*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*
_Semangat Subuh_
Pulang Kantor, mampir dulu beli titipan orang rumah, Kali ini dititipin ketoprak.
Akhirnya ketemu gerobak ketoprak ,
kok ini gerobaknya kosong ga ada orang yang jaga.
"Pak, ini tukangnya mana Pak? "
tanyaku ke tukang cucur disebelahnya.
"Oh, lagi sholat maghrib Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang" , jawabnya.
Sehubungan ini pesenan orang rumah,
terpaksalah menunggu agak lama,
kalo untuk diri sendiri mah sudah saya tinggal langsung.
Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.
Tak berapa lama datanglah tukang
ketoprak tersebut,
"Beli ketoprak Pak satu". Ucapku.
Entah mengapa, tiba2 berubah pikiran,
" dua deh Pak".
Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli ketoprak. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri ga ada orang lain, tiba2 mereka datang memesan ketoprak .
Masyaallah, tidak sedikit pedagang
yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli. Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai2 kantoran, rela menunda2 sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena
alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Allah lah yang mengatur rezeki.
Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya tuk sholat,
seakan2 ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah
mengerumuni bunga. Bahkan Allahpun
menggerakkan hati saya sendiri untuk
membeli lebih dari yang seharusnya.
Sungguh benar perkataanmu wahai
Nabiku,
ﻟﻮ ﺃﻥ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﻫﺮﺏ ﻣﻦ ﺭﺯﻗﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﻬﺮﺏ ﻣﻦ
ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻷﺩﺭﻛﻪ ﺭﺯﻗﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﺪﺭﻛﻪ ﺍﻟﻤﻮﺕ
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”
( HR Ibnu Hibban No. 1084. Hadits
hasan dalam Silsilah al-Ahadiits no. 952.)
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang selalu bertakwa, yang selalu mengutamakanNya di atas dunia & seisinya.
*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah di masjid, semoga Allah menerima amal ibadah kita. Aamiin_*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
TAM (4) Menuju Pijoan Jambi
Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...
-
Dalam lustrum XII Kimia Unand kemarin sengaja saya ingin bertemu dengan Prof Suryati, yang baru baru ini pengukuhannya dilaksanakan oleh Rek...
-
Alhamdulillah, hari ini kesampaian juga untuk menikmati perjalanan bersama PO TAM dengan trayek Padang Jakarta. Ini adalah pengalaman kedua ...
-
Alhamdulillah, jam 2 siang tadi kami sudah memulai perjalanan safar bersama PO TAM. Setelah menunggu sekitar satu setengah jam di terminal P...
subhanallah....menginspirasi saya....
BalasHapus