Rabu, 07 Desember 2022

Silaturahmi, Sinergi dan Kolaborasi

Lepas olahraga jalan kaki bersama Nova Yanti, kami kembali ke de Lapau Minangness Culinary, tempat dimana motor tadi di parkir. Namun dalam perjalanan ke sana, sempat berkabar sebelumnya dengan da Taufani Tasmin Sutan Saiyidi via WA, saat kami menikmati soto Surabaya Cak Bejo, dekat Family Club Graha Raya. Soto yang bikin Nova penasaran selama ini. 

Ternyata beliau habis kajian subuh di mesjid yang ada komplek Pinang Griya, langsung menuju lokasi dimana kami sudah menunggu. Tanpa mampir ke rumah. Alhamdulillah, sambil menikmati teh telor gula aren, berdua dengan Nova banyak hal hal bermanfaat yang kami dengar dari da Af ini. Sebuah perjalanan hidup yang penuh lika likunya, sarat makna ketika beliau dan istri bertekad hijrah. Ya hijrah total. Dan setiap hijrah selalu ada tantangan yang Allah berikan sebagai ujian. Ujian 'kenaikan kelas' tentunya. 

Terutama ketika beliau bercerita bagaimana perjalanan umroh yang beliau lakukan, yang sangat berkesan. Bisa umroh ketika ekonomi sedang di titik terbawah. Bukan ketika sedang 'berada' dulunya. Dan bertekad melakukan banyak perubahan dalam hal kebaikan, menutupi kesalahan yang pernah ada. Begitu juga tekad beliau untuk bisa kembali umroh, bersama istri dan anak anaknya. Pesan lain yang saya tangkap adalah seringnya kita berbagi untuk orang lain, sementara untuk anak dan istri terabaikan. Nah ini juga point yang bagus yang musti kita perhatikan. Jangan lupakan anak dan istri ketika bepergian. Oleh oleh utama adalah untuk mereka. 


Begitu juga dengan rencana mereka yang ingin back to hometown. Suatu hal yang menarik bagi saya, terutama rencana rencana yang akan dilakukan, takkan kalah serunya. Kampung halaman selalu menggiurkan. Namun mempunyai penghasilan tetap di kampung, musti dipertimbangkan dengan matang. Butuh persiapan dari sekarang. 


Dalam kehangatan dan manisnya obrolan serta seruputan teh telor, kami juga kedatangan sahabat saya, pak Abbas, yang juga teman Jajang Fadli Sutan Ibrahim di AC dulunya. Beliau yang kini aktif di ASAR Humanity, lembaga yang mirip dengan ACT. Andaikata ACT masih eksis sampai sekarang, pak Abbas ini pastilah tetap di sana. Namun ada hikmah dibalik ini semua, terutama bagi teman teman yang bergerak di lembaga kemanusiaan. 


Ada yang nyambung dengan apa yang saya lakukan dua minggu yang lalu dengan di Cianjur. Ada kepedulian yang sama, ada sinergi dan kolaborasi. Dan di tengah keseruan kami bercerita, pak Abbas harus pulang duluan. Dan surprise bagi saya, ternyata pak Abbas sudah membayar minuman kita semuanya. Alhamdulillah selalu ada keberkahan dalam setiap pertemuan. Selalu ada rezeki dalam setiap silaturahmi. Dan ini terbukti. Tak lama berselang da Af pun berpamitan, karena si Uni sudah bertanya via WA. 


Pulang dari de Lapau, sang Bundo langsung mandi, saya masih harus mengantarkan pesanan Ufia untuk tetangga yang sudah berkabar sejak di Graha Raya. Ada tiga tetangga yang memesan air mineral ukiran galon dan botol mini. Namun menyapa mereka, lain pula pesonanya. Apalagi ada teman di RT 02 yang lagi gotong royong, sapaan pagi, saling cerita dan guyonan menambah keakraban bertetangga. Pagi terasa indah dan penuh kehangatan. 


Tak lama berselang saya mandi dan bersiap kondangan. Ada undangan baralek dari Rahmatina Zubir , sahabat kuliah dulu dari Padang. Anak kakaknya, nikah dan resepsi di Seskoal, Aula Yos Sudarso. Minggu lalu, saya berkabar saya tentative saja datangnya. Maklum tugas ke Cianjur belum bisa dipastikan pulangnya kapan. Namun alhamdulillah, atas izin Allah semuanya lancar, sabtu malam minggu sudah kembali di rumah. 

Meskipun capek, pagi minggu tetap dipaksakan berolahraga. Ada perjalanan ribuan km yang akan ditempuh pertengahan bulan ini. Butuh stamina yang prima. Olahraga jalan kami kami usahakan. Dan tadi lebih kurang 5 km berjalan selama satu setengah jam. Lumayan membuat badan berkeringat. 

Jam 12 siang kami sampai di Seskoal. Masuk gedung, mengisi daftar hadir dan tak lama disambut oleh kanda Yusrizal, sejawat di British School Jakarta dulunya, yang kebetulan juga kakak ipar dari Itin. Ada sedikit perubahan, terutama di berat badannya, agak kurusan, namun alhamdulillah sehat. Kemudian bertemu dengan Itin, Nanik dan da Deri, Agem Siti Gemala dan da Cecep, saudara saudara Itin lainnya yang kami kenal baik dan terakhir bertemu dengan Dessy Yulia yang kami nantikan. Yang kami ingin dengar 'olah-vokal'nya yang selalu power full. Lady rocker pada zamannya kami kuliah dulu, terutama pada ajang JAMSIKA (Jumpa Musik Kampus). Event tahunan yang selalu digelar oleh Senat Mahasiswa FMIPA. 


Pulang kondangan, saya tertidur. Bangun bangun setelah ada dering telepon dari kakanda Budi Nurul Hamdi. Senior saya di Farmasi Unand angkatan 84. Pensiunan dari Darya Varia, yang sekarang buka usaha apotek dan alkes serta semacam Roti Boy atu Roti O begitu. Seorang senior yang tetap produktif di masa tuanya. Keren kan? 


Janjian kami di RM Putra Minang dekat SMK Penabur. Janji untuk menyerahkan sebagian donasi dari alumni FIPIA FMIPA Unand buat rekan rekan di DPP Ika Farmasi Unand yang akan berangkat ke Cianjur, Selasa pagi. Alhamdulillah sinergi dan kolaborasi sesama alumni tetap terjaga. Ada kepedulian yang sama. Jujur saya agak terbantu karena kemarin di mobil barang juga penuh. Penuh banget, bahkan untuk melihat kondisi belakang mobil dari spion saja sangat sedikit celah yang ada, akibat tumpukan barang. 


Ada empat kantong yang berisi jilbab dan sajadah serta pampers yang kami berbagi dalam menyalurkannya. Selain itu juga berbagi informasi tentang kondisi di lapangan dan berbagi pengalaman, termasuk juga tentang Rumah Teduh Sementara yang digagas oleh sahabat saya Jajang. 

Dan di rumah makan ini kami ditemani oleh adinda Ranti Parma. Alumni Kimia Unand angkatan 2018 yang baru wisuda September kemarin. Sudah mulai bosan, pengen cari kerjaan. Alhamdulillah semoga dari obrolan kemarin dengan da Budi, Ranti bisa melihat celah yang ada, dimana kebetulan anaknya da Budi baru bekerja marketing di salah satu perusahan kosmetik, di kawasan Jakarta Barat kantornya. Ranti ini anaknya pak Haji Japar Skb salah satu ownernya RM Putra Minang Grup. 

Saya menikmati jus naga, dan da Budi teh telor, diselingi karupuak lado dan kue bawang khas minang. Alhamdulillah teh telornya enak dan da Budi suka. Rekomendasi dari saya sangat tepat. Alhamdulillah. 


Pulang ke rumah, pas adzan isya berkumandang. Lelah masih saja bergayut, tapi hati senang, bisa memanfatkan waktu dengan baik. Bisa bersilaturahmi, bersinergi dan berkolaborasi. 


Semoga berkah dan Allah SWT ridho hendaknya. Aamiin


Parung Serab. 

Senin, 5 Desember 2022

Jam 06.30

Senin, 28 November 2022

Kapau Jaya Cipanas

Ahamdulillah setelah selesai semua yang bisa dilakukan di lokasi Gempa, Kampung Baros Pacet Cipanas, tim Nakes Banten segera pulang, sesuai agenda masing masing. Ada 4 profesi Nakes yang ikut serta dalam tim ini. Ada Dokter, Apoteker, Bidan dan Perawat bersatu, bersinergi dan berkolaborasi. 

Dan kami setelah meluncur dari lokasi, berpamitan dengan dokter Atep selalu ketua tim, izin mampir bersilaturahmi dengan keluarga yang ada di Cipanas. 


Ante Rat dan om Buchari serta keluarganya, pemilik RM Kapau Jaya yang ada di pasar Cipanas adalah tempat yang kami singgahi. Yang sejatinya tidak jauh dari tempat kami menginap di BBPK Kemenkes, berseberangan dengan RSUD Cimacan. Beberapa kali hanya lewat saja di depan RM ante ini. Tak sempat ber telpon, hanya berkomunikasi via WA saja. Maklum sama sama sibuk. 


Alhamdulillah keluarga Ante Rat ini aman semuanya. Rumah makannya aman, rumahnya pun aman. Alhamdulillah. Namun kepedulian nya sangat tinggi. Masih memikirkan bagaimana orang tua yang seumuran beliau tinggal di pengungsian. 

Masih sanggup berkirim nasi bungkus untuk relawan. Luar biasa. Padahal umuran mereka sudah 70an. Tak muda lagi. 


Alhamdulillah, bersyukur kita punya rasa kepedulian yang sama. Dan siang ini kita berdiskusi, bercerita tentang yang dialami saat gempa sambil makan siang tentunya. 


Energi agak terbantu dengan masakan Kapau ini. Makan dengan gulai jariang dan dan ayam lado hijau ante yang lamak. Salamak ota jo ante, om dan Puti anak mereka serta satu snag cucu yang ada di sini. 


InsyaAllah sebentar lagi kami akan balik ke Tangerang setelah menyerupai segelas kopi kampuang, palapeh taragak.


Cipanas, 27 November 2022

13.15 WIB

Sabtu, 26 November 2022

Sinergi dan Kolaborasi untuk Cianjur

Bangun tadi pagi masih seperti biasanya. Alarm tetap berdering sebagaimana biasanya tepat jam 03.45 dan 4.00. Meskipun tidur malam itu jam 2an lewat, namun rutinitas pagi tetap normal. Ke 'belakang' dan sholat subuh tetap pada jadwalnya, meskipun sampai di penginapan di Wisma Kemenkes jam satu dini hari, setelah menempuh perjalanan dari rumah jam 22.15 menunggu tim Nakes (Tenaga Kesehatan) Banten di Gadog beberapa lama. 


Selepas sholat subuh masih sempat men check WA yang masuk, terutama yang berkaitan dengan donasi dan pesan personal lainnya yang mesti dijawab jika urgent. Lalok lalok ayam masih saja sempat hingga jam 05.30, saat hari mulai terang. 


Mandi dan beberes, bersiap siap menunggu agenda menuju lokasi Gempa berdua dengan sang Bundo Nova, kami harus ready lebih awal. Maklum status hanya 'penggembira'. Namun kesempatan untuk bertemu dengan Feby dan Indra pagi itu tetap saya usahakan terjadi, sesuai rencana awal sejak kemaren sudah tik tok an. 


Alhamdulillah mereka yang nginap semalam di At Ta'awun Puncak datang pada saat yang tepat. Mereka lah yang membawa apa apa yang akan disumbangkan buat korban gempa Cianjur, termasuk pesanan saya. Feby mewakili pengurus DPD IKA Fakultas Pertanian Unanda Jabodetabek dan Indra mewakili Alumni FIPIA FMIPA Universitas Andalas. Indra adalah alumni Fiska FMIPA angkatan 2014, sangat antusias bertanya kepada saya Jumat pagi dan alhamdulillah tersambung dengan Feby, yang juga membawa Nana dan Eko mengantarkan bantuan tersebut. 


Empat orang generasi muda Alumni Unand membuat saya bangga. Ternyata kami bisa bersinergi dan berkolaborasi, meskipun beda angkatan, beda jurusan, tidak pernah bertemu sebelumnya, tapi bisa ber"galintin-pintin" menyalurkan bantuan yang sudah dihimpun dari banyak alumni. 


Perjalanan yang susah, bukan halangan untuk suatu kebaikan, yang di luar nalar orang kebanyakan. Namun kami yakin apa yang kami lakukan adalah untuk meringankan beban saudara saudara kita yang mengalami ujian. Ujian gempa yang meluluhlantakan banyak rumah dan bangunan, sarana dan prasaran, bahkan korban meninggal ratusan jiwa. Biarlah ini menjadi catatan sejarah. Bahkan kita pernah berbuat kebaikan yang sama. Punya pengalaman yang sama, yang akan susah dilupakan. Dan yang terpenting ini menjadi amalan di sisi Allah kelak, di Yaumul Akhir. 

#####

Sinergi dan kolaborasi lintas instansi dan profesi dalam membantu korban gempa Cianjur pagi ini menjadi catatan di blog saya, dandidinda.blogspot


Alhamdulillah di Sabtu pagi itu, kami pada tempat yang sama berkumpul di wisma Kemenkes. Ada Nakes dari Banten, yang terdiri dari dokter, bidan, perawat dan apoteker serta kami wakil dari Ika Pertanian Jabodetabek dan Alumni FIPIA FMIPA Universitas Andalas bersatu, bergerak ke lokasi yang berbeda. 


26 November 2022, 16.50

Di tengah kemacetan parah dari Gasol Cianjur menuju penginapan. 

Kamis, 27 Oktober 2022

TEMAN

 Ada teman yang bersifat keras, 

dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas.


Ada teman yang lembut, 

dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.


Ada teman yang cuek dan masa bodoh, 

dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.


Ada teman yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, 

sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka kita  belajar untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.


Ada teman yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, 

sebenarnya dia adalah orang yang membuat kita sadar bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.


Setiap karakter manusia diatas akan selalu baik dan mendidik kita. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.


Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman sehingga tidak berkembang.


Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan, dan terimalah setiap orang dengan berbagai karakter dalam hidup kita. Karena Allah tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.


Sejatinya karakter orang-orang seperti diatas secara tidak langsung selain melatih kesabaran kita, juga membuat kita semakin dewasa dan bijaksana. 


Ketika ada orang bicara mengenai kita di belakang, 

itu pertanda bahwa kita sudah ada di depan mereka.


Ketika orang bicara merendahkan diri kita, 

itu pertanda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka. 


Ketika orang bicara dengan nada iri mengenai kita, 

itu pertanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka.


Ketika orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, 

itu pertanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari mereka.


Payung tidak dapat menghentikan hujan, tetapi payung membuat kita bisa berjalan menembus hujan hingga mencapai tujuan".


Orang pintar bisa gagal.

Orang  hebat bisa jatuh. 

Tetapi orang yang rendah hati dan sabar dalam segala hal akan selalu mendapatkan jalan untuk berdiri dengan tegar dan kokoh hingga menggapai keberhasilan. 


Jadikanlah kesabaran sebagai payung untuk meraih kesuksesan. 


Selamat beraktivitas, saudara-riku tercinta...

😊🙏❤️💕


#####



Posted saat "maota lamak" dengan H. Rizal Sikumbang di RM Putra Minang Graha Bougenville

Minggu, 23 Oktober 2022

Nyekerman: Orjaka

Sabtu kemarin, pagi harinya menjelang jam 6 saya dan Bundo jalan kaki di sekitaran rumah. Ada lebih kurang satu setengah jam berjalan berdua. Dan siangnya badan terasa enak sehingga bisa tidur siang dengan nyaman. 


Tadi malam kami niatkan lagi untuk jalan kaki lagi namun dengan suasana yang berbeda. Pengen agak jauh dari rumah. Ada dua pilihan, yakni Boulevard Bintaro Jaya sektor 9 atau Boulevard Graha Raya Paku Jaya. Belum ada keputusan malam itu. 


Pagi tadi, saat subuh gerimis masih turun. Mengguyuri Parung Serab merata, entah sejak kapan. Namun subuh tetap masih bisa tertempuh ke Masjid Hidayatul Ikhwan. Ba'da subuh gerimis halus masih tersisa. Dan terus habis tak bersisa menjelang jam 6.


Jam 6.30 kami keluar rumah menuju de Lapau di Graha Raya. Melewati Parung Serab, menuju jalan Akasia tembus di belakang nya Cluster Fortune Graha Raya dan akhirnya ketika anggota de Lapau masih bersiap siap membuka "Lapau" nya, saya izin menumpang parkir motor di halamannya. Say hello pagi dengan mereka, saya dan Bundo lanjut jalan kaki sepanjang jalan Boulevard Graha Raya. 


Sandal saya gantung di motor sengaja nyeker biar tapak kaki ini lebih kuat. Lebih kuat lagi menahan kerikil kerikil yang akan di temui di sepanjang jalan nanti. Bundo tetap dengan sepatunya. Tak mengapa. Karena memang telapak kaki saya agak tegang akhir akhir ini. Namun kemarin selepas jalan kaki, agak mendingan. Saya memahami bahwa kesehatan kita tergantung juga kepada sehatnya telapak kaki. 


Sengaja saya memilih di sini ketimbang Boulevard Bintaro Jaya sektor 9 dengan pertimbangan bahwa akan banyak menemui kulineran di sepanjang jalan di Graha Raya ini. Ini yang kami cari. Berdua menyusuri jalanan Raya ini dengan sesekali bergandengan tangan, bahkan rangkulan dan candaan menambah kemesraan kami yang memang lagi "pulang pokok" sementara ini. 



Banyak hal yang kami diskusikan, terutama dalam melihat usaha kulineran yang ada di kiri kanan jalan. Ada yang rame ada juga yang sepi. Ada yang di emperan toko dengan waktu terbatas, ada juga yang di gerobak, ada juga yang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Dan tentu yang berupa ruko pun tak ketinggalan. 


Dalam perjalanan ini tak lupa kami diskusikan juga tentang Ethylene Glycol yang heboh dalam beberapa waktu belakangan ini. Obat batuk yang ditarik dan dilarang pemerintah. Seberapa sering anak anak kami mengkonsumsinya dulu. Namun dari 5 brand yang dinyatakan pemerintah dilarang saat ini, alhamdulillah berkemungkinan besar tak satu pun yang dikonsumsi oleh anak anak kami. Saya percaya selama ini sang Bundo lebih selektif dalam hal konsumsi obat. Andai tak terpaksa, takkan diberikan sama sekali. Andai pun terpaksa, selalu dengan dosis serendah mungkin. Alhamdulillah, beruntung punya istri seorang pharmacist. Dan tak lupa tentang peluang bisnis #dapurbundonova ke depannya, dalam bentuk format off-line tentunya. Sssttt, diam diam aja ya. Masih dalam rencana soalnya. 


Satu setengah jam berjalan bolak balik, dari de Lapau hingga Gardenia Loka, kami tempuh dengan jarak 5,6km. Dan akhirnya "kampung tengah" pun terasa berontak. Sudah ada signal yang sampai ke otak dan terucap melalui bibir dan lidah, menjelang pasar Modern Graha Raya. Sepertinya Soto Surabaya, Soto Tangkar yang tadi mau dinikmati di jalan akan tergantikan oleh Soto Padang saja. Membawa perut yang terisi agak berat, sementara titik perhentian sangat tanggung.


Di de Lapau akhirnya nya kami rehat, bisa duduk di sofa nya sambil menuliskan perjalanan pagi ini. Lama sudah tak menulis panjang seperti ini, sesantai ini sambil ditemanu sangat Bundo yang menikmati kajian onlinenya. 


Rehat kami pagi ini, sambil menikmati segelas teh telor dan teh tawarnya, seporsi Soto dan Nasi serta Mie Tahu. 


Graha Raya Fortune District

08.50, 23 Oktober 2022.

Jumat, 16 September 2022

Hari I: 30 Tahun Forsika 92

 

Sabtu pagi setelah landing di BIM kami dijemput oleh Ananda Putra. Hyundai H-1 berwarna hitamnya telah siap mengantarkan kami menuju Kampus Unand Limau Manih. Kapasitas yang besar menampung kami berempat dan dua lagi teman yang juga sudah sampai di Bandara. Siti Gemala yang dari Payakumbuh dan Murdahayu Makmur dari Batusangkar juga telah sampai di Bandara Internasional Minangkabau, plus Lady Yulia yang duluan terbang dengan Batik Air juga sudah standby ketika kami landing. 


Bagasi yang besar memuat semua koper, satu unit printer dan satu dus berisi 40 mug mengisi bagasi mobil Nanda ini. Delapan orang kami di dalam mobil, langsung keluar Bandara, menuju jalan by pass untuk selanjutnya menuju kampus. Agak berdebar juga di jalan disebabkan Sabtu ini juga ada acara wisuda di kampus Universitas Andalas. Sudah barang tentu kemacetan akan terjadi. 

https://youtu.be/zUkSQOZ0HYc

Alhamdulillah ternyata apa yang kami takuti tak terjadi. Lancar meskipun ketika memasuki gerbang kampus aura wisuda itu sudah mulai terasa. Ada banyak pedagang yang menjual bouket untuk para wisudawan. Dan sebelah kiri di area kampus kami melihat ada SPBU Unand yang baru lanching kemarin. 

Ada diantara kami yang sudah lama tak ke kampus. Terkaget kaget dengan perubahan kampus yang sangat pesat dibandingkan ketika kami dulu berstatus mahasiswa. Ada banyak prodi dan fakultas baru juga. Suasana kampus juga sudah berubah. Pepohonan rindang di sepanjang jalan sangat menyegarkan mata. 

Ketika sampai di area kampus FMIPA, Hyundai berbelok ke kiri menuju lahan parkir dosen Kimia. Dan ternyata teman teman yang dari Padang dan Pekanbaru sudah berkumpul di gazebo. Banyak yang hadir dengan menggunakan seragam yang telah kami kirim sebelumnya. Namun ada diantaranya yang harus menunggu baju yang saya bawa. Di dekat pintu menuju departemen kimia ternyata sudah terpasang spanduk kami. 

Berkodak sebentar di sini, kami langsung menuju ruangan yang sudah disiapkan oleh adik adik pengurus Himka. Ruangan yang dulu berada di dekat kantin Farmasi yang dulu. Ketika Farmasi masih berstatus jurusan, belum berubah menjadi Fakultas. Ruangan yang adem dengan pendingin yang telah dihidupkan sebelumnya oleh adik adik kami ini. 


Berhubung ketua departemen Kimia masih menghadiri acara wisuda di tingkat Fakultas acara kami mulai lebih dahulu. Kadang kadang kita harus flexible juga, harus kreatif mengatur agenda jika tetiba ada hal yang berubah mendadak. 

Acara kami mulai dengan ramah tamah, saling memperkenalkan diri masing masing dengan adik adik Kimia dan berbagi pengalaman. Sharing experience ini kami pandang perlu, sebagai penyemangat bagi mereka sebagai aktifis kampus. Alhamdulillah kolektivitas kami selama ini menjadi point penting yang perlu kami tularkan. Bagaimana pentingnya membangun ukhuwwah, membangun kebersamaan selagi menjadi mahasiswa. Waktu yang sempit ketika mahasiswa harus bisa dimaksimalkan. Maksimal dalam study, juga maksimal dalam beraktivitas sebagai aktifis kampus. 


Sebelum adzan zuhur berkumandang, kami lanjutkan dengan makan siang bersama. Alhamdulillah berkat koordinasi yang apik dari Nanik dan Trisna Juita lauk yang disuguhkan luar biasa mantap. Sabana lamak. Porsi nasi boxnya super jumbo. 


Setelah makan kami, lanjutkan sholat di Masjid FMIPA yang berada agak di atas gedung yang kami tempati. Sembari menunggu pak Mai Efdi yang menjabat sebagai Kadept Kimia wisuda, sebagian kami melepaskan kangen dengan mampir ke kantin Uncu. 

Tak lama kemudian kami lanjutkan acara. Masih ada teman teman yang baru datang. Ada yang dari solok dan Bukittinggi juga. Alhamdulillah luar biasa respon teman teman Forsika 92 dalam reuni 30th kebersamaan kami. Acara dimulai dengan sambutan dari pak Ketua Dept. Kimia, sambutan dari kami dan penyerahan hadiah sebagai bukti cinta masih kami kepada pengurus Himka. Sebuah printer yang juga bisa digunakan untuk sacnning dan photo copy semoga bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk urusan kemahasiswaan. 

Ada sepuluh orang pengurus Himka yang berhadir. Kehadiran mereka so special bagi kami. Mereka menyaksikan bagaimana membangun kekompakan dan itu terasa hingga saat ini, seperti kami ini. Alhamdulillah, apa yang kami berikan diterima dengan baik oleh Tommy dan sekretaris nya. 

Sekitar jam tiga kami lanjutkan perjalanan kami menuju masjid Al Hakim di pantai Padang. Melepas taragak dan juga menikmati suasana sore di Taplau, nama yang selalu kami kenang. Taplau selalu penuh arti. Sebagian teman teman ada yang sholat ashar di sini juga. Tentu takan ada artinya jika suasana sore ini dinikmati dengan berkodak pula. 

Menjelang maghrib kami lanjutkan perjalanan menuju Lubuk Minturan. Menuju Villa Rumah Kayu yang telah kami booking sebelumnya. Namun tak semua dari kami yang hadir di kampus tadi siang, bisa nginap bareng. Sebagian ada yang langsung pulang ke Sicincin dan Bukittinggi.



Penginapan yang asri telah menunggu kami, lengkap dengan hiburan orgennya. Tak lupa makan malam disiapkan oleh Ina. Selain makan nasi, ada juga jagung bakar dan duriannya. 


Kami nikmati suasana selepas sholat isya hingga menjelang jam 11 malam. Suasana sangat rame karena sebagian teman teman ada juga yang suka berdendang.

Minggu, 11 September 2022

Simpang Amak Juri

Salah satu pojok kampus yang sangat fenomenal ketika pindahnya kampus FMIPA Unand dari Air Tawar ke Limau Manis awal tahun 90. Pojok ini adalah tempat "transit" nya mahasiswa ketika transisi mata kuliah, saat ujian, saat menunggu jam praktikum, saat melepas penat dan stress serta saat ma-intai sekalipun. 


Bagi yang kuliah di era 90 hingga awal 2000an pasti ingat tempat ini. Amak Juri, bukan lah nama sebenarnya amak yang menjual dagangannya. Aneka gorengan, cemilan ringan dan rokok tersedia di sini. Amak Juri yang menjualnya adalah amak yang sangat sangat sabar. Saking sabarnya beliau bahkan beliau ikhlaskan ketika ada di antara "anak anak"nya makan tanpa bayar saat itu. Bayarnya bisa nanti nanti saja. Namun adakalanya ada juga yang lupa atau memang tak punya uang saat itu. 


Amak juri mungkin sudah almarhum, tetapi "anak anak" amak Juri banyak yang sudah jadi orang. Banyak yang sudah sukses, tetapi tak sedikit yang ingat betul jasa amak Juri ini. Jasa ketika dulu tak ada uang boleh ngutang jajanan dengan amak juri ini. Ketika sudah bekerja dan sukses, banyak yang sudah "membayar utang" saat pulang ke kampung halaman. Sengaja mampir ke Unand, pastilah singgah di simpang ini. Kangen dengan sang Amak yang jadi alasan, padahal bayar hutang. 


Saya sendiri entah tahun berapa masih bertemu dengan Amak Juri ini. Wajahnya masih sama, selalu ceria, apa adanya. Amak juri selalu enak diajak bercanda. Senyum nya senyuman seorang amak yang sayang betul dengan anaknya. 


Dan bagi mahasiswa tahun satu dan dua, simpang Amak Juri ini adalah tempat "angker". Angker nya terasa saat ada mahasiswa senior yang duduk di sana. Biasanya mahasiswa akhir yang masih berkutat di Lab Penelitian ataupun yang menunggu masa masa wisuda. Maklum saat itu wisuda dilaksanakan hanya dua kali setahun. Jadi masa menunggu wisuda itu selalu dimanfaatkan "ma-intai" adik kelas. Syukur syukur ada yang bisa jadian, lumayan mendapatkan teman sebagai pendamping wisuda. Dahulu ketika akan wisuda sudah tersebar sas-sus siapa PW-nya. Dan dari simpang Amak Juri ini ada yang jadian, termasuk salah satu dari teman angkatan Kimia 92.


Simpang Amak Juri ini juga adalah simbol kebersamaan di kalangan mahasiswa FMIPA. Baik sejak tiga jurusan, hingga bertambahnya jurusan Fisika dan Matematika di tahun 1996 melengkapi Jurusan Biologi, Kimia dan Farmasi. Hampir semua aktifis dari segala jurusan nongkrong nya di sini. Penat dengan suasana di HIMA ataupun di Senat dan BPM, simpang Amak Juri ini adalah pelepasan segalanya. 


Dengan cemilan bakwan, kapel sagan, kacang tojin, kopi sachet dan sebatang rokok di tangan, terasa beban dunia kemahasiswaan dan berat penelitiannya selalu menjadi ringan. Obrolan dengan amak Juri sebagian besar menjadi obatnya. Curhat dengan Amak Juri dan ma-intai mahasiswa baru yang seger seger lewat adalah suatu hikmah.


Sekarang Simpang Amak Juri sudah lengang. Sudah tak ada lagi yang jualan di simpang ini. Mahasiswa sudah sangat rame, nggak ada tempat buat menggelar dagangan di simpang ini. Fenomena Amak Juri ini memang hanya milik kami, generasi awal kampus pindah ke kampus yang berada di puncak bukit Karimuntiang. Dari kampus ini terlihat indahnya kota Padang. Batas laut dan daratan tampak jelas. Indahnya alam tiada duanya ketika berada di sini. 


Nama Amak Juri menjadi kegenda bagi kami. Amak Juri sudah "membesarkan" banyak anak anaknya. Banyak yang merantau di hampir seluruh pelosok negeri ini, tetapi ada juga yang menjadi saksi sejarah dengan menjadi tenaga pengajar di Universitas Andalas. Ada beberapa "anak amak juri"  ini yang sudah bergelas Profesor, baik di FMIPA maupun di Fakultas Farmasi. 


Tulisan tentang Simpang Amak Juri ini terinspirasi dari permintaan kakanda Hermanto GrosirIkanairtawar Sumatera sabtu kemarin. Ada kerinduan beliau, karena saya termasuk saksi bahwa da Manto ini paling sering duduk di sini. Menjadi teman bagi Amak Juri sekaligus pelanggan setianya. 


Villa Rumah Kayu, Lubuk Minturun

11/09/2022: 05.15

TAM (4) Menuju Pijoan Jambi

Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...