Alhamdulillah, hari ini kesampaian juga untuk menikmati perjalanan bersama PO TAM dengan trayek Padang Jakarta. Ini adalah pengalaman kedua bersama TAM setelah akhir tahun lalu menikmatinya dengan jalur Tangerang Pekanbaru.
Ada bedanya dengan unit sebelumnya. Unit ke Sumatra Barat armada baru semuanya dengan seat andalannya adalah Grand Captain. Yakni dua seat yang posisinya berada pas di atas driver. Harga seat nya Rp 850.000,-. Seat yang menjadi incaran saya selama ini. Tidak semua armada bus Sumatra yang menggunakan dua seat seperti ini. Yang ada baru PO Al Hijrah dan Miyor, dengan nama yang berbeda. Selain seat yang ini, lainnya adalah executive class dengan leg rest. Harga tiketnya Rp 700.000,-.
Alhamdulillah, sebuah keberuntungan ketika membeli tiket melalui aplikasi Redbus beberapa hari sebelumnya, ketika masih di Pekanbaru. Satu seat Grand Captain yang tersisa, sementara satu seat nya sudah dipesan satu bulan sebelumnya oleh penumpang yang ada di samping saya.
Dan pagi ini, jam 7.30 saya sudah dijemput oleh Dinda Fajar Rusvan di penginapan di daerah Belanti Raya. Sudah dijanjikan tadi malam setelah meet up dengan kanda Hendra FJ, prof Aldri Gaul menjelang tengah malam, menjelang pergantian hari. Dan ternyata bro Kadir juga ngajak sarapan pagi. Jadilah kami sarapan bareng di VII Koto Talago Alai. Saya dan Fajar memilih nasi goreng dengan segelas teh Talua, sebagaimana hobby kami yang sama. Bro Kadir dengan nasi supnya, plus Buya yang datang kemudian dengan sup tanpa nasi dan telor setengah matangnya.
Obrolan ringan hingga yang berat mengalir begitu saja, sambil tertawa penuh keceriaan. Berempat kami berbeda jurusan dan kampus tapi terikat dalam satu himpunan, bisa cair dalam membahas apa saja. Yang berat jadi ringan. Yang kaku jadi cair. Itulah hebatnya anak anak himpunan ini. Anak-anak Hang Tuah 158. Dan di ujungnya, bro Kadir yang mentraktir sarapan pagi ini. Berkah silaturahmi.
Menjelang jam 10 kami berpisah, Fajar mengantar saya ke PO TAM. Tak berapa lama setelah itu, saya memastikan keberangkatan dengan melapor kepada agen yang ada. Fix berangkat, fix juga dengan Grand Captain Seat nya. Alhamdulillah. Dan Fajar pun melanjutkan aktivitasnya.
Sayang bus yang dijanjikan datang jam 11.00 terlambat datang karena terjebak antrian solar di SPBU Khatib Sulaiman setelah perjalanan dari Pariaman. Terlambat satu jam dari jadwal seharusnya. Tapi bagi saya, tak ada yang sia-sia. Saya bisa menikmati seporsi sate lokan tanpa ketupat dan bercengkrama dengan pedagangnya yang juga kocak. Setiap pagi dia dagang di agen PO TAM dan PO Epa Star ini. Orangnya supel, ceria. Banyak ketawa nya.
Ketika bus datang, koper saya masuk ke dalam bagasi bus, saya segera masuk dan duduk di seat yang saya idamkan. Menunggu bus jalan, meninggalkan kota Padang.
Tuntas sudah segala amanah dan trip ke Sumatra kali ini. Kembali ke rantau dengan tugas lainnya.
Talang Solok
30 Juli 2026
15.00





Sepertinya ada kesalahan penulisan harga tiket kelas eksekutif my bro
BalasHapus