Minggu, 26 Januari 2020

Hikmah: Karantina menurut Rasulullah

Rasulullah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kelian meninggalkan tempat itu," (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ini merupakan metode karantina yang telah diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mencegah wabah tersebut menjalar ke negara-negara lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan, Nabi Muhammad mendirikan tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah dan menjanjikan bahwa mereka yang bersabar dan tinggal akan mendapatkan pahala sebagai mujahid di jalan Allah, sedangkan mereka yang melarikan diri dari daerah tersebut diancam malapetaka dan kebinasaan.

Peringatan kehati-hatian pada penyakit lepra juga dikenal luas pada masa hidup Nabi Muhammad SAW. Rasulullah menasihati masyarakat agar menghindari penyakit lepra. Dari hadis Abu Hurairah, Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, "Jauhilah orang yang terkena lepra, seperti kamu menjauhi singa."

Di masa ke Khalifah Umar bin Khattab, wabah kolera menyerang Negeri Syam. Khalifah Umar bersama rombongan yang saat itu dalam perjalanan menuju Syam, terpaksa menghentikan perjalanannya.
Umar pun meminta pendapat kaum muhajirin dan kaum anshar untuk memilih melanjutkan perjalanan atau kembali ke Madinah. Sebagian dari mereka berpendapat untuk tetap melanjutkan perjalanan dan sebagian lagi berpendapat untuk membatalkan perjalanan.

Umar pun kemudian meminta pendapat sesepuh Quraisy. Yang kemudian menyarankan agar Kholifah tidak melanjutkan perjalanan menuju kota yang sedang diserang wabah penyakit.

"Menurut kami, engkau beserta orang-orang yang bersamamu sebaiknya kembali ke Madinah dan janganlah engkau bawa mereka ke tempat yang terjangkit penyakit itu," ujar sesepuh Quraisy sebagaimana dikutip dalam buku Pesona Akhlak Nabi, (Ahmad Rofi' Usmani, 2015).

Sabtu, 25 Januari 2020

Pengukuhan IKA Unand Jabodetabek


Alhamdulillah siang tadi bisa menghadiri pelantikan/pengukuhan kepengurusan IKA Unand Jabodetabek periode 2019-2023 yang dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat. Gedung yang baru sekali ini saya datangi, ternyata menurut kakanda Ilhamsyah Bkt-kt adalah salah satu temoat terbaik bagi wisata keluarga. Di sini bagi "pecandu" buku dan pencari literatur buat menulis karya ilmiah adalah tempat terbaiknya. Lokasi yang strategis, suasana yang sangat elok, ruangan yang sangat "rancak", dan view yang bagus menghadap ke lapangan Monas serta mempunyai mushola yang keren merupakan tempat yang sayang kalo tidak disinggahi bagi warga Jakarta. Ada rasa penyelasan bagi saya mengapa sekarang baru tahu. Thanks buat da Ilhamsyah dan Aldayan Dhayan Dja Nur yang sudah merasakan nikmatnya perpustakaan ini.

Agak telat saya datang ke sini, hadir setelah pelantikan kepengurusan pak dokter Mulyadi Muchtiar, selaku nakhoda Ika Unand Jabodetabek, tak mengapa daripada tidak datang sama sekali. Ada hikmah yang saya dapat, meskipun terlambat.

Menjelang masuk ke gedung, saya sudah dipanggil oleh kakanda Ilhamsyah dan diperkenalkan dengan uni Betty, alumni Ekonomi Unand angkatan 80. Beliau adalah anggota DPR RI periode yang lalu, 2014-2019, yang bakalan maju sebagai salah satu kandidat Bupati Tanah Datar, kampung halaman saya.

Tak lama berselang kami mengobrol bertiga, Aldayan pun datang dan disusul seniorita alumni ekonomi angkatan 84, staff ahli ekonomi di Kemenkopulhukkam.

Inilah kalo alumni berkumpul, banyak cerita yang didapat, termasuk peluang peluang politik bagi alumni yang berminat maju di pilkada serentak tahun ini di ranah minang. Tak lama kami pun meninggalkan lokasi ini, setelah ni Betty sudah ditungu oleh suaminya yang juga mantan Bupati Tanah Datar periode sebelumnya.

Menuju ke lantai enam gedung, naik lift saya dan Aldayan langsung menuju mushalah menunaikan sholat zuhur berjamaah. Mushola yang "rancak" dengan interior yang sangat apik, ada nuansa "scientific"nya. Nama Allah dan nama Rasulullah terpampang di bagian depan sangat menarik. Rancak bana.

Selesai sholat kami menuju ke lantai empat tempat dimana acara pengukuhan DPD IKA Unand Jabodetabek, ternyata sedang ada pembacaan puisi oleh kakanda Taslim Dt Tambogo, Ketua Umum IKA Unand periode sebelumnya. Ternyata banyak kepandaian beliau yang belum saya ketahui sebelum ini. Seorang alumni kimia yang punya bakat berpuisi.

Kakanda Taslim, alumni kimia angkatan 89 ini adalah anggota DPR RI komisi 3 periode tahun 2009-2014. Beliau terpilih sebagai Ketua Umum saat menjabat sebagai anggota dewan dan sekretaris beliau adalah kakanda Ilhamsyah alumni Teknik 89.

Dalam satu meja, kami pun duduk bersama. InsyaAllah kakanda Taslim pun akan maju sebagai kandidat Bupati Kabupaten Agam dari PAN, sesuai anggota partai yang telah beliau besarkan sejak era Reformasi. Ketika menjadi alumni muda tahun tahun bergolak 98 beliau sudah terjun sebagai pengurus inti Barisan Muda PAN Sumbar yang akhirnya mengantarkan beliau sebagai anggota DPRD Propinsi Sumbar dua periode berturut turut, 1999-2004 dan 2004-2009.

Sebagai politisi yang pernah menjabat sebagai anggota dewan mulai setingkat propinsi hingga nasional, sudah tentu paham bagaimana melihat peluang dalam pilkada tahun ini. Saya secara pribadi dan juga sebagai alumni Unand sangat mendukung pilihan beliau untuk maju sebagai kandidat cabup Agam.

Sejatinya ada satu lagi alumni Unand yang berminat maju di pilkada tahun ini di kabupaten Solok, yakni adinda Maigus Tinus, seorang pengusaha muda. Sayang saya tidak bertemu dengan beliau siang tadi. Tetapi rencana maju dalam pilkada ini, sudah beliau sampaikan ketika Musda Ika Unand Jabodetabek beberapa bulan yang lalu di aula RS Yarsi Cempaka Putih. Beliau saat itu juga maju sebagai kandidat ketua Umum Ika Unand dari IKA Fisip, selain kakanda Welly Bend dari Ika Farmasi dan kakanda Mulyadi Ika Fdok Unand. Dalam kepenguruan saat ini beliau terpilih sebagai Wakil Ketua Umum IKA Unand Jabodetabek.

Semoga dengan semangat membangun ranah minang secara rancak berakhlak kita dukung para alumni Universitas Andalas yang akan maju di pilkada tahun ini.

Dalam acara ini saya bertemu dengan senior Kimia juga yakni kakanda Rozyan Yazid Kimia 71, yang lebih dikenal dengan nama da Kojenk dan ni Lina Muslim Kimia 82 yang mengadakan promo produk.

Menjelang sore acara pun berakhir. Sekitar jam tiga, saya dan Aldayan pun meninggalkan gedung ini, kembali ke rumah masing masing.

Jogging, BSJ Olimpic and Global Challenge

Pagi ini saya nemulai lagi aktifitas jogging yang sempat tertunda sejak awal tahun 2020 ini. InsyaAllah ke depan akan dirutinkan lagi. Selain untuk menjaga stamina, juga disebabkan karena sudah terdaftar sebagai salah satu team di British School Jakarta untuk mengikuti Global Challenge dalam beberapa waktu ke depan. 
Dari BSJ katanya sudah tutup pendaftaran buat Global Challenge ini. Ada 29 grup yang akan mengikuti agenda tahun ke dua kali ini, dimana masing masing grup terdiri dari 7 anggota. Tahun lalu saya, tak berkesempatan ikut karena terlambat daftar. Dan tahun ini, begitu buka pendaftaran, alhamdulillah Science Dept Plus, langsung saya daftarkan. InsyaAllah, Allah beri kemudahan dan kesehatan yang prima bagi kami untuk berpartisipasi dalam Global Challenge tahun ini. 

Back to jogging.

Awal oktober tahun lalu sebenarnya jogging ini mulai saya rutinkan karena  dua alasan. Yang pertama karena adanya BSJ Olimpic dan kedua sebagai persiapan stamina buat trip mudik akhir tahun. Kesungguhan ini saya wujudkan dengan membeli celana training dan "running shoes" baru karena yang lama sudah menjadi milik anak di pondok. 

Selama bulan November BSJ Olimpic diadakan oleh pihak sekolah, melibatkan karyawan, security maupun tenaga kerja "ourcourcing" yang berminat, sesuai cabang olah raga yang diingini. Saya fokus mengikuti badminton, baik tunggal maupun ganda. Di partai tunggal badminton langkah saya terhenti hingga perempat final dan di ganda alhamdulillah berhasil melangkah ke partai final. Kram di bagian betis adalah kendala terbesar selama mengikuti badminton ini. "Runner up" dalam badminton double adalah suatu prestasi terbaik tahun lalu karena lumayan lama "gantung raket" dan lawan yang dihadapi di pertandingan tersebut juga sangat handal. Beruntung juga tidak kalah straigh set. Hehehe. 

Berlanjut dengan jogging di bulan desember, mengikuti Jalan Santai di Kapau dengan rute hampir mengelilingi seluruh kenagarian Kapau, +- 10 KM,  hingga berakhirnya trip libur tahun lalu lintas Jawa dan Sumatra sangat membantu stamina saya. Sebagai "solo driver" dalam total  perjalanan 4872.8 kilometer selama 18 hari hingga hari ini kebugaran selalu terjaga. 
Tentu selain jogging (olahraga), asupan nutrisi yang dikonsumsi, ketercukupan tidur (istirahat) dan ibadah yang teratur adalah hal lain yang perlu dijaga. Semuanya saling terkait satu sama lainnya. 
Demikian sekedar catatan hari ini disempurnakan setelah tidur sejenak pasca jogging pagi ini. 

PBH, Parung Serab Ciledug 
09.36 - 25/01/2020

Kamis, 23 Januari 2020

Lintas Sumatra: Amazing Trip Bukittinggi - Pekanbaru

Senin, 30 Desember 2019

Menjelang jam 7 pagi kami sudah bersiap siap hendak memulai perjalanan ke Pekanbaru. Makan pagi, lebih dari sekedar sarapan lumayan padat mengisi lambung. Nasi "angek", udara yang dingin dengan lauk ama yang "lamak" membuat saya makan pagi itu agak berlebih. Namun kebugaran dari tidur yang lelap membuat saya bersemangat melawan kantuk dalam perjalanan nanti. Apalagi alam yang akan dilewati sangat indah untuk dinikmati. Sejatinya, jadwal ke Pekanbaru ini kami rencana Minggu siang kemarin sehabis Jalan Santai se-kapau, tetapi rangkaian acara yang menarik hingga menjelang ashar, rencana ini tertunda hingga pagi ini.

Setelah semuanya beres, rumah bersih dan pintu terkunci, tak lupa kami pamit ke ni Nani yang tinggal di depan rumah. Terios keluaran tahun 2013 pun melaju perlahan  meninggalkan rumah menuju simpang Tanjuang Alam. Di perempatan ini, sejenak berhenti menunggu giliran untuk bisa berbelok ke kiri menuju kota Payakumbuh. Tak banyak kendaraan pagi itu. Namun keberhati-hatian dalam perempatan jalan tetap menjadi prioritas dalam berkendaraan.

Melaju di jalan lurus dan menurun menuju kota Payakumbuh membelah kabut yang agak lambat tersibak pagi ini. Sejatinya sepanjang jalan ini kita disuguhkan oleh pemandangan alam yang sangat indah. Hamparan sawah di kiri dan kanan jalan raya Bukittinggi - Payakumbuh sangat memanjakan mata. Sepanjang mata memandang seolah olah sawah sawah ini dipagari langsung oleh jejeran bukit barisan. Namun kabut pagi, tak memberikan kita keleluasan menikmatinya. Gerimis turun di beberapa tempat dan kabut enggan meninggi.

Di SPBU Biaro, sebelum lanjut ke Pekanbaru terlebih dahulu saya mengisi "minyak" seharga Rp 300.000,- . Ini adalah pengisian ke empat kalinya selama lintas sumatra ini. Sebelumnya diisi menjelang kota Bangko Jambi.

Setelah itu kami berhenti sebentar di pasar Baso, karena Ama meminta Nova membeli oleh oleh. Di kiri jalan telah dipenuhi angkot dan kendaraan pedagang yang menurunkan barang dagangan, saya terpaksa mencari sisi kanan jalan buat parkir. Sembari menunggu Nova, saya membeli satu dus air mineral buat di jalan. Stok Ufia botol yang kami bawa dari rumah sudah habis.

Tak berapa lama kami di sini, perjalanan dilanjutkan. Gerimis mulai turun mengimbangi terios yang juga turun menuju kota Batiah. Jalan yang relatif lurus dan mulus serta tak banyak kendaraan yang lewat pagi itu menyebabkan kami terasa lebih cepat sampai di pusat kota Payakumbuh.

Lanjut terus melewati Sarilamak, hingga akhirnya menjelang Lubuk Bangku, saya mampir lagi di SPBU yang berada di sisi kiri jalan, karena adanya "desakan dari dalam". Jam delapan lebih kurang kami sampai di sini. Saya memanfaatkan sejenak menikmati suasana alam yang sangat asri di sini. Betul betul indah alamnya. Udaranya pun sejuk, kaya oksigen. SPBU ini sangat luas. Toiletnya bersih, airnya dingin dan berlimpah entah dari mana asalnya. Masjidnya megah dan anggun berdiri kokoh, dijaga dengan gagah oleh tebing bukit di belakangnya. Ini adalah standar SPBU yang umumnya kita temui sepanjang lintas trans Jawa, baik di jalan tol maupun arterinya. Dan pagi ini adalah suatu keberuntungan bagi saya bisa melihat dan merasakan lebih dekat dengan alam yang sangat mempesona ini.

Setelah "selfie" beberapa kali, saya lanjutkan perjalanan sesantai mungkin. Tak ingin saya berlalu begitu cepat dari alam perbukitan yang indah ini. Udara pagi yang segar, membuat saya enggan menghidupkan AC. Biarlah kantong paru paru kami terisi sebanyak mungkin oleh oksigen dari hutan sepanjang bukit barisan ini. Sementara itu di sisi kanan kami ada aliran sungai yang bening terlihat dari jalan yang kami tempuh.

Jejeran rumah makan di kiri kanan jalan Lubuak Bangku ini terlihat sepi. Hanya beberapa kendaraan pribadi yang terlihat parkir. Tak seberapa. Tetapi bayangan masa kecil saya dengan "apa" hingga kuliah, yang sering mampir di beberapa rumah makan ini sangat indah untuk dikenang.

Dulu, Lubuk Bangku ini adalah pemberhentian utama dari hampir seluruh bus yang datang dari Riau menjelang pagi. Ada yang makan "sahur", minum kopi atau sekedar teh telua, namun ada juga yang "bakaruah" di atas bus. Ada juga sebagian "pasisia" bus menikmati suasana menjelang subuh itu dengan mendengarkan "rabab ataupun saluang", musik tradisional minang. Di rumah makan ini juga tersedia dipan panjang buat tidur. Namun kadang kala dalam keramaian di Lubuak Bangku ini, kadang terselip juga cerita tentang kecopetan. Setelah para penumpang selesai sholat subuh, bus bus yang dari Riau ini segera meninggalkan rumah makan menuju kota-kota tujuan yang ada di ranah minang. Sayang sekali, hampir semua PO bus yang dulu pernah ada, tak ada lagi yang bertahan hingga saat ini, kecuali PO ANS, yang kini kembali melayani trayek Padang - Pekanbaru - Dumai.

Lintasan kenangan ini mengantarkan saya hingga hampir masuk ke kelok sembilan. Mobil saya hentikan sejenak, saya coba videokan sepanjang perjalanan, dan silakan nikmati dilink berikut ini:


Gerimis yang menghiasi selama perjalanan kami ini, akhirnya bertemu titik kulminasinya saat mobil mulai menuruni bukit bukit Barisan ini. Jarak pandang yang terbatas disebabkan kabut yang tebal serta gerimis belum juga berhenti. Kecepatan kendaraan sangat pelan, antara 20-30 km per jam, dengan tikungan tajam di antara tebing dan jurang. Dan menjelang Koto Alam, ternyata kami mengalami sedikit kemacetan. Ada badan jalan yang sebagian amblas, yang masih dalam tahap perbaikan. Alhamdulillah, hampir dua puluh menit kami terpaksa "rehat" di sini. Suasana selama perjalanan berkabut saya abadikan di video ini:



Tak berapa lama lepas dari  "Tanah Bergerak" Kota Alam ini, barulah cuaca mulai bersahabat. Tak ada lagi kabut yang tadi menghalangi pandangan. Bisa jadi karena sudah setengah pinggang bukit ke bawah, kabut ini mulai tersibak sehingga kecepatan mobil bisa agak di pacu hingga masuk Pangkalan. Di SPBU Ombak Pangkalan kami sejenak rehat, karena hasrat "pipis" yang tertahan sedari tadi. Alhamdulillah, di sini ada Rest Area yang sangat bagus dan disenangi oleh anak anak. Ada play ground dan saungnya. Rumah makan Ombak ini pengganti rumah makan Sederhana yang ada sebelumnya.

Lanjut perjalanan selepas Pangkalan, kami bagai disuguhkan pemandangan "danau" yang sangat luas. "Danau Buatan" dari hasil bendungan aliran sungai buat PLTA Kota Alam adalah objek wisata yang berkembang saat ini bagi masyarakat Riau dan Sumbar. Alam yang indah sepanjang jalan, bahkan katanya terdapat miniatur Raja Ampat di sini. Tempat yang sangat rame ketika weekend ataupun liburan.

Namun pagi ini tak begitu banyak orang yang kami lihat kecuali mobil mobil yang parkir, rehat di beberapa kedai yang berjejer di sepanjang jalan yang "view"-nya sangat strategis untuk melihat keindahan danau dari atas maupun di sekitar jembatan. Kendaraan pribadi yang memanfaat lokasi ini sebagai tempat persinggahan dalam liburan keluarga, biasanya menuju Sumatra Barat.

Saya sangat menikmati perjalanan ini. Sangat berkesan. Dalam keadaan hujan maupun gerimis, jalan yang mulus, alam yang indah, tak terasa sudah sampai di daerah Rantau Barangin.

Di sini kami rehat sejenak, untuk sekedar makan menjelang siang. Berempat kami di sini memesan 2 porsi soto daging, 1 soto ayam, 1 mie rebus dan segelas teh telur kesukaan saya serta 3 gelas teh manis hangat. Baru di "kedai nasi" Rantau Barangin ini saya bertemu dengan "Teh Talua Limo Tingkek".
Total konsumsi kami di sini sekitar 102,000,- rupiah.

Dari Rantau Barangin ke Pekanbaru kami tempuh selama lebih kurang dua setengah jam. Jalanan antara Bangkinang hingga Pekanbaru saat ini sedang dalam tahap pelebaran, di beberapa titik sudah ada yang dua jalur. Di sepanjang jalan yang kami temui banyak yang dagang durian di pinggir jalan. Ada juga yang jual bibit pohon durian di sekitar daerah Bangkinang. Saya pikir, suatu saat kota Bangkinang ini bisa menjadi sumber utama durian buat propinsi Sumbar dan Riau, menggantikan durian yang "diimport" dari Medan Sumatra Utara.

Oh ya sholat zuhur dan isya kami lakukan di daerah Bangkinang ini, di sebuah masjid yang juga kami singgahi tahun lalu di bulan yang sama. Panam yang jauh berkembang kami lewati lepas jam satu siang dengan sedikit kemacetan di beberapa titik, terutama pada perempatan lampu merahnya.
Pesat sekali perkembangan daerah ini sejak kampus UNRI dan UIN Suska pindah. Panam telah berubah menjadi salah satu pusat bisnis di Pekanbaru. Luar biasa pesat perkembangannya.

Alhamdulillah kurang dari jam dua kami sudah sampai di rumah Ami dan Iwat, di daerah Harapan Raya. Saya pun istirahat sejenak. Tidur siang adalah pilihan terbaik buat pemulihan stamina.

Rabu, 22 Januari 2020

Hikmah: Mulianya Seorang Suami

Mengapa ridha suami itu adalah surga bagimu, wahai para istri:

1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3.Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

4.Suamimu berusaha menutupi masalahnya di hadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja di saat engkau mengadukan itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5.Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. Sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6.Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah dituntut ke neraka. Karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.....


*****
Dari laman FB 5 th yang lalu:
https://www.facebook.com/aryandi.ilyas/posts/10152998653324174

Hikmah: Menjemput Rezeki Yang Tak Disangka

Salah satu rahasia Allah adalah rezeki. Ia tidak bisa dikalkulasi dengan nalar manusia. Seringkali ia bergerak diluar jangkauan nalar manusia. Itulah yang disebut dengan rezeki yang tidak disangka-sangka.

Al-Quran mengatakan, _Wayarzuqhu min haitsu la yahtasib_ (QS. Ath-Thalaq/ 65: 3).

Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Tugas manusia adalah menjemput jatah rezekinya. Untuk keperluan itu Allah telah menganugerahkan sejumlah potensi yang luar biasa kepada kita, di antaranya adalah akal dan anggota tubuh. Akal digunakan untuk berpikir tentang cara dan strategi menjemput rezeki, dan anggota tubuh digunakan untuk melaksanakan gagasan tersebut.

Jadi kita tidak perlu cemas mengenai rezeki, sebab persoalan rezeki seluruh umat manusia sudah diatur Allah. Hal penting yang perlu dilakukan adalah memacu potensi dan kreativitas diri agar kita terampil dalam menjemput rezeki.

Saat manusia kali pertama lahir, cukup dengan menangis mk rezekinya datang, yaitu berupa ASI. Tapi untuk saat ini, ketika kita telah dewasa ini tentu tidak cukup hanya dengan menangis. Allah telah memberikan kemampuan, kesehatan, dan sarana pendukung lainnya bagi kita untuk menjemput rezeki.

Bagaimanakah caranya kita menjemput rezeki? 😇

Diantaranya mas Ippho memberikan nasehat kepada kita untuk 👇
- bertawakal kepada Allah
- mematuhi perintah Allah
- menjauhi larangan Allah
- ikhtiar dengan sungguh-sungguh.

Itu semua adalah taqwa, ya.... hanya dengan taqwalah Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki yang tak disangka-sangka untuk kita. Allah SWT berfirman:👇

 .... وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ 
.....wa may yattaqillaaha yaj'al lahuu makhrojaa

".... Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,"
(QS. At-Talaq 65: Ayat 2)

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَا لِغُ اَمْرِهٖ ۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

wa yarzuq-hu min haisu laa yahtasib, wa may yatawakkal 'alallohi fa huwa hasbuh, innalloha baalighu amrih, qod ja'alallohu likulli syai`ing qodroo

"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."
(QS. At-Talaq 65: Ayat 3)

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
walau anna ahlal-qurooo aamanuu wattaqou lafatahnaa 'alaihim barokaatim minas-samaaa`i wal-ardhi wa laaking kazzabuu fa akhoznaahum bimaa kaanuu yaksibuun

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ اَنَّهُمْ اَقَا مُوا التَّوْرٰٮةَ وَا لْاِ نْجِيْلَ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ مِّنْ رَّبِّهِمْ لَاَ كَلُوْا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْ ۗ مِنْهُمْ اُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ سَآءَ مَا يَعْمَلُوْنَ
walau annahum aqoomut-tauroota wal-injiila wa maaa unzila ilaihim mir robbihim la`akaluu min fauqihim wa min tahti arjulihim, min-hum ummatum muqtashidah, wa kasiirum min-hum saaa`a maa ya'maluun

"Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 66).

Semoga kita semua members di grup ini termasuk orang-orang yang bertakwa, yang mampu menjalankan perintah-perintah-Nya dan yang menjauhi larangan-larangan-Nya. 🤲

Selasa, 21 Januari 2020

Hikmah: KEAJAIBAN ADZAN

Kisah Nyata, Dering suara Hand Phone (HP) di malam nan sunyi membangunkan tidur Ustadz Abdurahman yang sedang beristirahat di rumahnya. Saat itu jam menunjukkan pukul 10 malam, dilayar HP beliau Muncul nomor yang tidak dikenal.... .

Beliau sebenarnya tidak ingin mengangkatnya, namun karena beliau penasaran akhirnya beliau mengangkatnya dan mulai menyapa : Assalamu’alaikum, siapa ini..?? .

Kemudian penelpon itu menjawab : Wa’alaikumussalam, Ini Ahmad, ustadz, maaf saya mengganggu ustadz malam ini.. .
Ustadz, saya mohon untuk datanglah kesini, saudara saya sedang kritis, dia baru saja kecelakaan dan dokternya mengatakan kalau dia sudah tidak bisa berbuat banyak, tolonglah kami ustadz..!! .

Ustad Abdurrahman baru paham kalau yang menelpon barusan adalah salah seorang pengurus masjid besar Bully, New South Wales Australia.. .
Ustad Abdurrahman mengenal Ahmad karena di daerahnya, pengurus masjid terdaftar dengan rapi dan mendapat pengakuan dari Pemerintah.. .
Mereka sering bertemu apabila ada acara Fun Raising, Ied Festival, bahkan acara-acara yang diadakan oleh Pemerintah Australia.. .

Sejenak Ustad Abdurrahman bangun dari tempat tidurnya, Kemudian beliau bergegas berangkat setelah mendapatkan nomor kamar di sebuah Rumah Sakit dari si penelpon.. .

Assalamualaikum : sapanya ketika memasuki ruangan dimana Abdullah terbaring tak berdaya.. . Perban serta bau obat meliputi disekujur tubuhnya.. .

Wa’alaikumussalam, Alhamdulillah, Ustad, terimakasih atas kedatangannya, saya mohon ucapkanlah sesuatu untuk , dokter sudah tidak mampu berbuat banyak dan mengatakan jika dia akan meninggal, tolong katakan sesuatu pada Abdullah : Pinta kakaknya dengan menangis..

Beliau memandang di sekitar ruangan itu telah ada beberapa keluarga yang juga menangis.. .

Baik, saya akan mencoba bercakap-cakap dengannya, tolong jangan menangis disini karena hanya akan membuatnya tidak bisa berkata apa apa (sedih) : kata Ustad Abdurrahman.. .

Kemudian beliau mendekat ke tubuh Abdullah yang penuh dengan luka.. . Di lihatnya sebuah sosok yang masih hidup, tetapi tidak bergerak sedikitpun, bahkan menggerakkan bibir dan mengedipkan mata saja ia tak mampu.. .

Kemudian Ustad Abdurrahman duduk tepat disebelah kanan kepala Abdullah, sehingga memungkinkan beliau untuk berbicara ditelinga Abdullah dengan jarak paling dekat.. .

Sejenak Beliau berdoa dan kemudian menggenggam lemah tangan Abdullah.. .
Assalamu’alaikum saudaraku, saya Ustad Abdurrahman dari Wollongong.. .
Saudaraku, saya datang kesini untuk menemuimu, saya tahu kamu adalah muslim yang baik, kamu telah menolong ALLAH untuk mengumandangkan adzan setiap hari di masjid.. .
Kamu mengingatkan orang-orang untuk Sholat di masjid, saya yakin kalau ALLAH dan semua orang menyayangi kamu, ALLAH akan menolong kamu, DIA akan memberimu kesehatan dan kebahagiaan.. .

Saudaraku, kami masih ingin mendengar engkau mengumandangkan adzan dimasjid, dapatkah engkau melakukannya, ALLAH akan menyukainya, Tolong engkau kumandangkan adzan untuk kami.. . Sejenak terlihat airmata keluar dari kedua matanya dan menetes melewati pipi Abdullah.. .

Tak berapa lama kelopak matanya bergerak-gerak perlahan, kemudian matanya membuka sedikit demi sedikit.. .
Bibirnyapun kemudian bergerak- gerak perlahan, seolah ia berusaha untuk mengumandangkan adzan.. .

Ustad Abdurrahman memandang wajah Abdullah dengan tersenyum : Alhamdulillah,teruskan saudaraku, kumandangkan adzan untuk kami..Dan.. . SubhanALLAH, secara tidak diduga monitor alat pendeteksi jantung yang dipasangkan di tubuh Abdullah menunjukkan kerja jantung yang berangsur-angsur normal, itu menunjukkan jika Abdullah telah melewati masa kritisnya.. .

Ahmad yang mengetahui hal itu kemudian melakukan sujud syukur di dalam ruangan itu, kemudian diikuti saudaranya yang lain.. .
Ahmad memeluk Ustad Abdurrahman dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.. .

Tak berapa lama Sang Dokter muncul kembali dan mengecek kesehatan Abdullah.. . Seraya bertanya : Apa yang terjadi..?? . Apa yang telah kamu berikan kepadanya..?? Ia bertanya kepada Ahmad yang berada di dekatnya.. .
"Adzan” Jawab Ahmad dengan tersenyum.. .
Adzan..?? Apakah adzan yang telah menyembuhkannya..?? . Tanya sang dokter kepada Ustad Abdurrahman yang juga masih berada disitu..
Ya,ALLAH menyembuhkannya dengan Adzan : jawab Ustad Abdurrahman dengan tersenyum pula.. .

Sang dokter yang bukan muslim tersebut semakin terheran-heran, kemudian ia mengangguk-angguk, ikut tersenyum dan berkata kepada Ustad Abdurrahman : Suatu hari saya ingin bertanya kepadamu tentang Adzan, tolong beri aku nomer yang bisa dihubungi, katanya.. .
Dengan senang hati dokter : jawab Ustad Abdurrahman penuh keyakinan.. .

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada ALLAH, mengerjakan amal saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.. . (QS.Fushshilat: 33) .

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) ALLAH, niscaya DIA akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.. . (QS. Muhammad [47] : 7) .

Maha Benar ALLAH,Dengan Segala Firman-NYA.. .
SubhanALLAH.. .

(..Silahkan Bagikan Artikel bermanfaat ini, semoga menjadi KEBAIKAN bagi kita semua,Aamiin..) .

Yaa ALLAH.. Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini.. . Dekatkanlah Rezekinya, Sehatkanlah jiwa raganya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini.. .
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.. .

BAGIKAN dengan Ikhlas..!!
Wallahualam salam sehat walafiat penuh berkah Aamiin Ya Robbal Alamin.

TAM (4) Menuju Pijoan Jambi

Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...