Rabu, 08 April 2020

Hikmah: Menyerah di Tengah Wabah?

MENYERAH DI TENGAH WABAH?

"Elo masih masuk kerja?" tanya saya ke seorang teman. Dia bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kuliner. Dua brand restorannya berada di dua mall elit Jakarta. Membawahi ratusan karyawan. Melayani konsumen menengah ke atas.

"Perusahaan tempat gue kerja tutup. Rugi sampe xx M. Karyawan dirumahkan sampai batas yang belum ditentukan. Sekarang lagi pusing cara bayar gaji karyawan." sahut teman saya pasrah.

Ada kisah lain..

Seorang karyawan baru saja keluar dari rumah sakit setelah pertarungan hidup dan mati karena penyakitnya. Fisiknya masih lemah dan masih harus memakai kursi roda. Kabar buruk diterima. Perusahaan tempat dia bekerja, berhenti operasional sementara. Semua karyawan dirumahkan tanpa gaji alias unpaid leave.

Seperti kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah sakit, dapat tambahan kenyataan pahit.

Tidak kalah miris..

Di tengah imbauan #DiRumahAja, pengemudi ojol memberanikan diri keluar rumah, melawan ketakutan akan tertular virus. Demi sedikit rezeki yang bisa dibawa pulang. Sekadar membeli beras dan lauk untuk makan dia dan keluarga.

Ternyata penumpang yang diharap tak kunjung datang. Hening HP nya, tak berbunyi seperti biasa. Tanda tiada pesanan masuk. Terbayang wajah anak istri yang menunggunya di rumah. Dikuatkan hatinya menunggu lagi lebih lama di jalan hingga malam.

...

Saya yakin, beribu bahkan berjuta kisah sedih lainnya ada di sekitar kita.

Kelas privat yang dibatalkan
Dagangan yang tidak laku
Omset yang menurun drastis
Stok yang menumpuk

Belum lagi..

Pengeluaran yang tidak bisa ditekan dan tagihan yang harus dibayarkan.

Rasanya..

Kita ingin melambaikan tangan ke kamera.
Gak kuat ya Allah.. Saya nyerah.
Berat ya Allah.. Saya lelah.
Udahan ya Rabb.. Saya gak bisa.
...

Jangan menyerah teman!

Kamu tidak sendiri.
Seluruh manusia di bumi mengalami kepahitan yang sama. Mereka merasakan kegelisahan yang serupa.

Namun lihatlah!
Banyak di antara mereka tetap berjuang mesti tertatih.
Dengan jalan mereka masing-masing.

Ada produsen sprei yang beralih memproduksi masker. Memanfaatkan peluang untuk sedikit bertahan.

Ada pengusaha dan karyawan yang banting stir menjadi bakulan online. Mengumpulkan recehan agar tetap ada pemasukan.

Ada tukang sayur yang berikhtiar berdagang lewat WhatsApp. Menyiasati larangan berkumpul di perumahan tempat dia biasa mangkal.

Bahkan,

Ada yang berusaha menembus pintu-pintu langit dengan menggencarkan sedekah. Mengumpulkan donasi dari para dermawan budiman. Lalu menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan.

...

"Kamu sekarang usaha apa? Bisnis utama kamu kan gak jalan?" Kepo saya bertanya karena umrah ditutup hingga wabah berakhir. Haji pun terancam ditiadakan tahun ini.

"Gak ngapa-ngapain, Mba. Ngeringin ATM aja buat bantu adik-adik yatim." jawab dia santuy.

Jawaban yang membuat saya kaget.

Ikhtiar yang out of the box.

Di tengah banyak manusia menggenggam hartanya kuat-kuat di saat seperti ini. Dia justru membuka keran sedekah lebar-lebar. Itu karena dia yakin. Sumur yang mengering, pertanda akan terisi kembali. Dia mengosongkan tabungannya untuk bersiap menerima rezeki yang nanti datang menderas. Siklusnya selalu begitu. Sesudah terik, hujan pun turun.

...

Allah sedang melihat kita semua.
Dia sedang memperhatikan..

Mana hamba-Nya:
yang bersabar dalam ujian
yang tak putus merangkai doa
yang peduli sesama
yang menjalankan amanah

Atau mana hamba-Nya:
yang masih saja tetap bergumul kemaksiatan bahkan di tengah musibah
yang  kikir tak mau berbagi
yang sibuk mendengki pada saudaranya
yang menghamba pada selain-Nya

Kita semua sedang dilihat.
Dan pemenang dari ujian ini adalah mereka yang paling panjang kesabarannya.
Sabar dalam menerima ujian.
Sabar dalam menjaga diri.
Sabar dalam ketaatan.

Jangan menyerah! Sesungguhnya Allah bersama kita.

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah. Aamiin.

Jakarta, 5 April 2020
Fitriah

Hikmah: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Jangan Ada Dusta Diantara Kita

"Apa? Jadi, pasien B positif?" Lunglai seluruh tubuhku, tak berdaya. Pasien B adalah pasien yang kutangani kemarin, kuperiksa dengan seksama segala cidera pada tubuhnya.

Tak kusangka ternyata dia positif Corona. Bisa dibayangkan kekacauan yang terjadi di ruang operasi saat ini.

Pasien B dilakukan operasi cito, artinya segera dikerjakan semua prosedur operasi untuk menyelamatkan nyawa. Namun, kebohongan keluarga membahayakan kami semua.

Sekuriti, perawat, dokter jaga, dokter spesialis, penata anestesi dan cleaning service semua menjadi ODP.

Mimpi buruk yang harus dihadapi, mengisolasi diri selama 14 hari. Segala ketakutan menjadi-jadi ketika teringat kondisi pasien waktu itu. Cidera kepala disertai patah tulang terbuka.

Pasien rujukan dari sebuah RS swasta itu datang disambut sekuriti dan perawat yang bertugas. Dengan sigap menahan tubuh pasien yang sedang gelisah akibat kecelakaan.

Darah berceceran walaupun sudah dihecting situasi akibat gerakan yang tidak terkontrol dari pasien.

Spalk yang terpasang tak tentu letaknya, bergeser dan turun dari posisi semula. Muntah dan meludah ke segala arah. Semua ikut membantu dengan APD standar yang biasa dikenakan, masker dan handscoon tanpa hazmat dan google.

Setelah difiksasi dan diberikan obat, pasien lebih terkontrol. Gangguan pada kepala sangat mempengaruhi tingkah laku, apalagi perdarahan di otak.

Pasien B termasuk pendiam, biasanya pasien dengan cidera kepala ada yang misuh-misuh dengan kata-kata kotor, ada juga yang mengaji. Pemandangan biasa disini, IGD.

Nyeri hebat pada kepala yang tidak tertahankan dan penurunan kesadaran sebuah perpaduan yang bisa membuat seseorang bertingkah laku diluar kendali.

Sebagai dokter jaga, kulakukan primary survey dan secondary survey agar tak terlewat kondisi pasien yang setengah sadar ini.

Dilakukan juga screening awal covid-19, hasilnya tidak ada kecurigaan ke arah sana.

Kupastikan lagi dengan memanggil istri pasien dan bertanya lagi: "Bapak kecelakaan dimana Bu? Naik apa? Dari luar kota tidak? Pekerjaan Bapak, apa? Ada keluarga yang baru pulang dari luar kota? Bapak batuk, demam sesak nafas tidak sebelum kecelakaan?" Daftar pertanyaan itu melintas kembali.

Semua disangkal, bukan ODP apalagi PDP.

Hasil lab dan rontgen dari RS rujukan kuterima. Tidak ada yang mencurigakan kecuali nilai limfosit yang turun drastis dan sedikit suram di kedua lapang paru.

Perdarahan dari patah tulang terbuka yang belum juga berhenti membuatku memutuskan konsultasi ke dr.spesialis orthopaedi.

"Debridement cito, segera hubungi tim IBS. Siapkan segera!" Advis yang kuterima sekaligus ku kerjakan secepatnya.

Alhamdulillah operasi berjalan lancar, kesadaran pasien mulai membaik. Semua senang namun kabar itu begitu mengejutkan. Hasil lab ulang dan Rontgen ulang menunjukkan pasien suspect PDP.

Keluarga kembali dipanggil dan dimohon kejujurannya. Istri pasien akhirnya mengaku bahwa adik pasien baru pulang dari Jakarta dan sempat bertemu dengan pasien beberapa kali sebelum kecelakaan terjadi.

Rapid test dilakukan, hasilnya membuat semua shock, positif! Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un. Kami berduka untuk pasien dan keluarganya, juga untuk kami petugas kesehatan dan tentu keluarga kami juga.

Karantina dilakukan bagi pasien dan petugas. Berpisah sementara pilihan terbaik saat ini. Disinilah kami saat ini berada, di sebuah guest house, lima belas orang, lima belas juga keluarga yang harus ditinggalkan.

Terpukul, stress, depresi, marah campur aduk jadi satu. Inilah jalan yang harus ditempuh. Mau tidak mau, Allah telah memilih kami menjadi salah satu dari pejuang melawan corona.

Di hari ke-5 karantina, seorang dokter anestesi mengeluh demam, batuk dan sesak nafas. Usianya memang yang paling tua diantara kami, 56th ditambah penyakit diabetes menjadikan beliau yang paling rentan.

Dokter A diperiksa dan diswab, dirawat di ruang isolasi. Keadaannya memburuk. Begitu yang ku dengar.

Keadaan ini tentu saja membuat kami bertambah stress, menangis bahkan ada yang tidak mau makan dan mengurung diri di kamar.

"Kita harus kuat, harus makan makanan bergizi, minum vitamin dan olahraga. Kita tingkatkan daya tahan tubuh kita. Kita lawan covid-19 bersama-sama. Sehat lahir dan bathin, itu yang kita perlukan." Semangat itu kukobarkan agar menular pada yang lain, tidak boleh pesimis. "Ada keluarga yang menanti di rumah," tambahku.

Optimis bisa melalui wabah ini dengan selamat dan berbahagia, kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.

#Buat seluruh nakes diseluruh dunia, semoga lelahmu karena Allah mendapatkan balasan syurga.
#Buat yang gugur di medan juang ini, semoga husnul khotimah.
#Buat pasien dan keluarga, jangan ada dusta di antara kita.
#Buat masyarakat di luar sana, stay at home agar tak tertular atau menulari.
#Please jangan mudik

_kiriman dari seorang dokter_

Selasa, 07 April 2020

Orang Kaya Semarang


https://www.disway.id/r/890/kaya-semarang

Mari kita baca tulisan Pak Dahlan soal gelisahnya orang2 superkaya ( baca konglomerat) di Semarang.

Siapa duga dan sangka orang kaya  di Jawa Tengah yg rumahnya  ada di paling atas kota Semarang dan tdk mungkin orang seprti kita ini bisa bertamu, serta duitnya pun beratur -ratus milair bahkan triliun, sekarang gelisah luar biasa dan menjadi manusia menderita karena harus mengisolasikan diri.

Apa yg terjadi? Empat  diantara orang kaya itu yg tadinya ditutupi ternyata,  terkena  corona  dan meninggal dunia, dan ironisnya  mereka tdk meninggal  di ruang VVIP, tap di bangsal kelas 3 di RS di Semarang.

Dan dikuburkan tidak dengan pesta besar-besaran seperi layaknya para taipan meninggal, tapi dikubur dengan protap pemerintah, bahkan anak -anaknya pun gak hadir.

Btw kenapa yg meninggal 4 kok  orang super kaya yg lain mengisolasikan diri? Karena di antara yg meninggal  dan termasuk orang paling kaya di Jateng itu,  sebelum dinyatakan terkena Corona  mengadakan pesta ulang tahun dan mengundang kalangan para Taipan itu. Alhasil , mereka yg tadinya dalam pesta itu saling pamer kekayaan kini dicekam  takut akut.

Cerita  yg mirip dari orang kaya Semarang yg diceritakan pak Dahlan itu, semalam juga diceritakan oleh kawan saya , tapi soal gelisahnya para konglomerat Jakarta, yg saat ini  kabarnya sudah  pada lari semua ke Singapura. Dalam hati saya  oh pantesan Dolar Singapura menggila , karena pasti ada yg borong nih utk dibawa keluar.

Sementara  para konglo yg kelas menengah, dan dicurigai ODP sekarang memborong  ruang isolasi kelas -kelas mahal RS swasta terkemuka di Jakarta dengan biaya hingga 500 juta lebih.

Membaca tulisan Pak Dahlan  soalnya gelisahnya para konglomerat Semarang dan cerita kawan semalam soal konglomerat Jakarta yg lari ketakutan ke LN,  jadi saya berpikir apakah kali ini Allah mulai benar2 marah? Mereka ( para Taipan) yg sejak Indonesia Merdeka memainkan rakyat Indonesia dengan mengintervensi  dunia politik kita, hingga  melahirkan politik kotor, sekarang  pada KETAKUTAN dikejar Corona....Akankah mereka tobat? Entahlah ....

Perpulangan Santri April 2020

"Perpulangan Santri Gontor"

Sejatinya anak anak kita yg baru balik dr pondok insyaAllah bersih, namun yang perlu dijaga adalah stamina setelah sampai di rumah. Mereka baru selesai ujian, langsung koordinasi dengan konsulat, berbenah untuk pulang dan menjalani perjalanan jauh, yang tentu sangat melelahkan. 

Mereka bertemu dengan kita, para walisantri masing masing yang sebagian besar berada di daerah wabah, "Red Zone", hampir di sebagian kota kota besar. 

Untuk itu ada baiknya ketika anak anak kita datang nanti, selama 14 hari karantina mandiri mereka, perhatikanlah hal hal berikut ini:

1. Hindari makan dan minuman yang dingin, yang hangat atau panas jauh lebih baik. 
2. Jangan kurung di kamar ber AC, biarkan berjemur setiap paginya. Gunakan AC secukupnya saja. 
3. Nutrisi tambahan jangan lupa, spt vitamin C dosis tinggi, habbat, dll. 
4. Istirahat yang cukup. Biasakan tidur malam lebih awal sehingga qiyamul lailnya tetap terjaga dan juga biasakan tidur siang.

Demikian sekedar sumbang saran dalam menyambut perpulangan anak anak kita semuanya. Semoga berkenan. 

Aryandi 
Walsantor GP3 & Gorda
🙏🙏

Hikmah: Rollercoaster

_Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh_

_Semangat Subuh_

"Rollercoaster Kehidupan"

Suatu ketika ada sebuah percobaan yang melibatkan seorang juara balap formula satu.

Sang juara kemudian diminta menaiki sebuah roller coaster yang mampu melaju hingga kecepatan 125 km/jam. hasil yang terjadi sangat mencengangkan, setelah roller coaster dijalankan hingga hampir 10 menit melewati lintasan yang ada.
Setelah sampai dipemberhentian rollercoaster, sang juara balap turun dengan wajah pucat dan badan basah penuh keringat.

Ketika ditanya apa yang dirasakan, dgn menghela napas panjang sang juara balap berkata : " saya memang terbiasa memacu mobil balap saya diatas 180 km/jam bahkan pernah lebih dari 200km/jam dengan perasaan tenang dan sangat menikmatinya hingga saya menjadi langganan juara.
Akan tetapi ketika saya naik rollercoaster dgn kecepatan yang hanya 125km/jam saya merasa cemas dan takut sekali, itu semua karena saya tidak memegang kendali penuh atas kendaraan yang saya naiki"

Sahabatku.......
dalam hidup kita sering mengalami "rollercoaster" hidup yaitu perubahan yang sangat cepat dalam hidup. Yang saat ini diberikan anugerah harta melimpah, jabatan yang terhormat, ilmu yang tinggi dan ketenaran bisa jadi berubah hilang dalam sekejap. Sebaliknya bisa jadi saat ini kita tidak memiliki apa2 dan bukan siapa2, tapi bisa dengan sekejap kita bisa diberikan anugerah yang melimpah.

Tetaplah santai dan tenang menghadapi "rollercoaster" hidup dengan ambil kendali sepenuhnya perasan, pikiran dan tindakan kita dalam menghadapinya. selalulah berperasaan, berpikir dan bertindak positif. Percayalah dan yakinlah dibalik setiap episode kehidupan kita ada peranan Alloh Ta'ala "sang sutradara" yang sdh menyiapkan skenario terbaik.

Bersama Alloh Ta'ala Bisa & pasti ada solusi.
*La Tahzan, Innalloha ma'aana*
_Jangan bersedih, Alloh bersama kita_

_Semoga setiap langkah kita selalu dibimbing oleh Alloh Ta'ala hingga bahagia dunia akherat itu nyata buat kita_

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. 🤲

_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita. Aamiin_

Senin, 06 April 2020

Hikmah: Keikhlasan Yang Pudar

_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_

*_Semangat Subuh_*

💥 Keikhlasan Yang Pudar 💥

🍒 Ibnul Jauzi rahimahullah di dalam bukunya “Talbis Iblis” (perangkap iblis), pernah menukilkan dari Imam Hasan Al Bashri rahimahullah, sebuah kisah yang menarik untuk direnungi. Berikut kisahnya:

🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳

“Dahulu kala, ada sebuah pohon yang sering disembah dan dikeramatkan. Melihat hal itu, muncullah keinginan pada diri seorang pemuda untuk menebangnya. Maka dia pun bergegas menuju pohon itu dalam keadaan marah karena Allah. Di tengah jalan, dia dihadang oleh iblis yang telah merubah wujudnya dalam bentuk manusia.

Iblis bertanya: ke manakah engkau hendak pergi? Si pemuda menjawab: aku hendak menebang pohon yang selama ini selalu disembah dan dikeramatkan dari selain Allah. Iblis berkata: maukah engkau menerima tawaran yang lebih baik untukmu? Janganlah engkau menebang pohon itu, sebagai gantinya engkau akan mendapatkan dua dinar, pada setiap pagi di balik bantalmu. Si pemuda balik bertanya: dari manakah aku bisa mendapatkan bayaran itu? Iblis menjawab: itu bukan urusanmu.

Maka si pemuda pun mengurungkan niatnya dan kembali pulang ke rumahnya. Keesokannya, di pagi hari, dia memeriksa di balik bantalnya dan dia mendapatkan dua dinar yang dijanjikan kepadanya. Dia merasa senang dan tak lagi melanjutkan niatnya sebelum bertemu dengan sang iblis.

Sampailah pada suatu pagi, dia tidak lagi mendapatkan dua dinar di balik bantalnya. Maka dia pun marah dan bergegas pergi untuk menebang pohon keramat itu kembali. Seperti sebelumnya, di tengah jalan, dia di hadang oleh sang iblis yang telah merubah wujudnya dalam bentuk manusia.

Iblis bertanya: ke manakah engkau hendak pergi? Si pemuda menjawab: aku hendak menebang pohon yang selama ini selalu disembah dan dikeramatkan dari selain Allah. Iblis pun berkata: engkau dusta, engkau tidak akan bisa menebangnya. Namun si pemuda tidak mempedulikan ucapan sang iblis. Maka iblis pun membantingnya ke tanah, lalu mencekiknya, sampai hampir saja iblis membunuhnya.

Dalam kondisi yang demikian, iblis bertanya kepada pemuda itu: tahukah engkau siapa aku? Aku adalah iblis. Saat pertama aku melihatmu pergi hendak menebang pohon itu, engkau memang melakukannya dalam keadaan marah karena Allah, sehingga aku tidak akan mampu menguasaimu. Namun sekarang sesudah aku menipumu dengan dua dinar, engkau pergi hendak menebang pohon itu kembali karena dua dinar bukan karena Allah, maka aku pun mampu menguasaimu.”

Alangkah hebatnya keikhlasan sampai Iblis pun tak akan mampu berbuat sekehendaknya. Allah berfirman:

قال رب بما أغويتني لأزينن لهم في الأرض ولأغوينهم أجمعين، إلا عبادك منهم المخلصين.

“Iblis berkata: wahai Robku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Mu yang diberi keikhlasan diantara mereka.” (Al Hijr: 39-40)

🍒 Marilah kita perbaiki keikhlasan kita, termasuk keikhlasan kita di grup ini, keikhlasan kita menjadi saudara dan keikhlasan kita dalam merespon apapun yang ada di grup kita ini. 🤔

بارك الله فيكم

_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita. Aamiin_

Sabtu, 04 April 2020

Surat Cinta : SHOLAT

💖 Surat Cinta Tentang Sholat💖

Bila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru  mengerjakannya.

Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

💞Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu*""*
💞Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Tuhanmu*""*
💞Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Tuhanmu*""*
💞Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi*"

💕Bayangkan ketika "adzan berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat dengaNya.

💕Bayangkan ketika kau" takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

💕Bayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhanNya.

💕Bayangkann ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu, "Aku Mencintaimu hambaKu"

💕Bayangkan ketika kau "duduk diantara dua sujud", Allah berdiri gagah didepanmu, lalu mengatakan, "Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu"

💕Bayangkan ketika kau "salam", Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

Semoga bermanfaat buat kita semua.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10152308361799174&id=750344173

TAM (4) Menuju Pijoan Jambi

Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...