Selasa, 28 Mei 2024

Ngopi Bareng Alumni @ Basuo Caffee and Space


Alhamdulillah siang hingga sore kemarin sejumlah alumni dari berbagai angkatan dan jurusan, dari beberapa wilayah di Jabodetabek bisa kumpul di Basuo Coffee and Space miliknya da M. Nuh Bio86 dan Ni Rika Anggraini Zein  Bio 85. 


Ngopi alias ngobrol happy dengan segala suguhan aneka kulineran lamak asli dari Minangkabau menemani kebersamaan kami. Ada kopi dan teh panas yang disediakan da Nuh sebagai welcome drink nya. 

Meskipun da Nuh sedang di Padang, segalanya bisa terselenggara dengan baik. Semua kulineran nya enak. Ada martabak kubang, sate padang, nasi goreng dan lain sebagainya. Tanpa kehadiran da Nuh, acara tetap dalam pantauan beliau dan tetap memuaskan kami yang datang. Tempat dan fasilitas yang diberikan pun sangat menunjang. Bahkan ada bisik bisik alumni ke Jeje untuk menggunakan tempat ini untuk acara keluarga besarnya nanti pasca lebaran. Segala sudut lokasi dan saung hingga indoornya pun diphoto dan di share ke pihak keluarga. Namun untuk menjaga kode etik dalam penulisan Jeje tak perlu sebutkan orangnya. 🤭


Meskipun alumni datang bergelombang, namun rasa saluut yang sedalam-dalamnya perlu kita berikan kepada Uniang Ginny Bambang dan team. Berangkat pagi dari Purwakarta dengan segala pasukannya dan bisa datang sebelum waktu yang kita tentukan. 


Uniang dkk datang jam 11.30 dan menelpon Jeje dan mas Triyogo Priyohadi yang masih di rumah. Padahal undangan dari jam 12.00-18.00. Luar biasa Uniang Ginny ini. Patut menjadi contoh bagi kita semuanya, baik dalam loyalitas terhadapa almamater maupun kedisiplinan terhadap waktu.


Loyalitas Uniang dibuktikan lagi dengan menjemput Uni Upik Nuriman dan Uni Desrina ke Cawang, sejawat karib dr K74. Killing time yang sangat bermanfaat dr Uniang. 


Dan ketika Jeje sampai, Mas Tri dan Teh Sonya sudah di ruangan. Begitu juga dengan Da Yan dan ni Yurnaliza Febrianto, da Husni ada di saung luar, yang cuacanya juga sangat sejuk, tak panas seperti biasanya. Open area sebagai tempat malapeh candu, sabatang demi sabatang. 🤭


Dan selepas itu berturut turut alumni lainnya yang datang. Setiap yang datang, dipersilahkan untuk memesan makanan apa yang disenangi masing-masing. Bahkan ada juga yang sharing makanan yang dipesan. Saling icip satu sama lain, cocok pesan lagi. 


Setelah banyak yang datang dan sebagian sudah pada makan, acara sedikit formal pun kita mulai. Diskusi dibuka dengan keprihatinan kita terhadap IKA FIPIA FMIPA yang sudah lama vakum. 


Dimulai dengan apa yang terasa oleh Jeje ketika Reuni di Cililitan, ketika kanda Bastiam mulai dilantik sebagai ketua. Di saat itu juga banyak alumni muda kita yang melamar untuk menjadi dosen di FK UIN Ciputat yang baru buka. Ada da Yanis dari Farmasi 76 sebagai PIC nya waktu itu. Alhamdulillah, dari yang melamar waktu itu, mereka jadi dosen tetap dan hampir semuanya sudah doktoral bahkan ada yang Dekan di UIN saat ini, menjadi profesor tahun lalu. 


Begitu juga tahun 2010 saat reuni, dengan terpilihnya kan Michel. Beberapa adik adik yang baru tamat waktu itu, banyak mendapatkan info lowker di beberapa perusahaan tempat alumni seniornya bekerja. Mereka sekarang pun sudah punya posisi pula. Di FB nya Jeje lihat mereka sudah ada yang melalang buana ke benua Biru, Eropa. Itulah reuni terakhir yang kita laksanakan. 


Kemudia dilanjutkan paparan dari da Yan, tentang awal berdirinya IKA FMIPA di awal tahun 90-an yang waktu itu dilantik langsung oleh Rektor Unand, Prof. Fachri Ahmad. Dari alumni FMIPA juga yang menginisiasi terbentuknya IKA Unand Jabodetabek beberapa tahun setelahnya. Boleh dikatakan andil alumni FMIPA menjadi motor dalam setiap aktivitas IKA Unand. 


Nah di saat Musda IKA Unand Jabodetabek Januari kemarin, alumni ika FMIPA tak ada yang mewakili secara institusi. Bahkan saat ini dalam menyusun kepengurusan yang baru IKA Unand Jabodetabek pun belum tahu siapa yang akan mewakili. Ini kondisi yang disampaikan oleh da Welly Ben yang perlu kita sikapi bersama. Da Ben yang paham betul kondisi yang ada di Jakarta ini hingga ke DPP Ika Fakultas. Jakarta sebenarnya barometer bagi DPP. Kalo IKA Jakarta bergerak, maka resonansi akan terasa hingga ke DPP. 


Atas masukan dari yang hadir kemarin, kanda Gazali Nazir, mas Triyogo, da Husni, da Syafrinot, da Amrizal, ni Yurna, ni upik, ni Rina dan juga dr Indah Insani alumni termuda yg hadir dr angkatan 98, semuanya bersepakat bahwa pasca Lebaran tahun ini, sekitar bulan Mei atau Juni kita harus mengadakan Reuni FIPIA FMIPA Jabodetabek lagi. Selain reuni tentu diusahakan juga sudah terbentuk kepengurusan IKA nya juga. 


Reuni yang merupakan wadah bertemu muka nya para alumni dari angkatan pertama hingga angkatan terakhiryang lulus dari kampus tercinta, juga dari segala jurusan yang ada. Reuni juga tempat sejenak kita bernostalgia dan juga kalo bisa menjadi tempat silaturahmi dan sinergi nya para alumni muda. Semoga info kerja ada buat mereka. Semoga alumni senior bisa juga kerjasama mengembangkan usahanya. 


IKA FIPIA FMIPA Unand Jabodetabek harus kembali bergerak dan menampakkan identitasnya, sebagai salah satu fakultas terbesar dari Universitas Andalaals tentunya. Wadah berhimpun ini yang harus menjadi tempat yang nyaman bagi setiap alumninya. 


Untuk itu dalam "Membangkitkan Barang Tarandam" tersebut, kemarin disepakati tiga orang yang akan membentuk kepanitiaan Reuni ini. Mereka yang diberikan amanah ini adalah Aryandi angkatan 92, Dedi Harliyansyah angkatan 96 dan Indah Insani angkatan 98 serta da M. Nuh dari angkatan 86. Diharapkan seminggu ke depan sudah bisa terbentuk kepanitiaan Reuni dan pada Minggu 18/02/2024 siang bisa rapat perdana panitia Reuni bersama para Ketua Ika Jurusan yang ada di Jabodetabek di Basuo Coffee and Space, InsyaAllah. 


"Basamo Mangko Manjadi" mungkin menjadi kata penutup untuk kita semuanya agar bergotong royong mengangkatkan reuni dan pelantikan pengurus baru IKA FIPIA FMIPA Jabodetabek nantinya. 


Berharap partisipasi dari seluruh angkatan dan jurusan agar acara ini bisa terlaksana termasuk adik adik dari muda dan yang baru tamat. 


Dan catatan terakhir mewakili semuanya yang hadir kemarin, kami mengucapkan terimakasih atas "bacirabuik" nya para senior untuk membayar tagihan makan dan minum yang ada. Semoga menjadi ladang amal bagi uda yang mentraktir kami. Allah ganti dengan rezeki yang lebih banyak dan lebih berkah. Amiin ya Rabb. 


Demikianlah yang dapat Jeje sampaikan, sebagai kang catat pertemuan kemarin. 


05/02/2024, 15.30 WIB

Bintaro Jaya

Senin, 15 April 2024

Back To Rantau April 2024

 Catatan Ringan saat Back to Rantau



*"Waktu"*

Berangkat dari Kapau Sabtu, 13 April 2024: 06.32 WIB

Rehat I: Masjid At Taqwa Sungai Binjai Muaro Bungo jam 12.47 WIB

Rehat sholat kurleb

30 menit


Berangkat lagi: 13.15

Rehat kedua: RM Tahu Sumedang jam 18.56 WIB

Rehat II: makan, sholat dan tiduran sekitar 60 menit 


Berangkat lagi: 20.00 WIB

Rehat III: ngisi BBM, top up e-toll dan beli tiket kapal di Rest Area 215B jam 02.15

Rehat sekitar 30 menit


Berangkat lagi: 02.45

Rehat IV: tidur selayang sambil menunggu waktu sholat masuk di Masjid Al Hikmah KM 116B.

Selesai sholat langsung jalan lagi


Bakauheni seaport: 7.20

Masuk kapal: 7.25


*Total perjalanan dr Kapau Bakauheni 24 jam*


Turun kapal sekitar jam 9.30

Sampai di Bintaro Jaya dan makan siang di RM Putra Minang 11.15

Sampai di rumah 11.50


*"Biaya"*

_*A. BBM*_

Kendaraan: Terios 2013, Manual, Kapasitas tangki 45Liter


Pembelian Pertalite di SPBU:

Lintau-Sijunjung: Rp 400.000,-

Bajubang menjelang Tempino: Rp 300.000,-

Rest Area KM 215: Rp 350.000,-

Total konsumsi BBM: Rp 1.050.000,-. 

Masih tersisa 4 bar dibanding kondisi awal berangkat dari Kapau hanya 2 bar.


Andai satu bar sekitar 5liter, berarti Pemakaian Pertalite lebih kurang 95 Liter

Jarak Kapau - rumah: 1.273 dikurangi jarak selat Sunda 34: 1.239

*_Konsumsi BBM masih sekitar 1:13._*


Alhamdulillah, Terios yang saya gunakan masih tetap irit.


*_B. Konsumsi_* 

Makan malam di RM Tahu Sumedang Bayung Lencir Banyuasin: Rp. 100.000,-

Makanan siang di Bintaro Jaya: Rp. 105.000,-


*_C. Tol_* 

Kramasan Kayu Agung: Rp 50.000

Kayu Agung Bakauheni: R 339.000

Tol Merak Tangerang Bintaro: Rp 74.000


*_D. Tiket Kapal_*

Kapal reguler: Rp 481.000


*Total biaya: Rp 2.199.000,-.*


Driver: Aryandi

Penumpang: Nova, Imam dan Dhifa


Jumat, 05 April 2024

Bukittinggi Hari Ini

Setelah hampir seminggu di rumah, baru kali ini sempat jalan jalan sama anak bujang ke pasar atas Kota Bukittinggi. Kami sengaja sholat jumat nya di masjid Raya dan setelah nya jalan jalan siang. 




Tadinya mau bersama Bundo dan si bungsu Dhifa, tetapi karena urusan bikin kue kacangnya belum juga selesai, akhirnya kami pergi berdua saja. Sengaja sholat di masjid Raya ini agar Imam kembali ingat bagaimana suasana sholat dengan jamaah yang rame seperti di Gontor sana. Agak berbeda juga, karena di sana semuanya seumuran dan berpakaian ala santri semuanya. Tetapi masjid penuh itu nuansa utama yang dicari. 

Setidaknya saya juga ingin memberi gambaran bagaimana jalanan di kita wisata ini. Andai nanti dia membawa motor dia tahu rute yang dia tempuh. 


Setelah selesai di pasar atas, sengaja saya bawa ke Panorama dan ke Ngarai. Dua tempat yang dua tahun lalu dia singgahi, tetapi kemungkinan lupa jalan ada saja. Akhirnya setelah selesai keliling dia paham. 

Dan terakhir dia ngajak mampir ke donat Madu untuk sekedar membeli setengah lusin buat berbuka dia dan adiknya nantinya. Donat Madu adalah kesukaan mereka sejak SD dulunya. Dan di Kota Wisata ini baru saja buka tiga bulan yang lalu. 


Bahkan saking sukanya dengan Donat Madu ini, setiap kami berkunjung ke Gontor Dua selalu dia meminta dibelikan buat makan bersama dengan teman temannya. Ataupun sesekali titip beli melalui ortu yang berkunjung. Imam dan Dhifa memang suka donat Madu ini. Teksturnya lembut dan tagline nya yang menggoda. 


Mulailah Dengan Yang Halal dan Sehat. 


Koto Panjang Hilir, Kapau

17.23 WIB

Selasa, 02 April 2024

Terios Mandi Pagi

 Mandi Pagi


Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 1300 an km dari Tangerang menuju Kapau Bukittinggi, pagi ini baru sempat mengantarkan Terios kami untuk dimandikan di Raffi Car Wash di Gulai Banyak. Agak telat mandi dadi jadwal semua disebabkan kunci mobil tertinggal di dalam waktu bongkar minggu siang. Dengan menggunakan jasa tukang kunci yang ada di dekat Hoky Swalayan, akhirnya dengan menggunakan "balon" pintu Terios bisa dibuka senin menjelang sore. Ada "mahar" yang harus dibayar tentunya. 


Tadi malam Terios mengantarkan kami untuk sholat isya dan tarawih berjamaah di masjid Nurul Huda Simpang Tanjung Alam. Suasana dingin dan rada gerimis, sedikit membersihkan kaca depan mobil. Namun bagian bawahnya masih saja kotor. Lumpur sepanjang perjalanan masih menempel tebal. 


Alhamdulillah, pagi ini hari Selasa saatnya yang tepat untuk memandikan Terios yang sudah 11 tahun menemani perjalanan kami sekeluarga. Terios yang terawat dengan baik, tak pernah rewel ataupun ngambek di jalan, sebuah keberuntungan bagi kami. Trip trip jarak selama ini selalu mengantarkan kami kepada hal hal yang menyenangkan. 


Selalu hadir dalam perjalanan pendidikan anak-anak kami selama ini, sejak SD hingga mondok di Gontor Putri kampus 3 Ngawi, Gontor Kampus 2 Ponorogo dan juga Ma'had Riyadhul Qur'an Kudus di Kudus. Alhamdulillah,dua diantara anak anak kami sudah menjadi Alumni Gontor oleh antaran Terios selama ini. Tinggal si bungsu yang masih tahun ke dua di ma'had Kudus, InsyaAllah juga bisa sampai tuntas, sampai menjadi Alumni di sana. Menjadi seorang Hafizah InsyaAllah. 


Belum lagi dalam mengantarkan kami bersilaturahmi ke Sumatra, ke Sumatra Barat dan Riau sudah tak terbilang. Lintas timur dan tengah Sumatra sudah sering dilalui, hanya lintas barat Sumatra saja yang belum terjajaki. InsyaAllah suatu waktu nanti berlima beranak kami akan mencobanya. Mencoba menikmati indahnya pantai barat Sumatra. Indahnya Samudera Hindia. 


Hampir 170.000 KM perjalanan selama ini di Odometer nya. Sebuah perjalanan yang sarat makna, banyak kenangan bersama anak anak selama ini. Banyak pengalaman bagi mereka sejak balita hingga dewasa. Sebuah keluarga yang sangat menikmati travelling kemana-mana. 


Dan kotornya debu dan lumpur Sumatra yang ada di body Terios ini, jika di Bukittinggi selalu di Raffi Car Wash ini tempat mandinya. Pelayanan cepat, baik dan menyenangkan. Dan di Pondok Aren Tangerang kami pun punya tempat favorit. Yang jelas untuk perjalanan jauh, car wash nya selalu yang menggunakan hidrolik. Biar bagian bawah mobil bener-bener bersih. Kaki-kakinya bener-bener bersih dan sehat. Sama halnya juga dengan kita, jika kaki bersih dan kuat, itu pertanda stamina juga sehat. Ya kan? Kemana mana selalu ayo aja. 


Alhamdulillah, pagi ini Terios datang langsung mendapatkan tempat untuk mandi, tanpa perlu antri. Pagi yang sangat menyenangkan bagi saya, yang perlahan-lahan stamina kembali pulih seutuhnya. Alhamdulillah. 


Bukittinggi, 2 April 2024

09.22 WIB

Sembari menunggu Terios mandi.

Minggu, 11 Februari 2024

Jangan Pindahkan Ibukota Kami

Dukuh Atas. Kawasan ini jauh berubah. Dulu daerah ini penuh dengan angkot, bajaj, kopaja dan metromini. Crowded nya minta ampun karena adanya stasiun KA di sini. 


Namun semuanya berubah sejak ditata oleh Gubernur DKI, pak Anies Baswedan. Integrated moda transportasi membuat semuanya nyaman dan aman bagi siapapun. Kehidupan perekonomian bagi kaum papa, tak terganggu sama sekali. Malah mereka seperti difasilitasi. Begitu juga dengan kaum pejalan kaki. Jalannya lapang, tak berdesak-desakan. Berganti moda transportasi pun dengan biaya yang sangat terjangkau. Segala fasilitas kota besar dunia pun ada di sini. Polusi udara pun terkendali. Jauh berubah dibandingkan era sebelumnya. 


Dukuh atas hanyalah sebagian kecil perubahan total dari kota Jakarta. Banyak kawasan lainnya dengan kondisi serupa, mengalami metamarfosa. Tertata begitu rupa, cantik elok rupa, aman dan nyaman bagi warganya, membuat bangga setiap orang yang datang berlibur ke ibukota. Jakarta begitu kerennya. Ramah bagi siapa saja. 



Indahnya Jakarta sangat terasa. Biarlah Jakarta tetap menjadi ibukota negara. Sejarah panjangnya janganlah dilupakan. Tak merasa berdosakah kita dengan bapak Soekarno Hatta, sang proklamator tercinta. Kemerdekaan bangsa ini berawal dari kota ini. 


Jakarta tetaplah menjadi Ibukota negara kita. Jangan rubah sejarahnya.

Kamis, 28 Desember 2023

Sekoteng Padang

Malam yang kebetulan cerah hari ini. Ada banyak bintang yang menemani sang rembulan yang sangat kontras dengan malam malam sebelumnya. Hujan yang berkepanjangan di saat malam digantikan dengan pesona langit yang selalu dirindukan. 


Dan malam ini sekoteng menemani di simpang Tanjung Alam setelah sholat isya berjamaah di Masjid Nurul Huda. Sengaja judul ditegaskan dengan Sekoteng Padang, karena memang berbeda dengan sekoteng yang ada di perantauan. Umumnya dalam sekoteng itu adalah kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, dan potongan roti tawar. Namun di ranah minang biasanya ditambahkan dengan susu kental manis dan/atau kuning telor. Sehingga beda dalam pembuatan, beda dari cita rasa dan beda dalam penyajian. Dan ini adalah salah satu favorit minuman saya bila pulang ke kampung halaman. 

Saya mengenal minuman ini sejak tahun 1992 ketika mulai kuliah di Kimia FMIPA Unand. Sampai sekarang minuman ini selalu jadi pilihan diantara banyaknya kulineran yang ada. 


Dan malam ini bukan saya saja menikmati sekoteng di simpang Tanjung Alam ini. Banyak pembeli yang minum di tempat ataupun yang bawa pulang. 


Selain sekoteng ada pilihan lainnya di sini, yakni teh telor, tomat top dan bandrek. Pilihan saya biasanya teh telor atau sekoteng. Segelas sekoteng telor malam ini harganya Rp. 12.000,-.


Selamat menikmati malam. Selamat menikmati liburan akhir tahun. Dan selamat menikmati malam yang penuh bintang gemintang, yang beberapa hari ini hilang dari peredaran di Kota Rang Agam ini. Selamat merenungi perjalanan hingga tutup tahun 2023.

Rabu, 27 Desember 2023

Durian

Saat ini, di musim liburan akhir tahun ini, Sumatra bagian tengah lagi dimanjakan oleh durian. Durian ada dimana-mana, di sepanjang jalan yang kami tempuh minggu lalu dari Bukittinggi, Payakumbuh, Pekanbaru hingga ke Duri.

Namun pagi ini ketika mau mengantarkan si bungsu kami "ba-uruik" di Jalikua Patanangan, ada pokok Durian yang lagi berbuah. Ini bukan durian sembarangan. Ini adalah durian montong. Batangnya besar, begitu juga dengan dahannya. Di dahannya ada beberapa durian bergelantungan. Menunggu matang dan jatuh. 

Sayangnya setiap bulan Desember kami hanya bisa menikmati buahnya dari jauh saja. Buah dengan ukuran jumbo itu belum matang. Biasanya baru bisa dinikmati ketika bulan Februari atau Maret. Buah dengan isinya yang tebal dan manisnya yang kebangetan banget. :) 


Semoga saja sebelum pulang nanti ada rezeki kami untuk menikmatinya. Tadi sebelum pulang, setelah selesai Dhifa "ba-uruik" Bundo Nova Yanti sengaja mampir ke rumah yang punya pohon durian ini. Dan titip pesan jika ada yang jatuh barang sebuah, bolehlah itu buat kami. Dan dijawab si Om, "InsyaAllah".

TAM (4) Menuju Pijoan Jambi

Ada sekitar 45 lebih kurang rehat kami di RM Umega Dharmasraya ini. Harusnya di sini bisa lah mandi. Tapi saya, kali ini tidak. Dulu ketika ...