu sampai kpd Allah SWT dahulu sebelum orang yang disedekahinya, maka dia akan mendapat kegembiraan dalam pemberiannya.


Adakah kamu tahu antara kebaikan² *sedekah* itu ?


_Perhatikan nomor 17 hingga 19_


Rujukan dari hadits²...


1. *Sedekah* adalah salah satu pintu untuk menuju ke Syurga Allah SWT,


2. *Sedekah* ialah perbuatan yang paling mulia antara semua perbuatan kebaikan dan sedekah yang paling baik adalah dgn memberi makanan kepada orang,


3. *Sedekah* akan dihisab pada hari Kiamat dan sedekah akan Inn Syaa Allah menjauhi api neraka jahanam,


4. *Sedekah* mampu memadamkan kemurkaan Allah SWT dan mampu memadamkan kepanasan di dalam kubur,


5. Perkara yang paling memberi keuntungan kepada orang² yang telah meninggal dunia adalah *sedekah* dan Allah SWT akan sentiasa memanjangkan pahala dari *sedekah* tersebut,


6. *Sedekah* mampu mensucikan ruh dan menambah pahala kebaikan,


7. *Sedekah* adalah salah satu cara untuk mendapat kebahagiaan di hari Kiamat dihadapan Allah SWT,


8. *Sedekah* boleh menyelamatkan diri dari celaka di hari Kiamat dan tidak akan membuat kita sengsara disebabkan masa lampau kita,


9. *Sedekah* mampu menghapuskan dan diampunkan dari dosa² yang telah dibuat,


10. *Sedekah* adalah kepastian untuk meninggal dunia dalam keimanan serta ketakwaan terhadap Allah SWT dan malaikat akan mendoakan kebaikan kepada kita,


11. Orang² yang memberi *sedekah* ialah orang² yang baik dan siapapun yang terlibat dalam melakukan kebaikan tersebut akan diberi ganjaran oleh Allah SWT, 


12. Orang yang memberi *sedekah* dijanjikan akan mendapat ganjaran yang hebat dari Allah SWT In Syaa Allah, 


13. Orang yang memberi *sedekah* adalah tergolong dari golongan orang² yang disayang oleh masyarakat


14. Memberi *sedekah* adalah perbuatan yang mulia,


15. *Sedekah* mampu melepaskan kita drpd kesusahan dan doa² akan dimakbulkan Allah SWT In Syaa Allah,


16. *Sedekah* mampu menghapuskan kesulitan hidup dan ditutup 70 pintu kecelakaan di dunia,


*17. Sedekah* mampu memanjangkan umur seseorang dan bisa memberi kejayaan hidup,


18. *Sedekah* adalah obat,


*19. Sedekah* mampu menolong anda dari kecurian, kematian yang dahsyat dan hina, kebakaran dan lemas &


20. *Sedekah* ialah ganjaran yang baik meskipun anda memberi kepada binatang² atau burung².


Yang terakhir sekali.....


_*Sedekah* yang paling baik adalah jika anda membagikan pesan yang baik ini kepada orang lain dan diniatkan sebagai sedekah..._


karena itu hanya dengan cara men-share tulisan ini kita akan mendapat bagian pahala *sedekah*,

Jika yg membaca tulisan ini tergerak hatinya untuk ber- *sedekah*...


Mari share sebanyak-banyaknya kpd grup keluarga, sanak famili, teman kerja, teman sekolah, tetangga dll


Selasa, 05 Januari 2021

From Padang With Love

Sore ini menikmati sang mentari pulang ke peraduan bersama sang Bundo. Banyak yang telah berubah sepanjang pantai Padang ini. Di sekitaran pantai Purus banyak orang yang menikmati suasana sore. Banyak warung yang tertata apik baik di pinggir pantai beralas pasir maupun di pinggir trotoar jalan. Jalan sepanjang pantai ini pun yang mulus dan bersih.

Sengaja kami menunggu mentari balik ke peraduan di sini, di mesjid Al Hakim yang baru saja menjadi salah satu icon baru kota Padang. Kabarnya mesjid ini dibangun oleh pendiri dan pemilik Wardah Kosmetik, urang awak yang juga alumni ITB Bandung.

Padang Kota Tercinta tahun ini memiliki satu lagi mesjid terindah di pinggir laut setelah Masjid Raya Sumatra Barat yang berada di jalan Khatib Sulaiman. Dua mesjid ini melambangkan bahwa masyarakat Sumatera Barat adalah masyarakat yang agamis. Masyarakat yang memegang teguh falsafah "Adat basandi syarak, syara' basandi kitabullah" dan "Syara' mangato, adat mamakai".


Menunggu waktu mentari turun di ufuk barat, sembari menunggu waktu maghrib masuk, di mesjid nan indah ini adalah suatu keberuntungan bagi kami. Sebuah kesempatan yang harus dimanfaat bagi para perantau untuk menikmati indahnya pantai Padang, seperti kami ini. Rekreasi dapat, ibadah tetap terjaga. Subhanallah. 


#####

Padang, April 2001 yang mempertemukan kami secara pisik. Mempertemukan saya secara personal dengan keluarga besar Nova pada saat wisuda apotekernya di Aula Fakultas Ekonomi Kampus Unand Jati. Dari sinilah semuanya bermula. 

14 Mai sang buah hati sudah diantarkan mamanya ke Jakarta. Pas sebulan setelah wisuda itu. Di Jakarta ini mulai serius membicarakan kapan waktu terbaik bagi kami untuk menikah. Entah keberanian darimana, saya pun tak paham. Yang jelas hati ini tentu sudah ada yang menggerakkannya. Tetapi niat untuk pacaran setelah menikah memang kami tekadkan. 

Hanya seminggu mama di jakarta saat itu dan dapat kesimpulan bersama bahwa dalam liburan Summer School nanti, saya akan pulang kampung. Dan pada tanggal 1 Agustus 2001, duduak niniak mamak di kedua belah pihak di Kapau. Dan disepakati bahwa kami akan menikah pada 20 Desember 2001. Pas pulang dari Kapau saat itu saya mendapatkan kado dari mama. Kado ultah ternyata, kemeja lengan panjang warna biru muda, kesukaaan saya.

Alhamdulillah, kami nikah pada hari Kamis, 20 Desember dan resepsinya dua hari, yakni Jumat 21 Desember "alek urang kampuang" dan Sabtu 22 Desember "undangan". 


#####

Sudah menjadi takdir ALLAH yang indah, bahwa hampir setiap Desember sejak 2013 kami bersengaja pulang kampung dengan mengendarai kendaraan. Selama dua kali pulang kampung tahun 2013, saya dibantu oleh pak Dadang sebagai supir kami. Namun sejak 2014 setiap pulang kampung saya seringnya sebagai solo driver. Pernah juga dibantu oleh Hafidz, adik sepupu Nova dan oleh Fatur ponakan saya.

Moment pulang kampung setiap Desember adalah momen momen mengenang kembali saat bertemu di Padang, saat Wisuda dan saat menikah di Kapau. 

Dari Padang semuanya bermula, karena sama sama alumni Universitas Andalas, sama aktifis di HMI Cabang Padang, baik dari tingkat komisariat hingga pernah menjadi staff Ketua Bidang di kepengurusan HMI Cabang Padang, berbeda periode. 

From Padang With Love akan selalu memaknai perjalanan cinta kasih kami yang hingga saat ini telah dikarunia dua pasang putra dan putri. Sayang si bungsu kami, M. Fatih Abdurrahman, hanya berusia seminggu. Kami yakin dan berharap semoga si bungsu ini adalah investasi akhirat bagi kami semuanya. InsyaAllah. 

Sementara si sulung kak Dhila sekarang sudah pengabdian di Gontor Putri 7 Pekanbaru, Imam kelas 3 di Gontor Dua Ponorogo dan Dhifa kelas 5 yang selalu ikut kemana mana bersama kami saat ini. 


Padang,  21 Desember 2020

18.15 WIB

disempurnakan di Bintaro 05/01/2021 

10.52 WIB

Bisnis Kuliner Kapau Online: #DapurBundoNova

#DapurBundoNova

Alhamdulillah, dua pesanan pembuka awal tahun ini membuat #DapurBundoNova mulai menggeliat hari ini. Tidak hanya menggeliat bagi kami semata, tetapi juga berbagi rezeki dengan sesama. 


Empat bulan menggeliat sejak Agustus 2020, sebelum kami mudik tanggal 10 Desember, secara tak sengaja ikut menggerakkannya ekonomi masyarakat yang di sekitar kami. Mulai dari yang terdekat dengan rumah ada tukang santan di dua tempat, tukang sayur di tiga tempat, tukang ikan satu tempat, dan di pasar Ciledug dan pasar Arinda.

 

Banyak kenalan baru dengan para pedagang, dimana saya menjadi pelanggan mereka, saudara mereka ataupun sahabat mereka. Berteman akrab dengan mereka, bahkan pesanan pun bisa dilakukan dengan WA. 


Selain itu saya juga bersahabat dengan para kurir yang siap antar, ada dari tetangga dekat rumah adapun sahabat dari paket kiriman baik Paxel, JNE, TIKI maupun Lion Parcel. Setiap usaha buat yang kami rintis ini, ada porsi rezeki mereka masng masing. Inilah yang disampaikan bundo, bahwa berkah itu bukan milik kami saja, tetapi bagi orang lain juga, termasuk customer kami yang setia. Mikro ekonominya tercipta secara tak sengaja.


Semoga di awal tahun ini, kualitas cita rasa dari #DapurBundoNova bisa kami jaga, variasi makanan pun mulai banyak juga. Promosi dari mulut ke mulut dan testimoni dari pelanggan, tak kalah membantu berkembangnya bisnis kuliner kami ini. 


Semoga di tahun ini kami tetap bisa memberikan persembahan terbaik kuliner kami, #DapurBundoNova untuk santapan keluarga sahabat semuanya.

Olahan kami #LamaknyoTaraso, insyaAllah.


PBH 1 Januari 2021

14.28

Senin, 04 Januari 2021

Paxel, Gulai Tambunsu dan Sambalado Tanak

Testimoni: Gulai Tunjang dan Sambalado Tanak

Pengiriman masakan #DapurBundoNova hari Minggu kemarin, 03/01/2021 ada tiga paket menggunakan jasa PAXEL. Dua diantaranya sangat menarik untuk saya kupas, saya sampaikan disini sebagai testimoni. Sementara yang satunya lagi, paket tambunsu bumbu 2kg ke daerah Bekasi diterima sore sebelum jam 16.00 WIB, buat customer kami yang repeat order.  


Yang pertama paket ke Cikarang. Total beratnya lebih dari 5kg dengan biayanya Rp. 25.000, yang menurut saya sudah sangat terjangkau. Sejatinya paket ini terkirim jam 12.00-14.00 karena keterlambatan system aplikasi shipmentnya. Seharusnya dibuat sebelum jam 10.00 sehingga bisa dikirim jam 10.00-12.00 dan perkiraan sampai malam, antara jam 20.00-22.00. 


Tetapi karena ada catatan dari kurir, akhirnya paket tersebut dikirim sebelum jam 12 siang. Alhamdulillah, jam 18.30 sudah diterima oleh customer. Pas banget sebelum makan malam keluarga. 


Di balik itu semua, hal yang sangat membahagiakan kami adalah Gulai Tunjang yang dipesan ternyata diterima dalam kondisi baik

Ada enam potong gulai tunjang dengan nangka sebagai sayurnya. Ini adalah untuk pertama kalinya kami mengirim "gulai" menggunakan jasa pengiriman, biasanya menggunakan kurir langsung. Takut saja, nanti gulainya basi. Dulu pernah kami mengirim gulai tambunsu ke Cikarang ini menggunakan jasa ojek, namun ongkirnya mahal. Lebih mahal dari gulai tambunsunya.  Untung waktu itu customer kami, tidak ada masalah dengan tarif tersebut.


Kesimpulan pertamanya: pengiriman paket gulai dengan Paxel "sameday", di Jabodetabek insyaAllah aman dengan biaya relatif murah. Paxel telah memberi solusi. 


Yang kedua adalah pengiriman ke Sidoarjo Jatim. Pesanan sahabat kami, Om Rismon Guchi. Paketnya lebih dari 3kg dengan biayanya Rp. 35.000. Ini jauh lebih murah ketika kami mengirimkan paket buat Bunda Novyreal Vyantisah, ke Sidoarja juga. Sayang waktu itu kami hanya mengetahui Lion Parcel, belum kenal sama Paxel, yang ternyata point centernya dekat dari rumah. Waktu pengirimannya sama, sehari sampai. Sahari sampai tidak sama dengan "sameday" ya. Dan dengan Paxel harga jauh lebih irit. 


Hal yang menggembirakan kami ialah adanya Sambalado Tanak dalam pesanan tersebut. Alhamdulillah, ternyata kondisinya tak berubah. Masih tetap uenak sesuai kabar dari Om Rismon ini, yang saya sertakan sebagai bukti testimoni.


Kesimpulan kedua saya, selain harga kirim yang terjangkau untuk wilayah Jatim, rasa Sambalado Tanak kami tetap woke. 


Alhamdulillah, masakan #DapurBundoNova aman dalam perjalanan dan #LamaknyoTaraso tetap terjaga. Kami senantiasa memberikan yang terbaik dengan harga ongkir yang terjangkau.


Terimakasih Paxel yang telah membantu pengiriman paket kami ini. Tentu juga, tanpa menafikkan paket pengiriman lainnya yang pernah kami gunakan. 


PBH

Senin, 04/01/2021

21.10

TAM (4) Menuju Pijoan Jambi

Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...